Penelitian

Autisme Terjadi Saat Pembentukan Otak di Rahim

| dilihat 2613
Foto:IST
 
 
 
AKARPADINEWS.Com - Para peneliti menemukan bukti baru bahwa autisme dimulai sejak dalam rahim. Perkembangan otak yang tidak sempurna jauh sebelum kelahiran bayi  menyebabkan simptom gangguan spektrum autisme.
 
Penelitian yang diungkap di New England Journal of Medicine, menimbulkan harapan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap otak dapat memperbaiki kehidupan anak-anak dengan autisme.
 
Penemuan ini memperkuat kebutuhan untuk identifikasi dan intervensi, kata sebuah tim di universitas California. Ilmuwan Amerika menganalisa jaringan otak setelah mati dari 22 anak dengan dan tanpa autisme yang berusia antara dua dan 15 tahun.
 
Para peneliti tersebut menggunakan penanda genetik untuk melihat bagaimana bagian terluar dari otak, korteks dan lapisan-lapisan lainnya dari otak. Kelainan ditemukan pada 90 persen anak dengan autisme dibandingkan dengan hanya sekitar 10 persen dari anak-anak tanpa autisme.Perubahan tersebut ditemukan di daerah otak yang terlibat dalam komunikasi sosial dan emosional ,dan bahasa, jauh sebelum kelahiran anak.
 
Sedangkan peneliti dari universitas California, San Diego dan the Allen Institute for Brain Science di Seattle, mengatakan kurang sempurnanya struktur otak yang seperti tambal sulam mungkin menjelaskan mengapa beberapa balita dengan autisme menunjukkan tanda-tanda perbaikan jika diobati sejak dini. Mereka berpendapat bahwa otak bayi yang elastis mungkin memiliki kesempatan untuk menggulung sendiri sebagai kompensasi.
 
"Temuan bahwa ketidaksempurnaan ini terjadi pada potongan dibandingkan keseluruhan korteks memberikan harapan serta wawasan tentang sifat autisme," kata Prof Eric Courchesne, ahli syaraf di universitas California, San Diego.
 
Ditambahkan Dr Thomas Insel, direktur National Institute of Mental Health, jika laporan baru dari struktur tidak teratur dalam otak beberapa anak dengan autisme direplikasi, ini mencerminkan proses yang terjadi jauh sebelum kelahiran.
"Ini memperkuat pentingnya identifikasi awal dan intervensi. "
 
 
 
Dampak buruk
 
Sementara itu, Carol Povey, direktur National Autistic Society Centre for Autism, mengatakan penelitian ini membuka wawasan terhadap sebuah kelainan yang rumit dan sering disalahpahami. 
"Pemahaman yang lebih baik akan perkembangan awal otak anak-anak dengan autisme dapat membantu kita menemukan cara-cara baru dan lebih efektif untuk mendukung sekitar 700.000 orang yang hidup dengan keadaan ini di Inggris," katanya dilansir BBC. "Autisme dapat memiliki dampak yang mendalam dan menghancurkan kehidupan tetapi dukungan yang tepat dapat membuat perbedaan besar."
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Energi & Tambang
Polhukam
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 377
Merawat Kepercayaan Rakyat
08 Jul 26, 09:08 WIB | Dilihat : 397
Ekspresi Cinta dan Duka untuk Ayatollah Ali Khamenei
28 Jun 26, 09:30 WIB | Dilihat : 582
Hukum Merupakan Fondasi Keadilan dan Harmoni Negara
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 746
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
Selanjutnya