
(Kepada Khairunnisa Haedar Fauzi - Pramugari AirAsia 8501)
Duka sedang memburai di jagad fana, Nis
Kala ruhmu melangkah di alam barzah
Ke haribaan Allah, Pemberi harkat syahidah
Harkat istimewa penghuni surga
Aku tak mengenalmu, tapi serasa kau anakku sendiri
Airmataku netes kala terbetik kabar
Jenazahmu tertampak di kasad mata
Selepas kau arungi darat, langit, dan samodera
Selepas kau tenangkan penumpang pesawat terguncang
Selepas awan comulus nimbus tak lagi kuasa ditakluk manusia
Senyumlah kepada-Nya, Nis
Allah kekasihmu sejati
Biarlah puding dan samboza isi wortel, kentang dan telur
Diolah ibumu untuk kerabat yang tak habis menghantar doa untukmu
Bukankah impianmu menjadi pramugari tercapai sudah
Karena engkau belia luar biasa
Allah pilihkan cara luar biasa
Malaikat menjemput di langit tinggi
Dan jasadmu dihantar pulang
Agar tetes tangis ibumu
Jelma jadi doa
Agar sedih duka ayahmu
Jelma jadi peringan langkahmu menuju surga
Senyumlah kepada-Nya, Nis
Karena sudah kau tinggalkan bagi kami pelajaran berharga
Penguat iman, penebar sabar
Peneguh rasa peduli insani
Senyumlah kepada-Nya, Nis
Telah kau maknai namamu
Khairunnisa
Perempuan elok rupa cantik budi
Seperti doa yang melekat
Selepas kau dilahirkan ibu
Pergilah dengan senyuman, Nis
Kami iringi kamu dengan doa
Seperti kami iringi juga arwah
Mereka yang berada di kabin AirAsia QZ8501

Yang dijemput malaikat
kala dipeluk awan atau ketika dicumbu laut
Pergilah menjumpai Allah
Melangkahlah menuju surga yang sudah disediakan-Nya
Pergilah dengan senyuman, Nis
Pergilah sebagai syahidah
Tengoklah bagaimana ayahmu tabah
Menerima kemuliaanmu dengan pasrah
Karena imannya tak pernah goyah
Meski sedih semayam di hati
Meski kehilangan tak tergantikan
Maklumi tangis ibumu
Tangis cinta
Yang pada setiap bulir airmatanya
Selalu ada kamu..
(Sem Haesy, Jakarta, 31.12.14)