Menanti Aksi Sane di Manchester Biru

| dilihat 4289

AKARPADINEWS.COM | LEROY Sane, pemain asal klub dari Jerman, Schalke yang diboyong Manchester City menuai perhatian. Pasalnya, harga untuk membeli pemain muda itu cukup mahal. Manchester City harus menggelontorkan uang sebesar 37 juta Poundsterling atau setara dengan Rp646 miliar untuk membawa Sane ke Etihad Stadium, markas City hingga 2021 mendatang.

Namun, pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola menyakini, pembelian Sane merupakan investasi untuk skuat Manchester City. Sane merupakan salah satu talenta muda berbakat yang telah membuktikan dirinya di klub Schalke dan tim nasional Jerman.

Kala masih bergabung dengan Schalke, pemain kelahiran 11 Januari 1996 itu, telah bermain sebanyak 55 laga, termasuk 23 penampilan pada Bundesliga musim 2015-2016. Dari total permainannya itu, Sane membubuhkan gol sebanyak 13 gol dan delapan umpan berbuah gol, di antaranya delapan gol dan enam umpan dalam penampilannya di Bundesliga musim ini.

Di usia 20 tahun, Sane mendapatkan posisi utama dalam skuat Schalke. April 2014 lalu, merupakan penampilan kali pertamanya untuk Schalke melawan Stuttgart. Di laga itu, Sane tampil sebagai pemain pengganti menjelang akhir laga. Sayangnya, pada laga itu, Schalke harus kalah telak 3-1.

Di musim selanjutnya, anak dari pasangan Souleyman Sane dan Regina Weber-Sane tersebut berhasil merebut tempat utama di tim Schalke. Dia dipercaya karena kemampuan apiknya dalam menggiring bola dan kecepatannya yang luar biasa. Sane juga mampu bermain di beberapa posisi.

Sane biasa bermain pada posisi penyerang sayap. Di posisi itu, Sane mampu menunjukan kecepatan optimalnya dan keahlian dribling bolanya. Dia sering menyisir sisi lapangan ketika melakukan penyerangan. Sane juga sering melakukan penetrasi langsung ke kotak pinalti lawan yang sering membuat kelabakan pemain pertahanan lawan.

Lalu, ketika dia diposisikan sebagai gelandang, baik itu gelandang tengah, serang maupun sayap, Sane mampu menciptakan kesempatan terjadinya gol. Di musim lalu, Sane mampu menciptakan 28 peluang gol dari berbagai posisi yang dimainkannya, terutama pada posisi gelandang tengah. Statistik itu menunjukkan dirinya mampu sebagai team player yang baik.

Tak hanya menyerang, Sane juga kerap memberikan kontribusi untuk memperkuat pertahanan. Dia sering turun ke belakang untuk membantu pertahanan. Dan, saat berada di pertahanan, Sane sering dengan cepat melakukan serangan balik.

Kualitas yang dimiliki Sane itu yang membuat Guardiola kepincut sejak saat masih menjadi pelatih Bayern Munich. Pelatih berusia 45 tahun itu menilai, Sane merupakan pemain bertalenta dan memiliki gaya permainan yang menarik. Menurutnya, punggawa Tim Nasional (Timnas) Jerman itu memiliki kemampuan teknik yang sangat baik. Hal itu terlihat dari caranya menggiring bola di lapangan.

“Dia (Sane) cepat, senang membuka peluang untuk koleganya, seorang pekerja keras untuk timnya, dan yang terpenting ialah, mampu mencetak angka. Selain itu, dia memiliki kepribadian yang baik sehingga dapat diterima dengan cepat oleh teman satu timnya,” ungkap Pep.

Pep pun memprediksi, Sane dapat menjadi bintang masa depan. “Pada usia 20 tahun, dia sudah masuk ke dalam Timnas senior Jerman. Saya rasa, dia akan menjadi aset penting bagi klub kami (Manchester City). Kami sangat senang dia mau bergabung bersama kami,” ujar mantan pelatih Bercelona tersebut.

Sebelum bergabung bersama City, Sane juga diperebutkan beberapa klub elit Eropa, yakni Barcelona dan Real Madrid. Tetapi, Sane lebih memilih City dibandingkan dua klub papan atas Eropa tersebut.

Alasannya polos, yakni ingin bermain di bawah kepelatihan Pep. Menurutnya, Pep merupakan sosok pelatih ternama dan berkualitas. Hal itu terlihat dari perolehan trofi yang diberikan Pep kepada Barcelona dan Munich.

“Alasan utama saya bergabung dengan City ialah Pep Guardiola. Dia berhasil membujuk saya untuk bergabung. Saya yakin, dengan bermain di bawahnya, saya dapat berkembang dan belajar banyak dan dapat meningkatkan karir selama di bawah asuhannya. Sebelumnya, saya sudah mengikuti Pep dari semenjak di Barcelona hingga Munich. Dan, saya melihat dia sangat bagus dalam membentuk permainan para pemain muda (seperti saya),” ungkap Sane.

Meski diapresiasi, Sane harus mampu membuktikan kualitas permainannya di Manchester City. Sebab, The Citizen, memiliki banyak pemain bertalenta. Di klub tersebut, Sane harus bersaing dengan Raheem Sterling.

Pemain berusia 21 tahun itu setipe dengan Sane. Dia memiliki kemampuan menggiring bola yang cukup baik. Sterling juga mampu bermain di beberapa posisi, baik di tengah ataupun depan. Dia juga bisa bermain sebagai gelandang sayap maupun penyerang sayap.

Sterling juga pernah bermain di dua klub ternama di Inggris, yakni Liverpool dan Manchester City. Pengalaman itu membuatnya lebih matang di lapangan dan sudah mampu beradaptasi dengan pola permainan sepakbola di Liga Premier Inggris.

Di Manchester City, Sterling telah tampil di 47 laga, termasuk 23 laga di Liga Premier Inggris musim 2015-2016. Dari total permainannya itu, Sterling telah mencetak 11 gol dan delapan umpan, termasuk enam gol dan dua umpan di Liga Premier Inggris musim lalu.

Ketika dirinya membela Liverpool dari tahun 2012-2015, Sterling telah tampil sebanyak 128 laga dan menjadi langganan di tim utama The Reds. Selama berkarir di Liverpool, Sterling mencetak 23 gol dan 18 umpan.

Meski pengalamannya lebih unggul, keberadaan Sterling bisa saja tergeser oleh Sane bila tidak menunjukkan permainan terbaiknya di hadapan Guardiola. Namun demikian, jika Guardiola mampu meracik kedua pemain itu dengan baik, maka akan menjadi peluru yang mampu menembus jantung pertahanan lawan. Pastinya, City akan tampil menyeramkan di musim mendatang.

Setelah mendapatkan Sane dan beberapa pemain yang telah lebih dahulu bergabung di jendela transfer musim panas ini, seperti IIkay Gundogan, Nolito, dan Aaron Mooy, Guardiola juga membidik pemain belakang Everton, Johns Stones. Selain itu, Guardiola tengah melakukan aksi transformasi di tubuh Manchester City hingga Liga Premier Inggris musim 2016-2017 dimulai.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Euro Sports/Sky Sports/Mirror/BBC/Statbunker/Who Scored/ESPN FC Asia
 
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 329
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 414
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 585
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya
Humaniora
13 Okt 21, 09:25 WIB | Dilihat : 115
Pendekar Mabuk di Tengah Coronastrope
05 Okt 21, 16:00 WIB | Dilihat : 243
Penista Nabi Muhammad Mati Dilahap Truk
03 Sep 21, 12:31 WIB | Dilihat : 205
Membaca Tantangan Abad 21 dan Hegemoni Pendidikan Global
20 Agt 21, 09:28 WIB | Dilihat : 566
Politik Kematian Simbol Kediktatoran
Selanjutnya