Lelah dan Lelap

| dilihat 921

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Polhukam
01 Mei 26, 16:27 WIB | Dilihat : 106
Jurnalisme Tengah Dicekik
27 Apr 26, 01:51 WIB | Dilihat : 197
Trump Anggap Penyerangnya Preman Sakit
22 Apr 26, 08:30 WIB | Dilihat : 212
Langkah Australia Hadapi Ketidakpastian Energi
18 Apr 26, 09:49 WIB | Dilihat : 305
ISWAMI Imbau Media Sajikan Narasi Harmonis
Selanjutnya
Sainstek