FILIPINA, AKARPADINEWS.Com - Wabah virus ebola telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Afrika Barat dari 8.300 orang yang tertular karena itu Direktur Badan Kesehatan Sedunia (WHO) Margaret Chan mengatakan Ebola menimbulkan ancaman terhadap negara dan masyarakat di Afrika Barat.
Dalam pernyataan pada konferensi kesehatan di Filipina, Direktur Badan Kesehatan Sedunia (WHO) Margaret Chan memperingatkan jumlah penderita yang “meningkat secara luar biasa” di Liberia, Guinea dan Sierra Leone, dan mengatakan perebakan itu menunjukkan betapa dunia tidak siap menghadapi keadaan darurat kesehatan umum yang parah dan berkelanjutan.
Pejabat-pejabat PBB lainnya – termasuk Sekjen PBB Ban Ki-Moon menyampaikan peringatan serupa tentang wabah Ebola yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Afrika Barat.
Di Liberia, sebagian besar petugas medis hari Senin tetap bekerja, mengabaikan seruan mogok. Serikat Petugas Medis Liberia menuntut agar para pekerja memperoleh tunjangan khusus yang lebih besar karena melakukan pekerjaan yang berbahaya dan membuat diri mereka rentan tertular virus Ebola.
Dalam wawancara dengan voa, Wakil Menteri Kesehatan Liberia Tolbert Nyensuah mengatakan pemerintah tidak bisa memenuhi seluruh tuntutan serikat itu, karena harus terus membuka klinik-klinik perawatan Ebola yang baru.
WHO mengatakan Ebola tahun ini saja telah menewaskan lebih dari 2.300 orang di Liberia, termasuk 95 petugas medis. Para pekerja mengeluhkan kurangnya perlengkapan untuk melindungi diri dari virus Ebola.
Sementara itu Badan Kesehatan Masyarakat di Kanada hari Senin mengatakan tahap awal uji klinis vaksin eksperimen Ebola telah dimulai. Vaksin itu menunjukkan hasil baik dalam uji medis terhadap hewan dan akan diujicoba pada manusia di Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed di Maryland.
Mayoritas Petugas Medis Liberia Tolak Seruan Mogok
Sementara itu, sebagian besar petugas medis di Liberia tetap bekerja pada hari Senin, mengabaikan seruan mogok yang bisa mengganggu upaya memberantas wabah Ebola.
Serikat Petugas Medis Liberia sebelumnya mengajak anggota-anggotanya untuk tetap tinggal di rumah hingga mereka menerima tunjangan khusus yang lebih besar karena bekerja di tempat berbahaya, yang pernah dijanjikan oleh pemerintah Liberia. Tetapi beberapa pejabat rumah sakit mengatakan mayoritas perawat dan asisten dokter tetap masuk kerja, dan fasilitas-fasilitas medis tetap beroperasi.
Sekjen serikat pekerja Liberia, George Williams menuduh pemerintah menekan para pekerja supaya jangan mogok kerja. Kantor berita Reuters mengutip Menteri Kesehatan Liberia Walter Swenigale yang mengatakan, tunjangan khusus yang dijanjikan kini tersedia dan sedang dibagikan.