Lelah dan Lelap

| dilihat 977

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Energi & Tambang
Polhukam
08 Jun 26, 09:46 WIB | Dilihat : 183
Gelombang Biru di Negeri Johor
03 Jun 26, 10:21 WIB | Dilihat : 266
Cabaran Kewartawanan Era Baru
30 Mei 26, 04:47 WIB | Dilihat : 300
Kampanye Humor Kemerdekaan Pers
16 Mei 26, 15:22 WIB | Dilihat : 324
Trump Tak Bisa Pengaruhi Xi Jin Ping Ihwal Iran
Selanjutnya