[Buruk Hasil Pemilu, Partai Dibelah]

Cermin Retak PPP

| dilihat 2775

Bang Sem

DALAM salah satu ramalan saya di kolom ini (Para Pelicik Saling Cakar, akarpadinews.com, 31-01-2014 14:57:48) sudah saya prediksi, bakal terjadi perpecahan di antara para pemburu kuasa. Dan, salah satunya terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ironis mengusung jargon, “Rumah Besar Umat Islam.”

Partai yang rentan dengan perpecahan (karena banyak faksi di dalamnya), itu memang sudah lama tak bertikai. Akhirnya mereka bertikai juga. Tragisnya, yang menjadi pemicu justru Ketua Umum dan sejumlah petinggi, yang hadir (dan ikut berkampanye) pada kampanye terbuka Partai Gerindra. Pertikaian kian merebak, ketika Suryadharma Ali, sang Ketua Umum, ‘memberangus’ petinggi partai lain yang menuding dirinya sebagai ‘biang kerok’ persoalan.

Hal itu sudah dimulai, dengan statemen Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi yang menyoal kehadiran Suryadharma Ali dan menudingnya sebagai sumber masalah perolehan suara PPP yang pas-pasan dalam Pemilihan Umum Legislatif (9 April 2014) lalu. Emron yang pernah menjadi staf ahli Suryadharma ketika menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), itu juga menyoal posisi Yan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat) sebagai Wakil Ketua Umum.

Digerakkan Suharso Monoarfa (Wakil Ketua Umum) dan sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (antara lain Rachmat Yasin, Ketua DPW Jabar), merebaklah protes terhadap perilaku politik Suryadharma Ali. Persoalan kian memanas, ketika Suryadharma menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden, tanpa syarat.

Padahal, petinggi partai belum lagi menggelar Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) untuk menentukan arah dukungan. Mukernas tak pernah menyebut nama Prabowo, yang kudu diusung partai ini dalam Pemilihan Presiden – Wakil Presiden RI 2014.  Mukernas, konon, menyebut nama Jusuf Kalla, Jokowi, Irsan Noor, dan Din Syamsuddin. Lepas dari semua soal itu, saya melihat pertikaian di PPP, seolah “Buruk Hasil Pemilu, Partai Dibelah.”

Sebagai Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, boleh-boleh saja menggelar silaturahim dengan partai mana saja. Tapi, hadir dalam kampanye partai lain dan ikut pula ‘menggelorakan semangat’ kemenangan bagi partai lain, memang tak elok. Apalagi, di Indonesia, belum pernah dikenal koalisi permanen, yang memungkinkan Ketua Umum suatu partai, menggelorakan kemenangan di kampanye terbuka partai lain.

Wajar bila petinggi dan kader lain partai berlambang Kakbah bernomor urut 9, itu mengerang (satu dua ada juga yang meradang). Sikap dan perilaku politik Suryadharma Ali, tentu tak bisa diterima bulat. Karena, meski menyatakan, dukungan kepada Prabowo yang diwawarnya bebas syarat politik, para petinggi dan kader lain, menciumnya sebagai syarat kepentingan. Perilaku politik Suryadharma Ali, ibarat ‘bapak yang diam-diam ngebet menikahi perempuan lain, tanpa musyawarah keluarga inti.’  

Suryadharma Ali, mungkin ingin meniru Surya Paloh – Ketua Umum Partai Nasdem, yang tak ambil tempo, setelah penghitungan quick count, langsung menyatakan dukungan dan mengikat komitmen dengan Jokowi – Capres PDIP, lantas menyiapkan buhul koalisi dengan PDIP. Suryadharma Ali lupa, PPP ibarat korporasi, bukanlah CV atau Firma, laiknya Nasdem, PPP itu persero, perlu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) untuk memutuskan merger dengan perusahaan lain. Persetujuan Ketua Dewan Komisaris saja, tak cukup.

Jadi? Daripada ribut-ribut dan sibuk saling pecat memecat, segeralah gelar Rapimnas. Berusyawarahlah dengan kepala dingin. Jelaskan duduk soal dukungan, itu kepada seluruh peserta Rapimnas. Bila ada yang tak setuju, jangan kontan diberangus. Berikan ruang perbedaan. Tak ada gunanya ribut-ribut, karena keributan hanya akan menimbulkan kondisi buruk bagi partai.

Malu lah pada lambang Kakbah, yang menjadi simbol persatuan umat Islam. Malulah juga pada jargon “Rumah Besar Umat Islam.” Kan lebih baik malu daripada dipermalukan !  Janganlah berkaca dicermin retak.. | 

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1303
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3450
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Sporta