Rima Remah Kongres IV Partai Demokrat - Surabaya

Menghimpun Kembali Mereka yang Terserak

| dilihat 2018

 

SURABAYA, AKARPADINEWS.COM | BANYAK hal menarik di ajang Kongres IV Partai Demokrat yang berlangsung di Auditorium Hotel Sangri-La, Surabaya (11-13/5/15). Hampir seluruh arena hotel itu, dipenuhi oleh kader dan simpatisan yang datang dari seluruh Indonesia.

Selain menjadi ajang kangen-kangenan, forum Kongres IV Partai Demokrat (PD) mempertemukan kembali sejumlah kalangan yang pernah bergerak bersama Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendirikan dan mengembangkan partai ini, 9 September 2001. Hubungan hangat, mesra, dan intim antar mereka pun nampak.

Selain Ventje, Irsan Tanjung, Sys NS, Noor Syamsuddin Chatib (Sem Haesy), dan beberapa dari 99 orang yang tercatat dalam akta pendirian Partai Demokrat, tampak pula Mayjend Purn Jali Yusuf, Mayjend Purn Jassin, dan lainnya. Juga sejumlah orang sahabat SBY dari berbagai kalangan profesi, yang datang ke Kongres IV Partai Demokrat ini untuk memberi support bagi upaya lanjut melakukan konsolidasi partai.

Dalam perbincangan dengan mereka, terkesan, mereka terpanggil untuk memberikan dukungan penuh kepada SBY dan para kader yang mengelola partai ini ke depan, agar cita-cita perjuangan awal PD sebagai partai modern berbasis Nasionalis – Religius, harus tetap eksis.

Sys NS mengemukakan, PD memang harus dipimpin oleh sosok yang segar, pintar, dan benar. Mereka yang segar, ungkap Sys NS, adalah sosok yang mempunyai pandangan luas dan mampu memimpin partai ini secara efektif, kreatif, dan inovatif. Untuk itu, dia juga harus pintar, sehingga dapat menganalisis dan merespon keadaan bangsa dan negara secara tepat. “Dari kesemua itu, siapapun yang akan diakomodasi oleh SBY, dia harus benar dan berkomitmen kepada kebenaran,” ungkap Sys.

Cukuplah sekali, PD mengalami pelajaran pahit, dirongrong dan dirusak dari dalam oleh kader-kader tumpang yang masuk ke dalam PD hanya ingin memburu kuasa dan harta. Cukuplah sekali PD mengalami pelajaran buram memberi kendali partai kepada mereka yang tidak benar.

 

 

Menurut Sys NS, ada hal menarik yang dia lihat. Terutama pada perkembangan Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) – Ketua Penyelenggara Kongres IV PD yang nampak tenang, percaya diri, dan berintegritas. Pandangan sama juga mengemuka dari kalangan yang lain.

Dengan cara dan ekspresinya masing-masing, mereka mencermati perilaku sejumlah kader yang dibesarkan partai yang besar karena kharisma SBY dan kerja keras para kader di seluruh Indonesia. Mereka bersyukur dan optimistis, partai ini akan kembali besar. Terutama, karena banyak orang-orang muda, mantan aktivis kampus, dan para intelektual muda yang mumpuni untuk menjadi penggerak, energizer partai ini.  Untuk mengelola  mereka, diperlukan pemimpin yang bisa menjadi pemandu.

Hal lain yang menarik dicatat adalah suasana normal secara logika. Umpamanya Marzuki Alie, Wakil Ketua Majelis Tinggi, yang semula enggan datang karena merasa tak diundang. Padahal, sebagai mantan Sekretaris Jenderal, secara logika, dia memang harus datang. Karenanya begitu, dia datang dan berbincang dengan SBY, lalu tampak di auditorium Hotel Sangri-La, sejumlah senior dan pendiri partai ini, nyeletuk, “Alhamdulillah, dia sudah kembalikan logikanya.”

Marzuki yang semula berbicara di media, mengikuti arus pandangan segelintir pengamat politik bertendens, yang menganjurkan SBY menjadi guru bangsa, menegaskan dirinya mendukung kepemimpinan SBY, sebagai pemegang tampuk kepemimpinan Partai Demokrat. Marzuki Alie yang melodius, itu menyatakan tak memberikan dukungan kepada siapapun di luar SBY.

SBY sendiri, yang selalu hangat dan menghormati para sahabatnya, nampak senang berinteraksi dengan para mitranya mendirikan dan membangun Partai Demokrat di awal. Demikian juga sikap ramah dan tulus Hj. Ani Bambang Yudhoyono, memberi ‘selasar’ bagi kembalinya para perintis dan pendiri PD yang selama ini berada di berbagai lapangan profesi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tampak kehangatan SBY dengan mereka, meski dia harus melayani begitu banyak kader yang rindu bersilaturahim dengan pemimpinnya. Kehangatan Kongres IV PD juga terasa ketika sejumlah public figur dan pemimpun media berada di situ sebagai undangan. Nampak Prof. Dr. Chairul Tanjung – pemimpin CT Corporation dan mantan Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II, Sudi Silalahi – Mantan Menteri Sekretaris Negara yang sangat lama mendampingi SBY di lingkungan pemerintahan. Demikian juga dengan Dr. Ahmad Yani Basuki, Dr. Daniel Sparingga, Mantan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Muh Nuh, dan lainnya. Kehadiran Prof. Dr. Boediono juga melengkapi suasana karib dan guyub Kongres IV Partai Demokrat.

 

 

Dari para peserta Konvensi Calon Presiden Demokrat 2014, nampak Hayono Isman, Irman Gusman, dan Pramono Edhie Wibowo. Peserta lainnya, seperti Gita Wiryawan, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Dino Pattijalal, Ali Masykur Musa, dan lainnya tak nampak di ajang kongres yang didominasi warna biru ini.

Meskipun begitu, ada juga kalangan yang berusaha mencederai kongres. Antara lain, mereka yang menamakan dirinya Kaukus Penyelamat Partai Demokrat yang ‘memaksa’ memperoleh ID sebagai peserta Kongres. Segelintir orang ini sempat mengancam akan menggelar ‘kongres tandingan’ secara ilegal, di hotel persis di depan Hotel Shangri-La tempat kongres berlangsung, tapi urung. Insiden kecil juga terjadi, ketika Satgas Rajawali Pengaman Kongres ‘merasa gagah’ dengan seragam dan tugasnya, sehingga sempat membuat reporter TV terinjak, dan sejumlah undangan, meski membawa undangan dilempar ke sana sini.

Suasana hangat, mesra, dan intim di ajang kongres ini, kian terasa, ketika sejumlah daerah memberi peluang kepada kader front liner di tingkat Anak Cabang, menjadi penggembira kongres. DPD Lampung memfasilitasi kadernya hingga 300 orang dengan cara urunan. Begitu juga DPD Sulawesi Selatan dengan 700 orang dan menyewa khusus hotel Satelite tak jauh dari lokasi Kongres. Begitu juga dari daerah lain.

“Ini kesempatan lima tahun untuk kita berterima kasih kepada kader front-liner yang sudah memenangkan partai di daerah kami,” ungkap salah seorang pengurus DPD Lampung. Pendek kata, di Kongres IV Partai Demokrat ini, telah terjadi ruang berhimpunnya kembali semua yang terserak menjadi energi baru partai ke depan.

Kongres IV PD berhasil menjadi magnit untuk melanjutkan konsolidasi dan membersihkan partai dari kader tumpang yang menjadi political contaminer, untuk menghadapi masa depan.. | JM Fadhillah

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
09 Okt 26, 18:12 WIB | Dilihat : 290
Gerakan Koperasi Senafas dengan Dakwah Ekonomi SI
04 Okt 26, 00:39 WIB | Dilihat : 347
Aktivasi Telinga dan Benahi Cara Komunikasi
28 Sep 26, 21:21 WIB | Dilihat : 332
Dunia Tak Memerlukan Janji Baru
27 Sep 26, 19:08 WIB | Dilihat : 356
Nyali Presiden dan Delegasi Iran Menghadiri MU PBB 81
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1409
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3543
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya