
JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | KAMIS, 14/1/16 pada siang yang tenang. Lalu lintas di Jalan Thamrin berlangsung seperti biasa. Kepadatan agak turun, sebelum meningkat lagi jelang waktu makan tengah hari.
Jam menunjukkan pukul 10. 20. Blam.. blam.. blam. Suara bom meledak. Beberapa orang yang berada di sekitar gedung Sarinah, Menara Matahari, Gedung Jaya, dan Bawaslu tersentak. Juga mereka yang sedang menikmati kopi di kedai kopi asal Amerika Serikat.
Pos Polisi yang persis ada di jalur pemisah antara Jalan Thamrin dan Wahid Hasyim, itu segera saja porak poranda. Pintu dan jendelanya terlontar keluar. Begitu juga layar video wall yang biasa menyajikan informasi teranyar tentang pembangunan mass rapid transportation (MRT).
Baru saja orang-orang ngeh terhadap apa yang terjadi, terdengar letusan senjata menyalak. Seorang berkebangsaan asing yang belum terkonfirmasi kewarganegaraannya, tersungkur di depan kedai kopi. Sebelumnya, dua orang sudah tergeletak dekat pos polisi, pakaiannya terbakar, sehingga hanya nampak pakaian dalamnya saja.
Ini aksi teror. Bukan kejahatan biasa. Seketika pikiran terhadap aksi para teroris itu hinggap lagi di benak.
Suara senapan yang menyalak yang menyusul ledakan bom itu, kian menyadarkan, bom baru saja meletup. Pukul 11.10 wib, empat polisi dari arah Gedung Bangkok Bank bergerak ke lokasi kejadian. Suara senapan yang menyalak pun reda.

KORBAN AKSI TEROR BOM DI JALAN TAMRIN
Dikabarkan, seorang polisi dari satgas gatur terkena tembakan, pakaiannya nyaris koyak total. Darah bersimbah di sekujur tubuhnya.
Seorang pengemudi Gojek memapah penumpangnya, seorang perempuan yang kakinya terluka dan jalan terseok setengah berlari.
Lima menit kemudian, polisi menemukan senjata di lokasi. Dari Markas Polda Metro Jaya, Kapolda Irjen Pol Tito Karnavian. Kabareskrim Komjen Pol Anang Iskandar juga bergerak dari Mabes Polri ke lokasi. Sekali letusan terdengar. Kemudian terhenti sama sekali.
Sejumlah polisi bergerak cepat ke lokasi. Termasuk satuan khas berpakaian hitam-hitam. Ketika garis polisi dibentang dari bekas Gedung Kedutaan Besar Australia sampai Kebon Sirih, pasukan anti teror Polri mengarahkan senjatanya ke gedung Sarinah dan sekitarnya. Sterilisasi lokasi berlangsung cepat, dari Patung Arjuna Wiwaha sampai ke Tugu Selamat Datang – HI.
Tak berapa lama, ambulans kedua datang menyusul ambulans pertama yang membawa korban ke RS Budi Kemuliaan. Belakangan korban yang dilarikan ke RS Budi Kemuliaan dilarikan lagi ke RS Gatot Subroto.
Lantas beredar informasi, beberapa teroris memacu sepeda motornya ke arah Semanggi. Beberapa lainnya, menyelusup masuk ke arah Djakarta Theatre dan Sarinah. Kedua gedung ini segera dikepung polisi. Dari arah toserba Lotus yang satu gedung dengan Djakarta Theatre terdengar letusan. Polisi segera merangsek ke arah ledakan.
Tak hanya itu. Polisi juga merangsek ke arah Hotel Sari Pan Pasifik dan Mandiri, yang persis berseberangan dengan zona perkantoran BPPT dan Kementerian Agama. Konsentrasi polisi tampak di sekitar Gedung Djakarta Theatre.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M. Iqbal belum jelas berapa orang teroris yang melakukan aksi. Akanhalnya Kabid Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charlian memastikan, ini bukan aksi bom bunuh diri, melainkan granat yang dilontar dari sepeda motor.
Dari situasi lokasi, boleh diduga, teroris bergerak dari arah Tanah Abang dan berbelok ke arah Sarinah, depan Gedung Kedutaan Perancis, BII-Maybank, dan Kosgoro. Karenanya, konsentrasi pasukan khas Brimob, Densus 88 dan Gegana, berpusat pada area antara Sarinah dan Djakarta Theatre. Itu sebabnya, karyawan yang berkantor di Skyline segera diturunkan, dan polisi bergerak naik ke gedung itu, memburu teroris yang diduga sembunyi di situ.
Kombes Iqbal lalu mengemukakan, empat pelaku teror berhasil ditembak mati, kemudian dilarikan petugas untuk diproses lebih lanjut. Keempatnya ditembak di Gedung Cakrawala, dan itu satu-satu cara yang bisa ditempuh polisi untuk melumpukan mereka.

BUKAN BOM BUNUH DIRI. TAPI GRANAT YANG DILONTARKAN DARI SEPEDA MOTOR.
Iqbal membantah informasi mulut ke mulut yang menyebut telah terjadi enam kali ledakan. Hanya ada dua ledakan yang terjadi di lokasi kejadian, jelasnya. Selebihnya adalah letusan senjata karena baku tembak antara polisi dengan teroris.
Di lokasi lain, di Pos Polisi Palmerah persis di halaman Masjid DPR RI, tak jauh dari stasiun Palmerah dan Gedung Kompas Gramedia, sejumlah orang berkerumun. Beberapa polisi juga nampak sibuk di situ. Kabar yang beredar, di pos polisi ini juga terjadi ledakan. Akarpadinews yang bergerak ke Palmerah, melihat situasi di situ aman-aman saja. Begitu juga situasi di bagian lain Jakarta, seperti Tanah Abang, Slipi, Senayan, Kuningan, Cikini, dan Pondok Indah. Hanya saja suasananya memang sempat agak ‘mencekam.’
Tak hanya itu, melalui saluran komunikasi text WhatsApp (WA) memang beredar kabar, agar warga Jakarta menghindari lokasi-lokasi tersebut. Termasuk menghindari mall dan sejumlah kedai kopi atau kedai makan berlabel asing yang dikira-kira akan menjadi sasaran teroris.
Pemburuan pelaku teror Jalan Thamrin, kini dipimpin langsung Kapolda Irjenpol Tito Karnavian. Polisi akan terus memburu untuk mengetahui pasti, siapa dalang di balik aksi teror ini. Dan, tentu, dari kelompok teroris mana mereka. Pasalnya, belakangan hari, polisi memang sedang memburu dan membekuk berbagai orang yang diduga teroris dari berbagai kelompok, meski sempat terjadi salah tangkap.
Yang pasti, kata Iqbal, polisi terus meningkatkan pengamanan berbagai proyek vital di Jakarta, sampai situasi dan kondisi sungguh kembali kondusif. Seperti diketahui, di Jakarta tengah berlangsung pembangunan Mass Rapid Traffic (MRT) dan Light Rapid Traffic (LRT).
Sejumlah petinggi kemudian bergerak ke lokasi. Antara lain Wakapolri - Komisaris Jenderal, Budi Gunawan, dan Kepala BIN (Badan Intellijen Negara) – Mayor Jenderal TNI Purn. Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta. Sutiyoso mengatakan, keamanan akan segera dapat dikuasai kembali.
ISIS Indonesia Bermain?
AKSI teror di jalan Thamrin itu, diduga terkait dengan aksi ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) di Indonesia. Hal itu dikemukakan Nasir Abbas, mantan anggota Jemaah Islamiyah dalam perbincangannya dengan tvOne, beberapa saat setelah kejadian.
Nasir mengemukakan, ISIS ingin menunjukkan, mereka sudah ada di sini. Jangan lupa ancaman via Youtube sudah ada beberapa kali mereka tayangkan. “Banyak pihak menyatakan itu hanya gertak sambal, tapi polisi bilang ini hal serius, dan ini yang terjadi sekarang," ujar Nasir.

POS POLISI DEKAT STASIUN KERETA API PALMERAH. TIDAK ADA LEDAKAN YANG BERARTI.

Aksi teror Kamis jelang tengah hari ini, menurut Nasir, meniru peristiwa serupa di Paris, Perancis beberapa waktu berselang. “Menyerang menggunakan bom dan senjata pada beberapa lokasi yang berdekatan.”
Dalam analisis Nasir, teroris yang melakukan aksinya di Jalan Thamrin, ini merupakan anggota jaringan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Terutama, bila dilihat, yang menjadi sasaran utamanya adalah polisi. Apalagi, kelompok Santoso sudah berikrar bergabung pada ISIS. Artinya, aksi yang mereka lakukan, ya untuk dan atas nama ISIS.
Aksi teror juga bisa dilakukan oleh kelompok lain dari kalangan non muslim. Beberapa waktu lalu, terjadi ledakan di toilet Mall Alam Sutera - Serpong, 28 Oktober 2015. Pelakunya bernama Leopard.
Akibat ledakan di Jalan Thamrin, Presiden Jokowi yang sedang melakukan kunjungan ke Cirebon dan Majalengka, mempercepat kunjungannya. Di pabrik kerang di Cirebon, Jokowi menyatakan, kita jangan takut dengan teroris. Dia mengaku, sudah memerintahkan polisi untuk meringkus para teroris itu. Jokowi minta seluruh warga negara Indonesia tak berspekulasi dengan peristiwa yang semula hanya diduga letupan biasa saja, itu. Jokowi meminta rakyat tenang karena situasi terkendali.
Aksi teror di Jalan Thamrin itu segera mengusik kedutaan – kedutaan besar dan perwakilan negara / badan asing di Jakarta. Kedutaan Besar Amerika Serikat segera menyerukan warganya berlindung. Begitu juga Kedutaan Besar Australia, Inggris, dan Jepang. Mereka meminta warganya menghindari jalan Thamrin. Apalagi lokasi ledakan tak jauh dari kedutaan Jepang, Inggris, dan Jerman. Kedubes Perancis, beriaga dan waspada, terutama karena sudah punya pengalaman di ibukota negaranya sendiri. | bang sem