Lelah dan Lelap

| dilihat 1067

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Polhukam
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 382
Merawat Kepercayaan Rakyat
08 Jul 26, 09:08 WIB | Dilihat : 398
Ekspresi Cinta dan Duka untuk Ayatollah Ali Khamenei
28 Jun 26, 09:30 WIB | Dilihat : 584
Hukum Merupakan Fondasi Keadilan dan Harmoni Negara
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 749
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 43
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 180
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
08 Mei 26, 12:51 WIB | Dilihat : 497
Mendorong Stabilitas dan Konektivitas Regional ASEAN
Selanjutnya