Raja Tega Merajalela

| dilihat 2092

AKARPADINEWS.COM| Usai makan di sebuah restoran di Jakarta, Rabu (24/2) lalu, Rihad Wiranto meluncur ke rumahnya, Bekasi, Jawa Barat. Dengan mobil Xenia yang dikendarainya, Rihad menyusuri jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kala itu, waktu menunjukan sekitar pukul 15.00 WIB. Saat melewati fly over, Rihad melihat glagat tak baik yang dilakukan pengendara mobil di belakangnya. Dia curiga lantaran mobil itu menguntitnya. Rasa was-was membayanginya. Tepat di sebuah belokan, mobil yang menguntitnya itu memberikan sinyal agar Rihad menghentikan mobilnya. Dengan cemas, Rihad menuruti. Dia lalu menghentikan mobilnya ditepi jalan, di pinggir jembatan.

Firasat buruknya ternyata benar. Tiba-tiba, dari mobil itu keluar laki-laki dengan menggunakan topi Kopasus. Rihad rada ketakutan tatkala dua lelaki itu memaksanya membuka jendela sebelah kiri, seraya berkata, "Kamu menabrak orang tua tadi sampai pingsan,” tegas salah satu lelaki berbaret merah itu.

Rihad menyangkal tuduhan itu. Dia sempat beradu mulut dengan kedua lelaki itu. Mantan wartawan itu pun curiga. Jangan-jangan Kopassus itu gadungan. Pasalnya, saat dirinya bertanya tentang identitas Koppasus itu, keduanya bungkam. Kecurigaan Rihad nyatanya benar. Kedua lelaki yang memakai topi Koppasus itu ternyata merampas uang dan barang-barang miliknya.

Rihad dipaksa mengeluarkan isi dompetnya yang hanya berisi Rp150 ribu. Kedua lelaki itu pun marah saat tidak menemukan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di dompet Rihad. Mereka lalu merampas Tab Samsung milik Rihad dan kartu pers. Keduanya lalu memaksa Rihad untuk segera pergi.

Usai kejadian itu, Rihad sempat ingin melapor ke polisi. Namun, dia memutuskan untuk pulang ke rumah, menemui isteri dan dua anaknya. Barang-barang yang dirampas pembegal, memang nilainya tidak seberapa. Namun, Rihad sempat shock. Meski sedang ketimban sial, Rihad bersyukur lantaran si pembegal tidak melakukan kekerasan dan membawa kabur mobilnya.

Kepada Akar Padi, Rihad menduga, para pembegal mengincarnya lantaran melihat banyak barang di kursi belakang mobilnya yang tampak dari luar. “Mungkin dia mengincar saya jadi target sejak awal melihat mobil saya” katanya.

Nasib yang dialami Rihad menunjukan jika modus aksi begal, tak hanya dengan langsung merampas kendaraan pengendara lain dengan disertai ancaman. Namun, modus kejahatan yang makin menghantui para pengendara itu menyamarkan diri sebagai sebagai aparat keamanan.  Lantaran tampil layaknya aparat keamanan, para pengendara yang tidak tahu, akan menurut segala perintah mereka. 

Akhir-akhir ini, begal makin meneror pengguna kendaraan. Tak sedikit korban yang menjadi sasaran kejahatan tersebut. Bahkan, ada yang sampai berujung kematian lantaran ditikam saat melawan begal. Masyarakat pun murka. Saat begal berhasil diringkus, massa pun sering mengamuk, menghakimi si pembegal hingga tewas.

24 Februari 2015 lalu, aksi pelaku begal di kawasan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tanggerang Selatan, berakhir tragis. Pelaku begal yang ditangkap warga, dibakar hidup-hidup. Warga murka lantaran perbuatan keji pelaku terhadap korbannya.

Pelaku laksana si raja tega yang sadis. Dia melukai korban Sri Triani, dengan pedang. Dalam kondisi terluka, Sri meminta tolong. Warga sekitar pun bergerak, mengejar pelaku.

Pelaku sempat melawan massa dengan senjata tajam saat akan ditangkap. Amarah massa tak terkendali lantaran diketahui pelaku memiliki ilmu kebal. Pasalnya, pelaku tidak luka saat dihakimi massa. Tiba-tiba, massa yang makin beringas mengambil bensin, lalu membakar pelaku begal akhirnya ajal menjemputnya.

Brutalnya warga menghakimi pelaku begal lantaran sudah seringnya terjadi pembegalan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, komplotan pelaku begal yang beroperasi di Jakarta itu berasal dari Lampung, Pandeglang, Depok, Bekasi, Karawang, dan Bogor.

Aksi yang dilakukan mereka sangat sadis. Selain merampas motor, mereka tak segan-segan mencacak korban dengan senjata tajam. Bahkan, ada yang menembak korban dengan senjata api rakitan. Martinus berjanji akan menumpas komplotan begal hingga akar-akarnya.

Ratu Selvi Agnesia

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Energi & Tambang
Ekonomi & Bisnis
16 Apr 26, 19:38 WIB | Dilihat : 270
Pertamina Hulu Energi Raih IFR Asia Award 2025
25 Feb 26, 18:17 WIB | Dilihat : 529
Kata Mat Sabu Stok Beras Cukup
06 Feb 26, 10:04 WIB | Dilihat : 671
Optimistis Iklim Bisnis Lebih Baik
Selanjutnya