BUMN Insight : Referensi Utama Manajemen BUMN

| dilihat 3457

JAKARTA, AKARPADINEWS.COM | SETELAH ditunggu beberapa waktu, akhirnya Majalah BUMN Insight yang diterbitkan PT Aspirasi Komunika telah terbit. Edisi perdana majalah ini diluncurkan langsung oleh Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, yang mengenakan pakaian a la Nahkoda jaman silam.

Sejumlah redaksi dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Hadi  Mustofa Djuraid nampak mengenakan pakaian jawara Betawi tempo dulu. Celana dan baju kampret dengan kaos oblong putih, berkalung sarung. Acara berlangsung di Toko Merah – jalan Kalibesar Barat. Gedung yang dibangun tahun 1730 oleh Gustaff Willem Baron van Imhoff yang kemudian menjabat Gubernur Jenderal VOC (1743-1750).

Bangunan warisan tempo doeloe itu kini dikeloka oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang beken dengan ITC. Tak heran, kala peluncuran perdana majalah ini, seluruh direksi ITC mengenakan busana para pedagang dan noni-noni paruh pertama abad ke 18 itu.

Dahlan Iskan dalam peluncuran itu mendorong majalah BUMN Insight sebagai rujukan pertama bagi para pengelola BUMN. Selain memuat informasi yang lebih lengkap dan mendalam tentang BUMN, majalah yang dikelola sesuai asas good corporate governance ini mengemban visi sebagai sumber informasi BUMN berbasis multimedia terdepan.

Majalah ini diterbitkan sebagai media ekonomi dan bisnis yang fokus menyajikan dinamika kinerja, prestasi, dan kontribusi BUMN untuk memperluat public awarness dan public image BUMN. “Majalah ini juga memainkan peran sebagai media sosialisasi kebijakan dan program Kementerian BUMN,”ujar Hadi.

Kementerian BUMN sendiri menyambut baik terbitnya majalah ini, seperti ungkap Faisal, Sekretaris Forum Humas BUMN. “Kita harapkan majalah ini merupakan media bagi kalangan BUMN untuk unjuk kinerja dan prestasi.”

Namun yang pasti, ungkap Hadi, sebagai satu-satunya majalah referensi bagi manajemen BUMN, BUMN Insight diharapkan menjadi inspirasi tentang kerja keras, antusias, dan penuh integritas untuk Indonesia yang lebih baik.

Tentang peluncuran majalah ini di jelang pergantian pemerintahan, menurut Hadi, hanya sekadar bertemu momentum saja. Bahkan, boleh dikata, korelasi waktu itu bisa dimaknai sebagai bertemunya gairah baru transformasi menjadi lebih baik. “Hari ini kita mulai langkah pertama menuju BUMN yang terus bergerak maju, menuju Indonesia yang lebih baik.”

Dahlan Iskan mengemukakan, ada lima alasan mengapa majalah ini menjadi referensi bagi manajemen BUMN. Pertama, lebih lengkap dan akurat dalam menyajikan berbagai informasi seputar BUMN. Kedua, Rubrikasi bervariasi dengan tata latak kreatif plus ulasan yang komprehensif. Ketiga, majalah ini dikelola oleh profesional di bidang media massa yang berpengalaman dan paham tentang BUMN.

Selebihnya, majalah ini didukung dengan jaringan yang kuat dan andal di lingkungan BUMN maupun mitra BUMN. Kelima, pasar pembaca dengan segmentasi khusus yakni kalangan eksekutif di BUMN maupun para pengambil keputusan dan profesional non BUMN.

Tak hanya memusatkan perhatian pada pemberitaan BUMN termasuk aksi PKBL (program kemitraan bina lingkungan), bekerjasama dengan instansi profesional dan teruji, majalah ini juga siap menggelar aksi apresiasi atas kinerja BUMN melalui penilaian komprehensif dan kredibel. Pada penerbitan perdana, selain Dahlan Iskan sejumlah pakar dan kolomnis berkontribusi melalui artikel segar mereka. Antara lain, Prof. Dr. Rhenald Kasali, Zaim Uchrowi, Ryan Kiryanto, Nani Subarto dan N. Syamsuddin Ch. Haesy. Juga kolom PKBL oleh Dr. Juniati Gunawan dan Tim Trisakti Sustainability Center.

“Semoga majalah sungguh mampu menjadi jawara di bidangnya,”ungkap Faisal. Artinya, mencerminkan keberanian hidup, kompeten, profesional, dan berkelanjutan. “Lihat saja laporan utama nomor pedana ini, 3 tahun BUMN Out of The Box. | noora.

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 545
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 651
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 644
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 955
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya
Sainstek