Hari Internasional Nelson Mandela

Kekuasaan Bukan Milik Pribadi yang Bisa Ditimbun

| dilihat 1143

MANHATTAN, NEW YORK CITY | Jum'at bahagia (18/7/25). Ruang sidang utama markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menggelar sidang Majelis Umum dipimpin Presiden MU PBB ke 79, Philemon Yang (Perdana Menteri Cameroon 2009-2019).

Diplomat kawakan, itu memimpin upacara peringatan khas, Hari Internasional mandella, pejuang hak asasi manusia dan Presiden Afrika Selatan. Peringatan tersebut sebagai pengakuan atas kontribusi mantan Presiden Afrika Selatan terhadap budaya perdamaian dan kebebasan

Berdasarkan resolusi A/RES/64/13 tanggal 10 November 2009, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 18 Juli sebagai "Hari Internasional Nelson Mandela." Resolusi tersebut mengakui nilai-nilai Mandela dan dedikasinya dalam pengabdian kepada kemanusiaan, resolusi konflik; hubungan ras; pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia; rekonsiliasi; kesetaraan gender dan hak-hak anak serta kelompok rentan lainnya. Tanpa kecuali, perjuangan melawan kemiskinan dan pemajuan keadilan sosial.

Pada peringatan tersebut, PBB menetapkan Penghargaan Nelson Rolihla Mandela sebagai penghargaan bergengsi yang akan diberikan setiap lima tahun sekali. Penghargaan kehormatan tersebut diberikan kepada dua individu (satu laki-laki dan satu perempuan) atas pencapaian luar biasa, yang telah mengabdikan hidup mereka untuk melayani kemanusiaan dengan memajukan tujuan dan prinsip PBB. Sekaligus menghormati dan memberi penghormatan atas warisan luar biasa Nelson Mandela dalam rekonsiliasi, transisi politik, dan transformasi sosial.

Menurut Philemon, penghargaan diberikan kepada Brenda Reynolds dari Kanada. Ia seorang pekerja sosial pribumi yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk memperjuangkan kesehatan, kesejahteraan mental, dan rekonsiliasi masyarakat adat, baik di Kanada maupun di dunia internasional.

Penghargaan juga diberikan kepada Kennedy Odede dari Kenya. Ia seorang advokat kewirausahaan sosial dan pengembangan masyarakat. Ia juga pendiri dan CEO Shining Hope for Community yang memberdayakan masyarakat lokal dan memberikan layanan vital kepada lebih dari 2,4 juta orang setiap tahunnya.

Philemon menyatakan, pringatan Hari Nelson mandela Internasional, karena "Kita menghormati keberaniannya, kepemimpinannya dalam perjuangan kemerdekaan, dan komitmen seumur hidupnya untuk persatuan di seluruh Afrika."

Kebebasan Fundamental

Mandela mewujudkan nilai-nilai perdamaian, kesetaraan, hak asasi manusia, dan pengabdian kepada sesama. "Mandela mengingatkan kita, bahwa kebebasan tak berarti tanpa keadilan. Keadilan adalah fondasi perdamaian, perdamaian bergantung pada lembaga yang melindungi hak dan martabat semua orang," kata Philemon.

"Kebebasan fundamental ini tidak boleh dikompromikan. Di dunia yang masih terpecah belah oleh konflik dan ketimpangan, warisan Mandela mendorong kita untuk tetap memilih dialog daripada kebencian, pemahaman daripada ketakutan dan balas dendam, serta persatuan di atas segalanya," lanjutnya.

Phileman juga menyatakan, "Sesungguhnya, memerangi ketimpangan dan kemiskinan masih berada di tangan kita. Sebagaimana tema tahun ini mengingatkan kita, tugas ini tidak berada di pundak pemimpin atau bangsa mana pun. Tugas ini milik kita semua. Milik semua bangsa." Pemberian penghargaan tahun ini merupakan edisi ketiga. 

Terpilihnya para pemimpin luar biasa ini, menurut Phileman, mengirimkan pesan  kuat bahwa kepemimpinan akar rumput menempatkan kekuatan di tangan kita untuk menciptakan perubahan yang dapat kita buat perbedaannya masing-masing.

Keduanya terpilih oleh panitia seleksi dari perwakilan tetap Bahrain, Mesir, Finlandia, Polandia, St. Kitts dan Nevis, serta Afrika Selatan.

Peringatan kali ini menandai pula peringatan 10 tahun aturan Nelson Mandela, aturan minimum standar PBB untuk perlakuan terhadap tahanan, yang Juni 2025 lampau dibahas dalam debat tingkat tinggi PBB.

Aturan-aturan tersebut merupakan bukti bagi aspek lain dari warisan Nelson Mandela, yaitu keadilan dan martabat bagi semua orang di mana pun. Warisan ini lahir dari 27 tahun yang dihabiskan di balik jeruji penjara, tempat Mandela berpegang teguh keyakinannya ihwal kebebasan, martabat, dan kesetaraan. Bukan sekadar impian bagi segelintir orang, melainkan takdir bagi semua.

Kehidupan Mandela Panggilan untuk Bertindak

Kehidupan Nelson Mandela merupakan panggilan untuk bertindak, yang bergema lintas generasi hingga saat ini. Phileman mengajak semua orang, menimba kekuatan dari keberanian Mandela dalam memperingati 80 tahun PBB.

"Marilah kita wujudkan janji Piagam PBB. Menegaskan kembali keyakinan akan hak asasi manusia, martabat dan nilai pribadi manusia, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, dan marilah kita ciptakan kondisi yang menjamin keadilan dan penghormatan terhadap kewajiban yang timbul dari hukum. Tujuan abadi kita haruslah memperkuat multilateralisme.

Agar para pemimpin masa depan yang akan menulis bab-bab selanjutnya mengemban jubah keberanian, kasih sayang, dan harapan. Yang terpenting dalam hidup bukanlah sekadar kenyataan bahwa kita telah hidup. Seperti yang pernah dikatakan Nelson Mandela -- yang juga populer dipanggil Madiba -- , "perbedaan yang telah kita buat bagi kehidupan orang lainlah yang akan menentukan makna hidup yang kita jalani."

Antonio Guterres dalam sambutannya mengemukakan, kehidupan Mandela yang luar biasa adalah sebuah kemenangan jiwa manusia.

"Dia menanggung beban penindasan yang brutal dan muncul bukan dengan visi balas dendam dan perpecahan, melainkan rekonsiliasi, perdamaian, dan persatuan," ungkapnya. "Hari ini, warisan Mandela menjadi tanggung jawab kita. Kita harus meneruskan komitmennya terhadap perdamaian, keadilan, dan martabat manusia," lanjutnya.

Salah satu pelajaran utama dari kehidupan Mandela, menurut Guterres, adalah "Kekuasaan bukanlah milik pribadi yang harus ditimbun. Kekuasaan adalah tentang mengangkat orang lain. Ini tentang apa yang bisa kita capai bersama dan untuk satu sama lain. Kekuasaan adalah tentang manusia."

Perbaiki Komitmen Global

Disebutkannya, dalam setiap aspek kehidupannya, Nelson Mandela menunjukkan kekuatan aksi akar rumput kolektif untuk mendorong perubahan dan kemajuan, serta memberikan kekuatan kepada mereka yang tak berdaya. Semangat yang sama ini dapat ditemukan pada para pemenang Penghargaan Nelson Rolyhal Laala Mandela hari ini.

Brenda Reynolds adalah anggota salto dari Fishing Lake First Nation di Kanada. Ia adalah seorang pekerja sosial yang mengubah perjuangan melawan kejahatan paling mengerikan terhadap anak-anak menjadi kekuatan nasional untuk perubahan, mendukung dan mengembangkan respons trauma bagi para penyintas dan keluarga dari sistem sekolah berasrama.

Kennedy Odada tumbuh besar di Kebera slum di Kenya. "Sebagai seorang aktivis komunitas yang kawakan, organisasi yang ia dirikan menyatukan kelompok-kelompok masyarakat dari seluruh negeri dan sekarang menjangkau lebih dari 2,4 juta orang setiap tahun dengan layanan penting, mulai dari pendidikan hingga air bersih."

Kedua pemenang penghargaan tersebut, menurut Guterres, mewujudkan kata-kata Nelson Mandela yang terukir pada penghargaan mereka: "Yang terpenting dalam hidup bukanlah sekadar fakta bahwa kita telah hidup. Melainkan seberapa besar perbedaan yang telah kita buat bagi kehidupan orang lain."

Di tengah peringatan hari jadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-80, warisan rekonsiliasi dan transformasi Nelson Mandela terus menginspirasi dan mendorong kita. Di seluruh dunia, hak asasi manusia dan martabat terancam bukan hanya oleh konflik dan ketidakstabilan, tetapi juga oleh ketidaksetaraan sistematis, pengucilan, bencana iklim, dan pencabutan kebebasan yang telah lama dijunjung tinggi.

"Sekaranglah saatnya untuk memperbarui komitmen global kita terhadap prinsip-prinsip yang mendefinisikan organisasi kita dan bahkan kehidupan Nelson Mandela yang luar biasa," tegas Guterres. "Kebebasan, keadilan, persamaan hak, solidaritas, rekonsiliasi, perdamaian. Hari ini dan setiap hari, mari kita terus mengikuti jalan dan prinsip-prinsip yang ditabalkan oleh kehidupan pengabdian dan kemajuan Nelson Mandela."

Pada peringatan Hari Internasional Nelson Mandela itu, juga dihadiri sejumlah undangan khas, antara lain Marcela Libert Gubernur Jenderal Federasi Anak-anak, Taja Halonen, mantan Presiden Republik Finlandia, Dr. Muhammad Mustafa Elbar, Penerima Nobel, mantan Wakil Presiden Mesir dan mantan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional, dan Betta Mikos Kuza, dosen senior di Fakultas Hukum, Universitas Warsawa, Polandia. Juga, Deputi Sekretaris Jenderal Melissa Fleming atas dukungan luar biasa mereka. Ketua Yayasan Nelson Mandela, Grace Nali Mandisa Pandor  menyampaikan ucaptama. Demikian pula sejumlah wakil negara anggota PBB | jeanny

Editor : delanova | Sumber : UN
 
Ekonomi & Bisnis
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1175
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3319
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya