Ragam

Penderita Kanker Tak Jera Merokok

| dilihat 2536
 
 
AKARPADINEWS.Com- Riset dari Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah jurnal American Association for Cancer Research (AACR) menemukan bahwa diagnosa kanker ternyata tidak cukup untuk membuat para perokok berhenti merokok, di mana  10 persen diantaranya tetap merokok.
 
Menurut American Cancer Society, hampir 10 persen penderita kanker dilaporkan terus merokok bertahun-tahun setelah didiagnosa menderita kanker.Angka tersebut bahkan lebih tinggi bagi perokok yang berhasil selamat dari kanker kantong kemih dan paru-paru, yang sangat diasosiasikan dengan merokok.
 
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30 persen perokok yang didiagnosa mengidap kanker berhenti, tapi banyak yang tidak segera berhenti. Penelitian terhadap penderita kanker yang telah lebih lama bertahan belum dilakukan.Para penderita yang disebutkan di penelitian bukan perokok sesekali. Delapan puluh tiga persen dilaporkan merokok hampir sebanyak 15 batang setiap harinya.
 
Merokok bisa mengurangi efek perawatan kanker, membuat pasien mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kembali dan memperpendek waktu kelangsungan hidup.
 
Untuk penelitian ini, Lee Westmaas, direktur Riset Kontrol Tembakau dan Pusat Riset Perilaku milik American Cancer Society, dan penulis riset utama, mempelajari jawaban survei dari 2.938 pasien dari Penelitian Penyintas Kanker American Cancer Society sembilan tahun setelah mereka didiagnosa mengidap kanker.
 
Ditemukan pula beberapa faktor meningkatkan kemungkinan penderita kanker tetap merokok, seperti dilansir voa, mereka yang lebih muda, kurang berpendidikan, memiliki pendapatan rendah dan konsumsi alkohol yang lebih tinggi. 
 
 
 
Sekitar 40 persen perokok yang diwawancarai mengatakan mereka berencana berhenti merokok dalam sebulan, tapi kemudian lebih panjang apabila si penderita  sudah menikah, lebih tua atau perokok berat.
 
Dijelaskan Westmaas, walaupun penyedia pelayanan kesehatan ingin membantu penyintas berhenti merokok, "saran-saran yang diberikan agar mereka berhenti merokok tidak mencapai tingkat yang kami inginkan.”
 
Di antara perokok umumnya, American Cancer Society memperkirakan hanya antara empat sampai tujuh persen penderita yang berhasil berhenti merokok dengan sukses tanpa obat atau bantuan psikologis. Mereka yang menggunakan obat-obatan bisa berhenti dengan sukses setelah enam bulan sebanyak 25 persen. Konseling juga bisa lebih jauh meningkatkan angka tersebut."Merokok adalah kebiasaan yang sulit untuk dihentikan,” kata Westmaas.“Saya pikir hal ini menunjukkan tingkat kecanduan tembakau, banyak orang yang masih merokok, merokok dalam jumlah tinggi. Kalau merokok dalam jumlah tinggi sulit untuk dihentikan."
 
Dikatakan pula oleh Westmaas, hambatan lain buat pasien kanker untuk berhenti merokok, termasuk kecemasan, depresi dan kesakitan fisik.
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Budaya
30 Agt 26, 07:03 WIB | Dilihat : 472
Menyambut Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
19 Agt 26, 19:43 WIB | Dilihat : 699
Gema Bumantara Siti Nurhaliza dan Refleksi Pemikiran STA
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 973
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 910
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
Selanjutnya
Energi & Tambang
10 Okt 26, 19:38 WIB | Dilihat : 260
Pertamina Dukung Pengelolaan Sampah Kawasan Mandalika
31 Agt 26, 07:54 WIB | Dilihat : 397
Jebolan Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan dengan Iwak
28 Agt 26, 17:30 WIB | Dilihat : 474
PHE Perkuat Kemitraan Masyarakat
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 617
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
Selanjutnya