Lelah dan Lelap

| dilihat 888

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 975
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3049
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Energi & Tambang
09 Apr 26, 07:17 WIB | Dilihat : 85
PHE Pastikan Langkah Strategis Ketahanan Energi
06 Apr 26, 11:32 WIB | Dilihat : 118
PHE Perkuat Eksistensi di Industri Energi Global
21 Mar 26, 09:31 WIB | Dilihat : 431
Berlebaran di Anjung Tengah Laut
29 Des 25, 06:55 WIB | Dilihat : 677
Pertamina Hulu Rokan Pelopor Teknologi CEOR di Indonesia
Selanjutnya