Lelah dan Lelap

| dilihat 1164

Lelah, perubahan bioritme, perubahan iklim dan atmosfer hdiup, membuat kita (termasuk anak-anak),  siapapun, dan apapun apapun profesi serta status sosial,  mudah tertidur, di mana saja dan kapan saja. Tak peduli di lobi markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) - New York, bandar udara internasional (Narita - Tokyo, Halim Perdana Kusumah - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, Tepian jalan Tamblong - Bandung, pedestrian Jl. Suryopranoto - Jakarta Pusat, selasar masjid At Tiin - Jakarta Timur, atau emperan toko Jalan Panjang - Cipulir, Jakarta Selatan).

Secara ragawi, manusia tak sepenuhnya kuasa mengatasi kantuk dan tertidur, bahkan hingga lelap. Lalu segar kembali setelah terjaga. Tubuh perlu rehat ketika lelah, perlu rehat, setidaknya enam jam dalam pusaran hidup sehari. | bangsem

 
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1250
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3409
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Budaya
30 Agt 26, 07:03 WIB | Dilihat : 241
Menyambut Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
19 Agt 26, 19:43 WIB | Dilihat : 454
Gema Bumantara Siti Nurhaliza dan Refleksi Pemikiran STA
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 797
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 745
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
Selanjutnya