Memacu Sel Bak Melawan Kanker

| dilihat 2494

AKARPADINEWS.COM | KANKER merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Salah satu pengobatannya adalah menggunakan metode kemoterapi. Namun, metode itu memiliki efek samping yang berbahaya.

Kemungkinan seseorang sembuh total dari kanker setelah kemoterapi juga tidak terlalu besar. Sebab, selama berlangsungnya kemoterapi, prosesnya dapat membunuh sel-sel sehat lainnya sehingga menurunkan sistem imun tubuh. Oleh sebab itu, kesembuhan dari metode penyembuhan kemoterapi bergantung pada sistem imunitas tubuhnya dan kemauan keras pasien penderita kanker untuk sembuh.

Metode terbaru untuk penyembuhan kanker menjadi kebutuhan di dunia kesehatan. Berbagai penelitian telah dilakukan agar dapat menemukan metode penyembuhan penyakit kanker dengan cara yang lebih aman.

Terbaru, sekelompok peneliti dari Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research, Australia, menemukan metode yang memanfaatkan sel dalam tubuh manusia sendiri, yakni menggunakan sel bernama Bak.

Sel tersebut merupakan protein yang sel tubuh makhluk hidup. Sel itu menjadi pusat dari terjadinya proses apotosis yakni mekanisme biologis yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram.

Proses itu alami dilakukan oleh sistem tubuh makhluk hidup, terutama manusia. Dalam proses tersebut, sel Bak memiliki fungsi sebagai protein yang dapat menghancurkan sel-sel mati.

Namun, ketika proses apotosis tidak berjalan dengan baik, maka dapat mengakibatkan serangkaian mutasi yang dapat menyebabkan sel kanker dapat tumbuh subur tak terdeteksi. Ketika hal itu terjadi, sel Bak tidak dapat bekerja dengan baik dan sistem imun tubuh tidak dapat mengeksekusi sel kanker sebelum berkembang dan membahayakan tubuh manusia.

Dapat dikatakan, di dalam proses apotosis, sel Bak merupakan sel penting dalam regenerasi sel di dalam tubuh. Tanpa sel itu, maka sel yang mati oleh proses alami dapat menjadi sel kanker yang mematikan.

Kinerja Bak itulah yang kemudian menginspirasi Dr Sweta Iyer dan Dr Ruth Kluck beserta timnya untuk mengaplikasikan fungsi Bak untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tumbuh dalam tubuh manusia. Mereka menemukan metode pengaktifan sel Bak sehingga dapat bekerja selaiknya pada proses apotosis dalam sel kanker. Dengan demikian, sel kanker dapat mati dengan sendirinya termakan oleh sel Bak dalam proses apotosis.

Bagi Kluck, penemuan ini sungguh di luar dugaan. Karena, hal itu dapat menjadi upaya penyembuhan penyakit kanker dengan merangsang sistem imun manusia agar lebih tangguh melawan kanker. “Kami sangat bergembira ketika menyadari telah melakukan menemukan cara baru untuk mengaktifkan Bak (untuk melawan sel kanker),” ungkapnya.

Penemuan ini ditemukan saat Kluck dan timnya membuat sebuah simulasi proses apotosis dengan menggunakan simulator struktur tiga dimensi (3D). Melalui struktur 3D tersebut, Kluck dan timnya berhasil menemukan cara yang efisien untuk mengaktifkan sel Bak sebagai antibodi terhadap sel kanker.

Simulasi struktur sel 3D itu juga membantu Kluck menemukan cara mengaktifkan fungsi sel Bak yang dibutuhkan semacam protein berjenis BH3. Protein tersebut mengikat alur Bak sehingga mengubah fungsinya dari sel protein biasa menjadi sel protein yang memangsa sel-sel mati.

Bila protein BH3 itu dikembangkan ke dalam obat kanker, maka akan menjadi upaya baru untuk menyelamatkan pasien penderita kanker. Untuk itu, Kluck dan timnya tengah berupaya menemukan cara agar obat dengan protein BH3 dapat dihasilkan dan diproduksi secara massal.

Cara kerja obat tersebut nantinya tidak akan langsung mematikan sel kanker, melainkan menguatkan sistem imun tubuh sehingga proses pembunuhan sel kanker dapat lebih alami. Karena, obat itu akan mengaktifkan sel Bak dalam sel kanker dan memulai proses apotosis dalam sel kanker sehingga sel itu hancur. Dengan sistem kerjanya seperti itu, kemungkinan obat ditolak oleh sistem imun tubuh tidak akan terjadi.

Penemuan ini memang menjanjikan untuk menyempurnakan metode penyembuhan penyakit kanker. Tetapi, pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama agar obat yang dikehendaki Kluck itu sempurna. Hal itu dapat menjadi titik terang penemuan metode yang tepat untuk menyembuhkan kanker.

Penelitian yang dilakukan Kluck dan koleganya menunjukkan, sistem imun manusia memiliki kapabilitas yang belum sepenuhnya dipahami manusia. Selama ini, dunia pengobatan dan kesehatan hanya fokus pada penciptaan obat yang langsung menyasar pada upaya pemusnahan penyakit.

Upaya pemusnahan sumber penyakit itu terkadang memiliki dampak negatif pada tubuh manusia. Salah satunya melemahkan sistem imun dan membuat tubuh manusia bergantung pada obat. Padahal, dengan metode yang tepat, dapat dikembangkan sistem penyembuhan yang menargetkan pada penguatan sistem imun dan antibodi alami manusia untuk melawan penyakit.

Penelitian tersebut dapat membuka kemungkinan penyembuhan penyakit lainnya dengan metode yang berakar pada memaksimalkan fungsi kinerja sistem imun tubuh manusia. Karena, sistem imun di dalam tubuh manusia sangat kompleks dan penuh misteri sehingga masih terdapat potensi-potensi yang bisa dikembangkan dalam hal penyembuhan terhadap suatu penyakit.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Science Alert/Walter+Eliza Halla
 
Ekonomi & Bisnis
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 350
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
09 Okt 20, 21:01 WIB | Dilihat : 345
Mengharap Garuda di Langit
03 Okt 20, 19:40 WIB | Dilihat : 302
KAMI Tolak Bailout Jiwasraya 22 Triliun Rupiah
18 Sep 20, 21:20 WIB | Dilihat : 365
Naik Turun Indeks Harga Saham itu Niscaya
Selanjutnya
Humaniora
23 Feb 21, 12:09 WIB | Dilihat : 203
Pengemudi Taksi itu Bernama Tuti
13 Feb 21, 20:24 WIB | Dilihat : 294
Neo Nihilisme
13 Feb 21, 09:34 WIB | Dilihat : 289
Mengenang Sosok Cendekia Sinyo Harry Sarundajang
Selanjutnya