
PARTAI DEMOKRAT (PD) akan menggelar Kongres di Surabaya (11-13 Mei 2015). Tak hanya para kader partai berlambang bintang Mercy, itu yang sibuk, tapi juga media mainstream yang menjadi partisan partai lain.
Salah satu media, sejak beberapa pekan terakhir bahkan sudah menggelar talkshow, yang mengesankan seolah-olah ada gejolak di tubuh partai yang kini dipimpin Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Secara tendensius, dalam suatu talkshow yang menampilkan pembicara dari kalangan pengamat politik yang memang ‘Anti Partai Demokrat,’ dan kader ‘senior’ yang ‘seolah-olah’ menghendaki perubahan, dikesankan PD mulai kisruh.
Terkesan, ada upaya dari luar dan dalam PD, partai yang pernah memenangkan Pemilu 2009, itu akan dikondisikan seperti Partai Golkar dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan), terpecah. Modus ‘intervensi’ media yang dipergunakan juga sama. Menyoal hal-hal printil teknis kongres, yang akhirnya akan dapat menimbulkan ‘kongres kembar.’
Politik devide et impera yang berhasil ‘melumpuhkan’ PPP dan Partai Golkar, dianggap ampuh untuk menggoyang partai yang sedang menemukan momentum emas untuk bangkit itu. Mengacu pada Kongres II PD di Bandung, yang menjadi pintu masuk penghancuran partai dari dalam dengan masuknya kader- kader sempalan yang merusak citra dan kredibilitas PD, mestinya seluruh pimpinan dan kader PD mesti sunggu waspada. Khasnya, menjaga integritas kader dan kredibilitas partai, agar tak tersusupi lagi oleh predator yang akan menghancurkan partai.
Seluruh pimpinan dan kader PD di seluruh Indonesia, sejak kini mesti menyadari tanggungjawab untuk mengelola dirinya masing-masing. Terutama untuk menjaga marwah Kongres PD 2015 yang clean and clear. Tidak terkontaminasi oleh para peserta yang datang hanya untuk kepentingan faksional.
Seluruh pemimpin, pengurus, dan kader partai yang menjadi peserta Kongres PD 2015, mesti sama bersikap, bahwa inilah forum yang paling tepat bagi PD untuk bangkit dan mendapatkan kembali marwahnya. Apalagi, ketika terjadi peralihan kepemimpinan nasional dengan segala variannya, amat memungkinkan berlangsungnya proses pembonsaian, bahkan penghancuran PD. Baik untuk kepentingan memelihara langgeng dan kuatnya kekuasaan, maupun untuk kepentingan taktikal lainnya.

Dalam konteks itu juga, akal sehat politik harus mampu menghadapi akal-akalan politik yang bisa diseludupkan ke dalam kongres. Apalagi, ketika PD merupakan partai yang tidak punya wahana komunikasi massa yang adil dan luas untuk memelihara komunikasi politiknya kepada rakyat.
Salah satu langkah yang harus ditempuh oleh PD – menjelang, saat, dan selepas kongres – adalah membentuk tim komunikator yang tangguh. Paling tidak untuk menghadapi lawan – lawan politik, termasuk pengamat politik yang memang tidak menghendaki PD bangkit.
PD harus mempunyai strategi komunikasi politik yang jitu dan tidak menyerahkan praktik komunikasi politik kepada sembarang orang, yang selama ini terbukti, membuat pamor PD justru merosot tajam. Termasuk memberlakukan kebijakan one gate communication system. Secara bersamaan, kebijakan ini perlu diperkuat oleh penguatan jaringan berbasis people relations langsung kepada rakyat.
PD harus dibebaskan dari para petualang politik dan devoila bandidos yang menjadikan partai hanya sebagai alat berkuasa dan kepentingan sesaat. PD harus dikembalikan sebagai partai kader, yang dalam situasi dan kondisi apapun jelas arah pergerakannya.
Sebagai partai kader, tentu melalui Kongres PD 2015, harus berkembang pemikiran transformasional, perubahan dramatik dengan tetap menjaga dan memelihara prinsip dan asas demokrasi. Yaitu, cara mencapai tujuan kolektif dan harmoni.
Karena itu, basis-basis partai di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota yang sudah jelas jangan diintervensi oleh aneka kepentingan parsial yang justru akan melemahkan partai. Selebihnya, Kongres PD 2015, juga harus melakukan reorientasi perjuangan melalui platform dan program partai yang sungguh sesuai dengan asas nasionalis religius secara pluralis dan multi-kulturalis.
Dengan kesungguhan menjadikan Kongres PD2015 sebagai ajang untuk melakukan reborn, kita boleh yakin, momentum 2019 merupakan peluang emas kebangkitan PD. | Bang Sem