Pilu Neal Untuk Abbott

| dilihat 2183

AKARPADINEWS.COM|Beverley Neal tak habis pikir dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Australia yang "mati-matian" membela dua warganya yang menjadi gembong narkoba yang dikenal Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukurman. Neal, warga Australia yang tinggal di Melbourne, itu juga menentang aksi dukungan pada Chan dan Sukurman di Australia. Sebaliknya, Neal, mendukung rencana pemerintah yang akan segera mengeksekusi Chan dan Sukurman.

Sebagai seorang ibu, Neal merasakan dampak dari narkoba. Heroin telah merenggut Jeniffer Neal, putrinya saat berusia 17 tahun. Karenanya, Neal mengharap Chan dan Sukurman segera dihukum mati. Dia mengecam para pendukung Chan dan Sukurman yang dianggap seperti pahlawan. Padahal, kata dia, entah berapa banyak korban tewas akibat narkotika jika Chan dan Sukurman tidak ditangkap di Bali.

Sikap Neal itu menjadi tamparan bagi Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Langkah diplomatik yang dilakukan Abbott rupanya tidak didukung warganya. Ketika Abbott dan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengecam rencana eksekusi yang akan dilakukan pemerintah Indonesia terhadap dua warga negara Australia, Neal justru mengritik sikap pemimpinnya. “Mereka (Chan dan Sukurman) bukan pahlawan, mereka kriminal. Kita tidak pernah tahu berapa banyak nyawa melayang bila mereka tidak ditangkap di Bali”, ujar seperti dikutip news.com.au, Sabtu (21/2).

Neal menyatakan, heroin telah merenggut putri kesayangannya. Neal masih berkabung atas kejadian yang memilukan di tahun 1997 itu. “Sudah 18 tahun, tiga bulan dan 20 hari saya berkabung,” tegas Neal menggambarkan suasana hatinya.

Neal mengisahkan, tentang keadaan anaknya sebelum berkenalan dengan heroin. Jennifer, menurut Neal, merupakan seorang gadis cerdas dan cantik. Saat itu, Jennifer tengah memasuki tahun pertamanya berkuliah. Neal mengisahkan ulah pengedar narkotika yang mencekoki anaknya hingga Jennifer kecanduan. “Mereka (pengedar) mencekoki Jennifer hingga akhirnya kecanduan heroin. Setidaknya empat kali upaya itu dilakukan”, ucap Neal.

Karenanya, Neal amat membenci para pengendar narkoba. Wajar jika mendukung hukuman mati terhadap Chan dan Sukurman. Neal mengatakan, dirinya tidak simpatik dalam bentuk apapun pada pengedar narkotika dan pelaku perdagangan manusia (human trafficking). “Pengedar narkotika dan perdagangan manusia itu adalah kriminal berbahaya,” ujarnya.

Neal berharap, Australia mencontoh Indonesia yang memberlakukan hukuman berat bagi para pengedar narkotika. Dengan begitu, tidak ada lagi jatuh korban-korban narkoba. Sikap Neal itu rupanya didukung ribuan orang tua yang senasib dengannya di Australia. Mereka mendesak hukuman mati pada pengedar narkotika diberlakukan di Australia. Neal berpandangan, narkotika merupakan masalah yang mengerikan.

Neal juga merasa muak dengan pernyataan Abbott yang mengungkit bantuan korban tsunami Aceh tahun 2004 lalu agar pemerintah Indonesia meringankan hukuman narapidana Bali Nine. Dia menganggap pernyataan Abbott itu sudah termasuk ke dalam bentuk bullying Australia kepada Indonesia.

Neal masih teringat jika tiga bulan lalu Abbott secara diplomatis menyikapi kasus Bali Nine dengan menghormati proses hukum yang berlaku di Indonesia. Namun, Neal geram karena pernyataan Abbott cenderung mengikuti aspirasi warga Australia yang tak merasakan dampak narkotika.

Membela warga negara memang kewajiban semua negara. Namun, dapat menjadi bomerang bagi pemerintah jika upaya yang dilakukan menuai penolakan sebagian warganya. Dan, Abbott perlu merenungi perkataannya dan menyatakan permohonan maaf, khususnya pada masyarakat Aceh.

Abbott pun tentu menyadari jika ada koridor yang seharusnya dipatuhi, guna menghindari reaksi pemerintah negara lain tatkala memperjuangkan nasib warganya.

Karenanya, alangkah bijak bila Abbott secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait pernyataannya yang mengungkit-ungkit bantuan Australia untuk korban Tsunami Aceh. Dan, yang juga penting, Abbott perlu bercermin pada Neal yang merasakan duka mendalam akibat putri kesayangannya menjadi korban narkoba.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Humaniora
30 Apr 26, 15:18 WIB | Dilihat : 129
Layanan Fast Track Memudahkan Jamaah Haji 2026
25 Apr 26, 18:31 WIB | Dilihat : 194
Dahilang
20 Apr 26, 13:48 WIB | Dilihat : 486
Perihal Wartawan Senior Indonesia 60 Plus
17 Apr 26, 08:10 WIB | Dilihat : 325
Menguatkan Fungsi BAZNAS Melayani Umat
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
16 Apr 26, 19:38 WIB | Dilihat : 270
Pertamina Hulu Energi Raih IFR Asia Award 2025
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 529
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 671
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
Selanjutnya