WASHINGTON, AKARPADINEWS.Com - Pada Jumat lalu setelah hari perayaan bersyukur (Thanksgiving) terjadi booming belanja terbesar sepanjang tahun, yang dikenal pula dengan black friday. Uniknya, para pembelanja itu melakukan transaksi secara online.
Banyak pedagang atau toko mendapatkan laba besar. Para pencatat pemasukan mencatat kerugian dengan tinta merah dan laba dengan tinta hitam, dan mempopulerkan periode tersebut dengan "Black Friday" karena pentingnya periode ini untuk dunia bisnis sepanjang satu tahun.
National Retail Federation dilansir voa mengatakan, lebih dari 133 juta warga Amerika berbelanja langsung di toko atau online sejak hari Kamis. Angka tersebut menurun lebih dari 5 persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu.
Para peritel memperhatikan penjualan online pada hari Senin (1/12) waktu setempat dengan cermat, karena "Cyber Monday" telah menjadi waktu puncak bagi orang-orang untuk berbelanja. Mereka milih berbelanja online karena menghindari kerumunan dan antrian orang di toko .
ComScore, yang memonitor perdagangan online, mengatakan minggu pertama bulan November menunjukkan penjualan online yang lebih tinggi daripada waktu sama tahun lalu.