Lelah dan Lelap

| dilihat 1118

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Humaniora
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 455
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
06 Jul 26, 09:02 WIB | Dilihat : 376
Ragam Gaya Retorika Presiden
25 Jun 26, 00:19 WIB | Dilihat : 439
Duka Ashura
Selanjutnya
Polhukam
14 Agt 26, 09:40 WIB | Dilihat : 220
Hentikan Perusakan Demokrasi dan Politik
08 Agt 26, 19:13 WIB | Dilihat : 214
Negara Utang Budi kepada Rakyat
05 Agt 26, 20:16 WIB | Dilihat : 348
Rakyat Negeri Sembilan Bagi Kuasa kepada BN & PN
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 505
Merawat Kepercayaan Rakyat
Selanjutnya