Kesiapan Keluarga BW Memang Keren

| dilihat 2667

AKARPADINEWS.COM | BAMBANG Widjojanto (BW) tak jadi ditahan. Dua unsur pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain memberikan jaminan.

BW sendiri mengucapkan terima kasih Polri yang mampu merampungkan sementara pemeriksaan hari itu. Dia juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mendukung KPK, untuk tidak berhenti memberantas korupsi.

BW juga mengimbau khalayak untuk memandang persoalan yang dihadapinya dengan jernih. Dia tak ingin negeri ini kisruh. Paling tidak, menutup kemungkinan, ada yang pihak yang memanfaatkan situasi.

BW bisa menjumpai isteri dan anak-anaknya yang ‘tangguh.’ Isteri dan anak-anak yang siap menghadapi apapun risiko hidup bakal menimpa. Mereka paham siapa suami dan ayah mereka, yang sejak dulu memang mengambil jalan hidup di jalur yang tak biasa.

Sari Indra Dewi, isteri BW ibu yang sangat paham bagaimana mengatasi situasi. Begitu paham suaminya ditangkap, diborgol, dipindahkan ke mobil polisi dan dibawa ke Mabes Polri, disaksikan puterinya Izzat Nabilah, Dewi kontan menjelaskan hal itu kepada anak-anaknya.

Izzat malah memuji bapaknya, ungkap Dewi. Izzat bilang, “kerenn.” Izzat bisa beroleh pelajaran langsung dari sang ayah, bagaimana bersikap konsisten terhadap perjuangan yang dilakukan. Itu, dalam pikiran Izzat, pelajaran langsung yang didapat dalam kehidupan, dan tak akan diperolehnya di dalam kelas sekolahnya.

Izzat mengucapkan itu sambil mengacungkan jempol.

BW yang ditangkap selepas mengantar putera bungsunya, Muhammad Yattaqi sekolah di SDTI Nurul Fikri – Cimanggis, Depok itu menurut Dewi, selama ini memang selalu mengajarkan anaknya jika seorang pemimpin yang baik harus selalu siap dalam keadaan apapun. BW, cerita isterinya, telah mendidik anak-anaknya sejak jauh hari, termasuk menularkan visi kepemimpinan kepada anak-anaknya.

 Kepada si bungsu Taqi, Dewi juga bicara, "Abi saat ini sedang dibawa om-om polisi pergi untuk satu hal. Abang tidak perlu terlalu risau." Dan, itu dia ucapkan sekadar supaya Taqi tak kaget kalau nanti di rumahnya banyak wartawan.

Tayangan di salah satu stasiun televisi, itu menarik untuk pembelajaran bagi keluarga siapa saja. Isteri dan anak musti tahu, apa sungguh risiko hidup dan pekerjaan yang selalu menyertai suami dan ayah mereka.

Di masa lalu, para pemimpin yang mengambil jalan penuh risiko. Mereka menempatkan keluarga sebagai pihak pertama yang akan menerima konsekuensi dari suatu tindakan yang diyakini benar oleh pemimpin keluarga. Dalam konteks itu, isteri memainkan peran penting, juga sebagai pemimpin, subyek yang harus men-direct anggota keluarga.

Ketika suami menghadapi persoalan, isteri menambah peran direction, melengkapi peran managerialnya di dalam keluarga. Hal ini, bukan lagi soal sistem dan prosedur. Tapi, bagian dari ruh kepemimpinan yang melekat pada setiap manusia.

Mustinya, peran seperti itu juga dimainkan oleh media. Tak cukup hanya menyajikan informasi secara cover both side, lebih dari itu, yang terpenting adalah mengelola pikiran secara jernih. Antara lain, dengan menetapkan kriteria kepatutan dan kelayakan narasumber.

Jangan lagi, komentator sepakbola, dihadirkan untuk membahas peristiwa-peristiwa semacam ini, seperti mereka dihadirkan untuk membahas kecelakaan pesawat terbang..| bang sem

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Ekonomi & Bisnis
08 Agt 26, 19:08 WIB | Dilihat : 446
Bukan Karena Wangsit
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 742
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 914
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1416
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3547
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya