Presiden Lula Bertukar Kaus

Trump Kunjungi Walikota New York Mamdani di Gracie Mansion

| dilihat 59

NEWYORK | SIDANG Umum Persarikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahunan yang berlangsung bulan September, selalu diwarnai dengan berbagai peristiwa yang tak terduga sebelumnya.

Pun demikian dengan tahun ini. Walikota New York selalu menjadi 'bintang.' Maklum. persidangan berlangsung di markas Besar PBB , yang berlokasi di kawasan Manhattan - New York. Apalagi kini, New York dipimpin Walikota Zohran Mamdani, anak muda, putera pasangan imigran Mahmood Mamdani dengan sutradara dan produser film Mira Nair. Zohran Mamdani juga suami dari Rama Duwaji, seniman seni rupa (ilustrator, animator, keramikis kelahiran Houston, Texas.

Selasa (22/9/26) secara mengejutkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunjungi Zohran Mamdani di kediaman resmi Walikota New York, Gracie Mansion yang terletak di dalam Carl Schurz Park, tepi East River di kawasan Upper East Side, Manhattan. Rumah bersejarah bergaya Federal ini dibangun pada tahun 1799 oleh Archibald Gracie, seorang saudagar kaya di masanya.

Pertemuan dua pemimpin AS dengan posisi, ideologi dan partai politik yang berbeda secara diametral itu lekas tular. Dalam percakapan dengan awak media di salah satu sisi halaman rumah itu, Mamdani menjelaskan. "Siang ini, Presiden Trump dan saya bertemu di Gracie Mansion untuk membahas kota yang sama-sama beruntung kita layani, yaitu New York City."

Sejak kampanye dan terpilih sebagai Walikota New York, ini adalah pertemuan Mamdani - Trump untuk yang ketiga-kali. Sebelumnya pertemuan dilakukan secara official di Gedung Putih, Washington DC.

"Setiap kali Presiden dan saya berbincang, topiknya selalu sama: bagaimana meningkatkan taraf hidup warga New York. Lantas  bagaimana pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk mengatasi krisis biaya hidup, demi menumbuhkan ekonomi serta membangun New York yang lebih baik dan lebih kuat," ujar Mamdani.

Walikota New York muslim pertama berusia 34 tahun yang selalu tersenyum dan tertawa lepas, itu lalu mengemukakan, "Setiap hari, jutaan warga New York berjuang untuk sekadar bertahan hidup." Ia menggambarkan, kota yang dipimpinnya merupakan kota dengan biaya untuk hidup layak sangat tinggi.

Ia menambahkan, di New York  masa depan yang penuh peluang dan kemakmuran terasa selalu sulit digapai — seolah hanya berjarak satu kali penerimaan gaji saja. Di kota yang menjadi standar utama kota Global dunia, itu martabat manusia seolah tidak diberikan kepada semua orang, melainkan hanya bisa dinikmati oleh segelintir pihak.

Kunjungan Trump menjadi menarik, karena merupakan kunjungan pertama seorang Presiden AS yang sedang memerintah. Apalagi ketika Trump yang juga dijuluki 'Anak New York," menyatakan, "Saya sangat menyukai New York dan tempat ini mencerminkan New York. Di sinilah wali kota tinggal dan terus tinggal. Kami pernah membahas hal ini jauh sebelumnya," ungkapnya.

Walikota Hebat

Ketika bertemu selepas Zohran Mamdani terpilih rakyat dan dilantik, Trump sepat berkata, "Anda harus pindah." Mungkin saat itu Zohran Mamdani sempat ragu untuk pindah ke Grace Mansion, lantaran tergolong cukup mewah. Lalu Trump mengatakan, "Saat Anda menjadi wali kota, Anda harus tinggal di sini... dan ia pun melakukannya."

Menurut Trump, bagian dalam rumah dinas, ini sangat bagus dan terawat dengan indah. "Tempat ini sungguh merepresentasikan New York. Tempat yang sangat penting," lanjut Trump.

Mamdani lantas mengatakan, ia sangat menghargai komitmen Presiden terhadap kota ini. Hari ini, Presiden berbagi banyak kenangan saat pernah mengunjungi Gracie Mansion sebelumnya, termasuk saat berada di halaman rumputnya. Kami juga menghargai diskusi tentang bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan biaya hidup yang lebih terjangkau bagi warga New York."

Dalam percakapan dengan pers secara bergantian, itu Mamdani, putera seorang guru besar ilmu antropologi dan pemerintahan di Universitas Columbia, lulusan doktoral Universitas Harvard, seperti biasa, lebih banyak tersenyum.

Trump lantas bicara tentang rumah dinas Walikota New York, itu.. "Saya sudah sering berada di Gracie Mansion selama bertahun-tahun; tempat ini sudah terasa seperti rumah saya sendiri dan merupakan tempat yang istimewa, tempat yang sangat indah saat Anda masuk ke dalamnya," cerita Trump.

Ia melanjutkan ceritanya, "Saya telah melihatnya bersama berbagai wali kota — ada yang hebat, ada pula yang tidak begitu hebat. Jadi, semoga Anda akan menjadi wali kota yang hebat. Saya berharap bisa mengatakan bahwa Anda akan menjadi wali kota yang hebat, dan Anda sudah mengawalinya dengan baik... Saya berada di New York untuk agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa besok," ujarnya.

Dengan gayanya yang khas, Trump mengungkap, "Besok saya memiliki banyak pertemuan—dan hari ini pun ada pertemuan yang sangat penting—dengan para pemimpin dari berbagai negara." Namun, menurutnya, momen kunjungannya ini terasa seperti kunjungan kembali ke tempat yang akrab bagi saya.

"Begitu banyak hal yang telah kami lakukan—begitu banyak pencapaian yang bermula dari rumah, kediaman, atau bangunan indah yang berdiri tepat di belakang saya ini," ungkapnya.

Mamdani Jumpai Presiden Lula

Selepas Presiden Trump bicara, lalu Walikota Mamdani menjelaskan, salah satu fokus pembicaraannya dengan presiden adalah tentang kemungkinan pembangunan lebih banyak perumahan di Kota New York.

"Kami telah membahas Sunnyside Yard. Sungguh menyenangkan,  hari ini kami sepakat untuk meningkatkan taraf pembicaraan tersebut, yang melibatkan tim perumahan dan operasional Balai Kota serta tim Gedung Putih; karena yang kita bicarakan adalah 12.000 unit hunian, 30.000 lapangan kerja, dan prospek kawasan permukiman baru di kota di mana biaya perumahan merupakan beban pengeluaran terbesar," jelas Mamdani.

Walikota New York, itu mengapresiasi presiden serta minatnya terhadap hal ini. "Kita juga mengenal presiden bukan hanya sebagai pemimpin negara, tetapi juga sebagai seseorang yang telah banyak membangun perumahan di kota kita ini," puji Mamdani.

Memungkas percakapan petang di laman Garcia Mansion dengan rumput hijau terhampar, Trump mengemukakan, menurutnya Sunnyside merupakan proyek yang sangat bergantung pada pemerintah pusat. "Anda akan membutuhkan banyak persetujuan federal dan mungkin juga dana federal untuk melaksanakannya. Namun, lokasinya memang selalu strategis," tegas Trump.

Trump bercerita, "Saya pernah memiliki gedung di Sunnyside. Gedung yang bagus. Saya sangat mengenalnya. Jadi, ketika Walikota menyebutkan Sunnyside Yards — kawasan yang sudah 50 tahun dibicarakan pengembangannya — mungkin saja kali ini ada peluang untuk mewujudkannya."  

Pada hari yang sama, Walikota Mamdani menjumpai Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Perbincangan mereka dimaknai sebagai pertemuan dua pemimpin politik sayap kiri di benua Amerika. Pertemuan mereka berlangsung di salah satu rumah di kawasan Upper East Side yang berfungsi sebagai kediaman sekaligus kantor perwakilan Brasil untuk PBB. Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin saling bertukar kaus. | jeanny

Editor : haedar | Sumber : berbagai sumber
 
Sainstek
Humaniora
26 Agt 26, 12:25 WIB | Dilihat : 299
PM Wong Ungkap Peran Besar Puak Melayu Muslim Singapura
23 Agt 26, 12:57 WIB | Dilihat : 289
Keterbatasan Bukan Penghalang
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 573
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
Selanjutnya