Uni Eropa Permudah WNI Mendapatkan Visa Schengen

| dilihat 970

Lawatan diplomatik Presiden Prabowo Subianto ke Eropa, bawa manfaat. Warga Negara Indonesia yang pernah ke Eropa memenuhi syarat mendapatkan visa visa cascade - multi entri, visa Schengen ke seluruh negara anggota Uni Eropa, dengan masa lebih lama.

Kabar menyenangkan itu dikemukakan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Markas Besar Uni Eropa, Berlaymont - Brussels, Belgia, Ahad (13/7/25). Lawatan Presiden Prabowo agak khas, karena dilakukan di hari libur.  

Pernyataan Ursula menggambarkan kemajuan gradual hubungan Indonesia dengan Eropa. Dari penggunaan visa multi entri, Visa Schengen yang terbatas ke wilayah Benelux (Belgia, Netherland, Luxemburg) dan Prancis ke seluruh wilayah negara-negara Uni Eropa.

Presiden Komisi UE Ursula memberi perhatian khas tentang masyarakat Indonesia dan Uni Eropa. "Merekalah yang seharusnya menjadi yang pertama merasakan manfaat dari hubungan kita yang lebih kuat," ungkapnya.

"Oleh karena itu, dengan bangga saya umumkan bahwa Komisi Eropa telah mengadopsi keputusan tentang visa cascade. Artinya, mulai sekarang, warga negara Indonesia yang mengunjungi Uni Eropa untuk kedua kalinya akan memenuhi syarat untuk visa multi-entri visa schengen," tambahnya.

Visa cascade terkait visa Schengen merujuk pada sistem penerbitan visa berjenjang di mana masa berlaku dan durasinya ditentukan berdasarkan riwayat perjalanan pemohon dan patuh pada peraturan tentang visa.

"Ini akan memudahkan kunjungan, investasi, studi, dan koneksi. Singkatnya, kami sedang membangun jembatan antara masyarakat kita," jelas Ursula.

Indonesia Uni Eropa Banyak Kesamaan

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden UE Ursula von der Leyen telah mencapai beberapa kesepakatan politik dan  kemitraan ekonomi komprehensif.

Ursula mengemukakan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama keduanya di Brussels. Dia berharap, pertemuan tersebut menjadi salah satu dari banyak pertemuan berikutnya. karena Eropa dan Indonesia memiliki banyak kesamaan.

Indonesia dan negara-negara Uni Eropa merpakan negara demokrasi yang dinamis dan beragam. Faktanya, kata Ursula, "Kita menemukan bahwa semboyan nasional Indonesia adalah persatuan dan keberagaman. Unity and diversity. Salah satu prinsip dasar kita di Uni Eropa adalah bersatu dalam keberagaman."

Jadi, katanya, "kita berbagi nilai dan ambisi yang sama." Ursula menyebut contoh, Indonesia dan Uni Eropa sama berkomitmen pada transisi energi bersih yang tidak meninggalkan siapa pun. "Dan saya sangat senang bahwa kemitraan transisi energi kita yang adil berhasil." cetusnya.

Ursula mengemukakan,  "Kita hidup di masa yang penuh gejolak. Dan ketika ketidakpastian ekonomi bertemu dengan volatilitas geopolitik, mitra seperti kita harus semakin erat. Maka hari ini kita mengambil langkah maju yang besar dalam kemitraan ini, dan kita melakukannya dalam tiga bidang utama."

Ursula menyebut, tiga bidang utama itu meliputi perdagangan, politik dan hubungan masyarakat. "Kita baru saja mencapai kesepakatan politik tentang perjanjian perdagangan bebas yang ambisius. Ini merupakan perjanjian kemitraan ekonomi yang komprehensif. Kita menyebutnya SEPA (Single Europe Payment Area)," katanya.

SEPA merupakan sistem pembayaran berdenominasi euro di seluruh Eropa yang memungkinkan bisnis dan setiap orang melakukan dan menerima pembayaran euro secara terintegrasi mirip dengan transfer domestik.

Dikemukakan juga oleh Ursula, setelah 10 tahun negosiasi, melalui lawatan Presiden Prabowo, itu Uni Eropa dan Indonesia mencapai terobosan kesepakatan.

"Bersama-sama, kita mengirimkan pesan yang kuat tentang pentingnya kemitraan jangka panjang yang dapat diprediksi. Kemitraan yang dibangun di atas kepercayaan, timbal balik, transparansi, dan nilai-nilai bersama," urai Ursula. | tique

Editor : delanova | Sumber : CEU
 
Humaniora
30 Apr 26, 15:18 WIB | Dilihat : 154
Layanan Fast Track Memudahkan Jamaah Haji 2026
25 Apr 26, 18:31 WIB | Dilihat : 197
Dahilang
20 Apr 26, 13:48 WIB | Dilihat : 495
Perihal Wartawan Senior Indonesia 60 Plus
17 Apr 26, 08:10 WIB | Dilihat : 330
Menguatkan Fungsi BAZNAS Melayani Umat
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Apr 26, 19:38 WIB | Dilihat : 276
Pertamina Hulu Energi Raih IFR Asia Award 2025
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 530
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 674
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
Selanjutnya