Conte Berlabuh ke Chelsea

| dilihat 2424

AKARPADINEWS.COM | Liga Premier Inggris musim 2015-2016 menjadi musim yang tidak menyenangkan bagi beberapa klub elit Inggris. Salah satunya Chelsea. Bagaimana tidak, klub milik Roman Abramovich itu tak mampu menggenjot performanya. Chelsea masih bertengger di papan tengah klasemen musim ini.

Setelah pada Desember tahun lalu memecat Jose Mourinho, penampilan tim yang bermarkas di Stamford Bridge ini seakan kehilangan roh permainannya. Aksi para pemainnya kurang ciamik dan sulit meraih kemenangan sempurna di sejumlah laga.

Pada musim ini, klub berjuluk The Blues itu hanya mampu meraih 10 kemenangan dari 29 laga Liga Premier Inggris. Sulit kiranya mendongkrak permainan Chelsea di musim ini jika tidak melakukan perombakan, termasuk mencari sosok pelatih untuk menghadapi musim depan.

Untuk itu, Abramovich telah melakukan pendekatan dengan mantan pelatih Juventus, Antonio Conte. Pilihan sang pengusaha minyak asal Rusia itu kepada Conte bukan tanpa alasan. Conte, yang kini melatih tim nasional Italia, dikenal pelatih bertangan dingin dengan segudang prestasi.

Kala menukangi Juventus, Conte berhasil membawa klub asal Kota Turin itu memenangi Liga Serie A Italia. Di bawah asuhannya, Juve juga merengkuh tiga piala Scudetto dan kembali berjaya di tanah Italia, semenjak terdegradasi atas kasus Calciopolli yang menimpa klub tersebut. Selain itu, pelatih berusia 46 tahun tersebut, mampu membuat performa Si Nyonya Tua, julukan Juventus, menjadi lebih berwarna dan berkelas.

Tak hanya itu, ketika menukangi Tim Nasional (Timnas) Italia, untuk kualifikasi Piala Euro 2016, pada fase Grup H, Italia yang berada satu grup dengan Kroasia, Bulgaria, Norwegia, Azerbaijan, dan Malta, berhasil memenangi tujuh pertandingan dan tiga kali seri dari 10 laga. Atas keberhasilannya itu, Conte mengantarkan Italia berada dalam Grup E bersama dengan Belgia, Irlandia, dan Swedia kala berlaga di Euro 2016 di Perancis.

Tak mudah bagi Abramovich mendapatkan tanda tangan Conte. Dia telah beberapa kali melakukan pendekatan. Terakhir, Abramovich bertemu Conte empat mata di Monaco. Pertemuan itu membuka sinyal pelatih asal Italia itu bergabung dengan Chelsea.

Conte pun dikabarkan akan meninggalkan Timnas Italia dan ingin kembali merasakan melatih sebuah klub profesional. Carlo Tavecchio, Presiden Federasi Sepakbola Italia kepada pers di Roma, Italia, Selasa (15/3) telah mengkonfirmasi, kabar perginya Conte dari kursi kepelatihan timnas Italia. “Conte akan meninggalkan Timnas (Italia) setelah perhelatan Piala Eropa (Euro 2016). Dia merasa terpanggil untuk melatih (sebuah klub) sebagai pilihan pekerjaan hariannya dan hal itu sangat kami mengerti,” ujar Tavecchio.

Meski dikabarkan akan segera meninggalkan Timnas Italia, Conte membuat pernyataan publik melalui akun media sosialnya. Dia berjanji akan tetap berkomitmen untuk tim kebanggaan masyarakat Italia hingga tugasnya selesai. “Saat ini, konsentrasi utama tertuju pada Piala Eropa, di mana kami akan mengeluarkan tenaga dan pengorbanan untuk menunjukkan usaha terbaik kami. Siapapun yang mengenal ku akan tahu seberapa besar komitmenku (kepada Timnas Italia),” tulis Conte di laman facebook pribadinya.

Conte pun menulis, dirinya merasa perlu untuk kembali merasakan suasana melatih klub seperti sebelum melatih Timnas Italia. “Saya merasa harus kembali sebuah klub sehingga mendapat kesempatan untuk melatih setiap hari. Saya ucapkan terima kasih kepada Tavecchio yang telah menemani saya (kala melatih Timnas Italia) dalam petualangan indah ini,” tulisnya.

Pernyataan Conte itu sudah jelas mengisyaratkan hasratnya melatih sebuah klub. Untuk mendapatkan jasa Conte, Chelsea dikabarkan harus merogoh koceknya hingga US$30 juta atau setara dengan Rp395 miliar untuk tiga musim melatih. Dengan gaji fantastis tersebut, Abramovich berharap, Conte mampu menaikan level permainan Chelsea menjadi lebih baik di musim depan dan kembali merengkuh gelar juara Liga Premier Inggris.

Bila telah resmi bergabung dengan Chelsea, Conte dikabarkan akan mengambil langkah cepat dengan mendatangkan beberapa pemain. Salah satu pemain yang ingin didatangkan Conte ialah mantan anak asuhnya di Juventus, yakni Paul Pogba. Pemain asal Perancis itu telah merasakan dua tahun diasuh tangan dingin Conte kala berhasil menjuarai Liga Serie A kisaran musim 2012 hingga 2014.

Di bawah asuhan Conte, Pogba berhasil membuktikan sebagai pemain bertaji setelah Manchester United (MU) membuangnya. Pemain berusia 23 tahun tersebut sangat mengagumi pendekatan Conte kepada para pemainnya. Dengan masuknya Pogba dalam skuad Chelsea, maka lini tengah tim tersebut akan lebih mampu melakukan penetrasi dan serangan yang lebih agresif, sekaligus memperkuat pertahanannya.

Selain Pogba, Conte diperkirakan akan merekrut Georgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, dua bek andalan Juventus. Kehadiran keduanya dipercaya akan memperkuat lini belakang Chelsea yang kini mudah ditembus oleh lawan-lawannya.

Pemilihan kedua bek asal Italia itu didasari kemampuan mengawal lini belakang Juve yang sulit ditembus klub lawan. Di musim ini, dengan berdirinya Chiellini dan Bonucci di lini belakang Juve, klub berseragam hitam dan putih itu hanya kebobolan 15 gol di liga dan 25 gol di seluruh turnamen.

Untuk daya gedor, pelatih kelahiran Lecce, Italia itu, akan memboyong Edinson Cavani dari Paris Saint-Germain (PSG). Tenaga pemain berusia 27 itu sangat dibutuhkan karena daya gedor Chelsea kini kurang tajam. Dengan kehadiran Cavani, Chelsea akan melepas Falcao atau Costa agar lini depan tidak menjadi gemuk. Kedua pemain Chelsea itu kemungkinan tersingkir karena di musim ini tidak tampil impresif.

Dengan deretan nama yang ditarget Conte untuk musim depan, bila berhasil mendapatkan mereka, Chelsea akan menjadi salah satu klub elit Inggris yang menakutkan. Dengan pemain-pemain tersebut dan kelihaian Conte, bukan tidak mungkin, Chelsea akan tampil agresif.

Kehadiran Conte di Liga Premier Inggris juga akan menambah panas kompetisi, setelah bergabungnya Pep Guardiola ke Manchester City. Liga Premier Inggris diperkirakan akan lebih atraktif dan dapat merebut perhatian publik dunia.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : The Guardian/Telegraph/Sky Sport/Dail Mail
 
Budaya
07 Okt 21, 09:26 WIB | Dilihat : 248
Cindai Kebangsaan yang Koyak dan Lusuh
05 Okt 21, 15:01 WIB | Dilihat : 228
Mengingat Siti Quburi di Tengah Arus Deformasi
30 Sep 21, 11:10 WIB | Dilihat : 169
Alih Rupa Sejarah
15 Sep 21, 11:09 WIB | Dilihat : 247
Prespektif Transformasi Budaya Betawi dari Setu Babakan
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1936
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 2301
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
Selanjutnya