Ragam

Penderita Kanker Tak Jera Merokok

| dilihat 2472
 
 
AKARPADINEWS.Com- Riset dari Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah jurnal American Association for Cancer Research (AACR) menemukan bahwa diagnosa kanker ternyata tidak cukup untuk membuat para perokok berhenti merokok, di mana  10 persen diantaranya tetap merokok.
 
Menurut American Cancer Society, hampir 10 persen penderita kanker dilaporkan terus merokok bertahun-tahun setelah didiagnosa menderita kanker.Angka tersebut bahkan lebih tinggi bagi perokok yang berhasil selamat dari kanker kantong kemih dan paru-paru, yang sangat diasosiasikan dengan merokok.
 
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30 persen perokok yang didiagnosa mengidap kanker berhenti, tapi banyak yang tidak segera berhenti. Penelitian terhadap penderita kanker yang telah lebih lama bertahan belum dilakukan.Para penderita yang disebutkan di penelitian bukan perokok sesekali. Delapan puluh tiga persen dilaporkan merokok hampir sebanyak 15 batang setiap harinya.
 
Merokok bisa mengurangi efek perawatan kanker, membuat pasien mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kembali dan memperpendek waktu kelangsungan hidup.
 
Untuk penelitian ini, Lee Westmaas, direktur Riset Kontrol Tembakau dan Pusat Riset Perilaku milik American Cancer Society, dan penulis riset utama, mempelajari jawaban survei dari 2.938 pasien dari Penelitian Penyintas Kanker American Cancer Society sembilan tahun setelah mereka didiagnosa mengidap kanker.
 
Ditemukan pula beberapa faktor meningkatkan kemungkinan penderita kanker tetap merokok, seperti dilansir voa, mereka yang lebih muda, kurang berpendidikan, memiliki pendapatan rendah dan konsumsi alkohol yang lebih tinggi. 
 
 
 
Sekitar 40 persen perokok yang diwawancarai mengatakan mereka berencana berhenti merokok dalam sebulan, tapi kemudian lebih panjang apabila si penderita  sudah menikah, lebih tua atau perokok berat.
 
Dijelaskan Westmaas, walaupun penyedia pelayanan kesehatan ingin membantu penyintas berhenti merokok, "saran-saran yang diberikan agar mereka berhenti merokok tidak mencapai tingkat yang kami inginkan.”
 
Di antara perokok umumnya, American Cancer Society memperkirakan hanya antara empat sampai tujuh persen penderita yang berhasil berhenti merokok dengan sukses tanpa obat atau bantuan psikologis. Mereka yang menggunakan obat-obatan bisa berhenti dengan sukses setelah enam bulan sebanyak 25 persen. Konseling juga bisa lebih jauh meningkatkan angka tersebut."Merokok adalah kebiasaan yang sulit untuk dihentikan,” kata Westmaas.“Saya pikir hal ini menunjukkan tingkat kecanduan tembakau, banyak orang yang masih merokok, merokok dalam jumlah tinggi. Kalau merokok dalam jumlah tinggi sulit untuk dihentikan."
 
Dikatakan pula oleh Westmaas, hambatan lain buat pasien kanker untuk berhenti merokok, termasuk kecemasan, depresi dan kesakitan fisik.
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Lingkungan
05 Sep 26, 11:26 WIB | Dilihat : 363
Hutan Kalimantan Membara Jerebu Kepung Sarawak
24 Agt 26, 19:51 WIB | Dilihat : 394
Angin Selatan Hantar Jerebu ke Serawak dan Brunei
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 678
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 771
Jakarta Baur Budaya
Selanjutnya
Sainstek