Menanti Sajian Terbaru Si Anak Hutan

| dilihat 4130

AKARPADINEWS.COM | DISNEY akan menelurkan kembali animasi klasiknya ke dalam bentuk karakter nyata pada tahun 2016. Film yang berjudul The Jungle Book tersebut merupakan alih wahana dari film animasi yang diproduksi Disney pada tahun 1967 dengan judul yang sama.

The Jungle Book merupakan film alih wahana ke empat dari Disney yang berasal dari animasi klasiknya. Sebelumnya, Disney telah membuat animasi klasik Alice in Wonderland (1951), Sleeping Beauty (1959), dan Cinderella (1950). Ketiga film animasi klasik tersebut berubah rupa menjadi film Alice in Wonderland (2010), Maleficient (2014), dan Cinderella (2015).

The Jungle Book format baru, sama halnya dengan film yang mengangkat cerita dari buku kisah anak-anak karya Rudyard Kipling berjudul The Jungle Book bertahun terbit 1894. Kisah dalam buku itu mayoritas dilakoni fabel dan menceritakan Mowgli, anak manusia yang hidup dirawat oleh hewan-hewan di hutan. Kisah tentang Mowgli itulah yang diangkat ke dalam film The Jungle Book terbaru.

Sebagai bentuk alih wahana, ketiga film itu memiliki banyak perbedaan jika dibandingkan dengan film animasi aslinya. Film Alice in Wonderland menjadi sangat bernuansa gothic dibandingkan animasinya dan memberikan beberapa penggambaran tokoh yang lebih gelap. Ciri tersebut merupakan karakter dari sutradaranya, yakni Tim Burton, yang kerap mengeksplorasi cerita bertemakan gothic dan serba kegelapan. Selain itu, pada film alih wahananya, tokoh Mad Hatter, yang diperankan oleh Johnny Depp, cenderung mengedepankan aspek cerita lebih dalam ketimbang di animasinya.

Lalu, pada film Maleficient, terdapat perubahan sudut pandang penceritaan. Bila dalam film animasi klasiknya, Sleeping Beauty, sudut penceritaannya terdapat pada tokoh Aurora sebagai putri tidur, maka dalam film yang dibintangi Angelina Jolie itu sudut penceritaannya terdapat pada tokoh antagonis dari seri aslinya. Tak hanya itu, karakter Maleficient yang merupakan tokoh penyihir jahat di animasinya dibuat berbeda. Tokoh tersebut menjadi tokoh berkarakter baik dan berlawanan dengan animasi aslinya.

Berbeda dengan kedua film alih wahana sebelumnya, film Cinderella tahun 2015 masih setia pada alur penceritaan dan penokohannya. Perbedaan mencolok dari film yang dibintangi oleh Lily James tersebut hanya kedalaman penokohan dari tiap tokoh yang ada di cerita. Kedalaman penokohan itu membuat konflik yang sudah lumrah diketahui oleh orang awam menjadi lebih terjelaskan dan lebih logis.

Ketiga film itu juga menggunakan teknologi computer generated imagery (CGI) untuk menampilkan imajinasi dalam film versi manusia dari film animasinya. Teknik tersebut diperlukan agar dapat menjawab ekspektasi imajinasi penonton terhadap film tersebut. Teknologi itu juga memungkinkan menampilkan beberapa bagian alur yang sulit ditampilkan secara akting biasa, seperti adegan perubahan kereta kuda Cinderella dari sebuah labu.

Melihat dari film-film hasil alih wahana terdahulu, ada harapan besar terhadap film The Jungle Book. Karena, tokoh-tokoh dari film animasinya memiliki karakter yang sangat kental dan mengendap dalam memori pecintanya yang kini sudah beranjak dewasa. Terutama tokoh Baloo, diperankan Phil Harris, yang merupakan beruang periang, dan Bagheera yang diperankan Sebastian Cabot, yang merupakan macan kumbang bijaksana sangat ikonik dan memiliki kesan tersendiri di benak pecintanya.

Selain kedua tokoh itu, tokoh antagonisnya pun tak kalah berkarakter. Tokoh tersebut di antaranya Shere Khan yang diperankan George Sanders, seekor harimau jahat dan Kaa yang diperankan Sterling Holloway, seekor ular penghipnotis. Kedua tokoh itu membuat ikon bahwa seseorang yang jahat dan kuat itu seperti harimau dan orang jahat nan licik. Penanda itu membekas di imajinasi anak-anak kala film animasinya meluncur pada tahun 1967.

Jika melihat aktor dan aktris yang akan bergabung dalam film The Jungle Book versi anyar ini, ada harapan yang ingin diberikan Disney kepada penggemarnya, dengan menghadirkan beberapa bintang di antaranya Idris Elba sebagai Shere Khan, Scarlett Johannsson sebagai Kaa, Ben Kingsley sebagai Bagheera, Bill Murray sebagai Baloo, Christopher Walken sebagai King Louie, Lupita Nyong’o sebagai Rakhsa, dan Giancarlo Esposito sebagai Akela. Selain itu, dalam film ini akan mengenalkan aktor pendatang baru, yakni Neel Sethi sebagai Mowgli.

The Jungle Book ini akan disutradarai Jon Favreau, yang bukan sutradara baru di kancah perfilman produksi Disney. Pria kelahiran 19 Oktober 1966 ini merupakan sutradara film trilogi Iron Man yang diproduksi Disney dan Marvel.

The Jungle Book terbaru nampaknya tidak akan mengalami perubahan secara signifikan. Karena, berdasarkan Trilogi Iron Man, sutradara berusia 49 tahun ini akan setia pada garis besar alur cerita. Perubahan yang terjadi mungkin disebabkan kebutuhan kedalaman cerita dan faktor penggunaan teknologi CGI.

Penggunaan teknologi itu disebabkan banyaknya tokoh binatang yang akan berdialog. Selain itu, nuansa hutan dalam film tersebut juga diperkuat dengan CGI agar dapat memuaskan ekspektasi penonton.

The Jungle Book versi Favreau ini layak dinanti, khususnya mereka yang masa kecilnya dihiasi oleh film animasi klasik. Agaknya, perubahan yang akan dibuat Favreau akan mengejutkan para penggemar film Disney.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Cinema Blend
 
Polhukam
03 Apr 26, 19:23 WIB | Dilihat : 91
Rudal Iran sebagai Platform Baru Media
03 Apr 26, 11:46 WIB | Dilihat : 102
Perlawanan Iran Terus Berlangsung
30 Mar 26, 22:21 WIB | Dilihat : 167
Jutaan Rakyat AS Demo Anti Trump
30 Mar 26, 06:38 WIB | Dilihat : 186
Lawan Trumph dan Akhiri Perang dengan Iran
Selanjutnya
Energi & Tambang
21 Mar 26, 09:31 WIB | Dilihat : 351
Berlebaran di Anjung Tengah Laut
29 Des 25, 06:55 WIB | Dilihat : 630
Pertamina Hulu Rokan Pelopor Teknologi CEOR di Indonesia
19 Nov 25, 12:11 WIB | Dilihat : 711
Pertamina Hulu Energi Tunjukan Kinerja Unggul
Selanjutnya