
AKARPADINEWS.COM | APA yang terjadi jika puisi sebagai ruh sastra bercengkrama dengan teater, tari, musik dan multimedia? Simak saja Poetry Performing Arts (PPA) “Urat Jagat/ Veins Of The Universe,”, kolaborasi yang melibatkan seniman lintas negara. Pergelaran ini merupakan kerjasama Mainteater Bandung yang berdiri sejak 1995 bersama Mainteater Melbourne – Australia.
PPA “Urat Jagat” diambil dari judul puisi karya penyair Sunda internasional, Godi Suwarna. Godi akan tampil bersama seniman Mainteater Bandung: Wawan Sofwan, Heliana Sinaga dan Sahlan Bahuy sebagai pemain dan seniman Mainteater Australia: Mall Webb (Musisi dan ahli vocal), Jodee Mundy (pemain) dan Sandra Fiona Long sebagai Sutradara.
PPA “Urat Jagat” memberikan penawaran eksplorasi kemungkinan baru dalam karya seni, sehingga proyek ini terus berjalan. Di mulai sejak tahun 2012 dalam gelaran internasional The Jakarta – Berlin Arts Festival di Berlin, Jerman, Universitas Frankfurt, Jerman, Keluarga besar Sunda di Belanda dan La Mama Courthouse di Melbourne, Australia dan21 Februari 2015,Urat Jagat pernah dipentaskan di Selasar Sunaryo-Bandung.

Kali ini, dalam rangka memperingati hari Bahasa Ibu Internasional pada tanggal 21 Februari 2015. Tour PPA “Urat Jagat” 2015 akan menyambangi empat kota yaitu (Bandung-Jakarta-Serang dan Bali). Pertunjukan pertama akan di pentaskan pada Sabtu, 14/2 pukul 20.00 WIB di Selasat Sunaryo Art Space. 16/2 pukul 14.00 WIB di Gedung BPU UPI, Bandung. 18/2 pukul 20.00 WIB di Bentara Budaya Jakarta. 21/2 pukul 20.00 di Rumah Dunia - Serang dan 24/2 pukul 20.00 WITA di Bentara Budaya-Bali. Seusai pertunjukan, esoknya akan digelar workshop puisi di Bandung, Serang dan Bali.
Ketika dihubungi Akarpadinews.com, Kamis, (12/2), Godi Suwarna menjelaskan, pertunjukan PPA Urat Jagat akan membawakan 14 puisi pilihan, beberapa di antaranya: Jagat Alit, Blues Kere Lauk, Urat Jagat dan lain-lain. Puisi pilihan ini akan ditampilkan dalam bahasa Sunda dan Inggris dan mengisahkan tentang kegelisahan, kemarahan dan kesakitan alam dengan sublim sebagai ungkapan kemanusiaan. Panggung akan ditata indah dan sublim dengan artistik bambu bersama multimedia oleh Deden Jalaludin Bulqini.
Pertunjukan kolaborasi antar elemen seni bukanlah sesuatu yang baru di dunia seni Indonesia, khususnya di teater dan tari. Beberapa dekade silam, pertunjukan seni kolaborasi menjadi pilihan menarik sebagai penawaran seni eksperimental, khususnya dengan memasukan unsur multimedia. Tetapi pilihan mengkolaborasikan puisi khususnya puisi Sunda dalam multi bahasa dan elemen seni masih sangat langka dipentaskan di Indonesia.

Selamat menikmati pergelaran Urat Jagat |