
BALIKPAPAN, AKARPADINEWS.COM | BANDARA Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Sepinggan – Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan salah satu bandar udara hemat energi yang sesuai dengan standar eco airport secara internasional. Seluruh unsur bangunan terminal ini, mulai dari desain, konstruksi, struktur sampai atap sudah memenuhi standar internasional eco building.
Erik - Manajer Proyek Wika yang memimpin konsorsium Wika – Adhi Karya – PP selaku pelaksana pembangunan bandara ini menjelaskan, “Terminal bandara ini sangat efisien dalam menggunakan daya listerik untuk penerangan maupun air conditioning.”
Dijelaskan oleh Erik, Dinding kaca dan bahan atap yang dipergunakan bandara ini sudah menapis panas. Tak hanya itu, bangunan terminal bandara ini juga banyak bukaan koridor, yang memfungsikan atap dan dinding bandara ini sebagai penapis panas. Selain itu, sirkulasi arus penumpang dan pengunjung juga lebih simpel.
“Setiap penumpang yang masuk ke bandar udara ini sudah bisa melihat dan mengetahui di mana boarding lounge, karena alurnya tidak berliku-liku. Tapi, perawatannya kelak agak berat,” ungkap Erik.
Dalam hal penggunaan air untuk terminal atau gedung utama bandar udara ini, menurut Erik, masih mengandalkan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) setempat. Namun, untuk keperluan toilet dipergunakan air olahan melalui proses water treatment.
Sanitasi bandar udara ini juga sudah memenuhi persyaratan eco airport, karena peralatan sanitair di bandar udara ini sangat hemat air. “Mulanya ada rencana melakukan proses pengolahan air hujan, tapi karena memerlukan tandon yang sangat besar, rencana itu urung dilaksanakan.” Hal lain yang juga urung diterapkan di bandara ini, adalah rencana penggunaan gas sebagai sumber energi untuk memanfaatkan potensi gas alam di Balikpapan. Namun demikian, pengembangannya kelak mudah menerapkannya, karena sudah didesain dan dirancang lengkap penggunaan energi alternatifnya.
“Ya, sudah sesuai dengan konsep eco airport atau green airport yang dikehendaki Angkasa Pura Airports. Dari kualifikasi eco building, bandar udara ini sudah sampai tahap silver,” katanya. Jadi tinggal satu grade lagi mencapai level atau kualifikasi gold.
Menjawab pertanyaan akarpadinews.com, Erik menjelaskan, sistem di bandara ini, juga peka terhadap asap. Terminal bandara ini dilengkapi dengan pemindai yang bisa mendeteksi asap rokok. Jadi, di bandara ini jangan coba-coba merokok sembarangan, kecuali di tempat terbatas yang masih disediakan untuk perokok. | noora