Lelah dan Lelap

| dilihat 1213

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Sainstek
Energi & Tambang
31 Agt 26, 07:54 WIB | Dilihat : 278
Jebolan Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan dengan Iwak
28 Agt 26, 17:30 WIB | Dilihat : 319
PHE Perkuat Kemitraan Masyarakat
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 475
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 465
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
Selanjutnya