
NEWYORK CITY | Percakapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Walikota New York Zohran Kwame Mamdani mengundang apresiasi dan rasa hormat banyak khalayak, khasnya kalangan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di bekas Ibu Kota Amerika Serikat (AS). Demikian juga di kalangan diaspora Indonesia yang bekerja di lingkungan industri keuangan dan teknologi informasi.
Apalagi Gubernur Jakarta Pramono menunjukkan pengetahuan mendalam ihwal bintang-bintang basket yang menjadi salah satu kebanggaan kota yang pernah menjadi bagian dari keberadaan New Amsterdam di masanya.
Percakapan bilateral dengan Walikota Mamdani yang merupakan 'karedoks' (antitesa dari ideologi kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang kapitalis liberal) di Civic Hall - New York (Ahad, 20/09/26).
Dua pemimpin kota global tersebut mengambil sela waktu KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) pemimpin kota / Walikota U20 (Urban 20 Mayors Summit) tahun 2026. Dua pemimpin kota global, ini secara khas berdiskusi ihwal persoalan-persoalan laten penyelenggaraan manajemen pemerintahan, pembangunan, dan pemajuan khalayak kota -- sisa peninggalan kolonialis Eropa -- : pembiayaan infrastruktur, banjir, kemacetan lalu lintas, transportasi khalayak, iklim dan polusi udara, dan peluang investasi secara singkat padat dan terang benderang.
Walikota Mamdani bersoal tentang pendekatan Jakarta mengatasi kemacetan dan transportasi terbabit dengan upaya perluasan jaringan - jangkauan transportasi umum. Pramono menjelaskan upaya pengembangan Transjabodetabek dan layanan transportasi umum lainnya.
Kedua pemimpin kota tersebut juga membahas peluang kolaborasi dan investasi terkait dengan rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah (Jakarta Bond), yang sudah mengemuka sebagai gagasan di benaknya. Antara lain dalam diskusi khalayak di Taman Ismail Marzuki yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (23/9/24).
Belakangan hari, Pramono mengemukakan, Jakarta Bond akan dimanfaatkan, antara lain, untuk mendukung pembangunan Jakarta yang menjadi kewenangan khas Pemprov DKI Jakarta sebagaimana diamanatkan UU No. 2 Tahun 2024, tanpa kecuali pembangunan infrastruktur.
Dalam percakapan bilateral itu, Mamdani merespon informasi Pramono dan bertanya pendekatan yang diambil Pramono, setelah Mamdani mengungkap ihwal transportasi umum di New York. Mamdani hendak ambil tahu ihwal tersebut.

Pada dialog tersebut Pramono menjelaskan upaya pembangunan Jakarta yang sedang mengembangkan Transjabodetabek untuk penguatan akses ibu kota Jakarta dengan wilayah konurbasi dan buffer zone Jabedetabiog (Jakarta Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor) dan aglomerasi yang jauh lebih luas karena terbangunnya Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.
Mamdani menyimak penjelasan Pramono tentang ikhtiar Jakarta meluaskan jalur lintas transportasi khalayak sebagai bagian dari upaya mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke dalam kota. Pramono mengemukakan, lebih dari empat juta orang melakukan migrasi keluar-masuk Jakarta pada jam-jam sibuk (pagi - petang). Antara ditandai dengan pemadatan migrasi 'burung-burung Metropolitan.'
Pram bicara tentang pelancaran layanan bus Transjabodetabek, yang tidak hanya melayani wilayah Jakarta tetapi juga wilayah konurbasi dan aglomerasinya. [Baca artikel terkait: Gubernur Jakarta Pramono Dialog dengan Walikota New York Mamdani]
Jaringan transportasi khalayak -- yang diakses lansia, warga berpenghasilan rendah, pelajar, dan mahasiswa secara gratis melalui subsidi pemerintah. Kini, jaringan tersebut di DKI Jakarta sudah mencapai konektivitas hingga lebih dari 93 persen. Jaringan tersebut dihubungkan oleh Transjakarta, MRT (mass rapid transit) Jakarta, dan LRT (lite rail transit) Jakarta,
Pramono mengemukakan, jaringan Transjabodetabek merupakan bagian penting dari upaya mengurangi volume kendaraan yang masuk ke Jakarta, memperkuat konektivitas wilayah dan mengurangi kemacetan. Pada kesempatan tersebut, Pramono mengemukakan rencana pengendalian banjir Jakarta, termasuk ihwal Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.
Perihal banjir Jakarta, khasnya terkait dengan penurunan lapisan tanah Jakarta, sempat tular karena dibincangkan oleh Presiden AS Joe Biden. Pram menyebut, soal banjir, Jakarta seperti Kota New York. Tanggul Laut Raksasa merupakan bagian penting integrasi solusi melalui penguatan infrastruktur pengendalian banjir dan langkah mengurangi penggunaan air tanah.

Mamdani antusias. Dia merespon dan mengungkapkan minat memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta, dengan merujuk pada pengalaman New York dalam penggunaan obligasi daerah (municipal bonds) untuk infrastruktur publik..
Walikota New York yang sangat aktif bergerak bersama warganya, itu menunjukkan antusiasmenya dan 'melontarkan' hasrat mendukung rencana Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah. Kota New York sudah menggunakan obligasi untuk membiayai infrastruktur, seperti pengolahan limbah dan berbagai fasilitas umum. Mamdani menyatakan, pihaknya kapan saja dapat mengirimkan tim keuangannya untuk berbagi pengalaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kunjungan singkatnya memenuhi undangan Mamdani ke forum KTT U20 tersebut, Pramono berhasil membentang akses mealui komunikasi dua arah yang setara. Selari dengan hal tersebut, kabar yang diterima dari Ibu Kota Keuangan Dunia -- yang punya relasi sejarah dengan Jakarta -- via Batavia -- itu juga memberi gambaran tak jauh beda dengan pemaparan Gubernur Jakarta Pramono Anung di forum KTT U20.
Forum KTT U20 itu juga membahas ihwal aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pada kesempatan tersebut, Pram mengemukakan secara aksentuatif, bahwa transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Pram yang tampil dalam blok tematik ketiga tentang aksi iklim yang nyata bersama Wakil Wali Kota New York bidang Operasional, Julia Kersonen; Walikota Paris, Walikota Amsterdam, dan Walikota Bristol. Petinggi di balaikota New York, Julia Kersonen, bahwa KTT U20 mendapatkan momentum.
Di hari pertama KTT U20 terbabit dengan Pekan Iklim (Climate Week) sekaligus jelang akan segera memasuki Sidang Umum PBB. Dan.., bersamaan dengan status siaga banjir bandang kota New York. Pemerintah kota New York mengaktifkan rencana darurat banjir bandang. Para petugas kota telah bergerak dari satu lingkungan ke lingkungan lain, untuk mempersiapkan kota dan warganya siap menghadapi badai. | jeanny, haedar.