Chihira Kanae, Robot Pelayan Informasi

| dilihat 2495

AKARPADINEWS.COM | TEKNOLOGI robotika terus berkembang. Para ilmuwan berlomba untuk melahirkan robot-robot mutakhir untuk membantu manusia. Salah satu perusahaan teknologi yang terus mengembangkan teknologi robot ialah Toshiba.

Pada pameran pariwisata ITB Expo di Berlin, Jerman, Toshiba mengenalkan robot ciptaannya yang bentuknya mirip dengan manusia bernama Chihira Kanae. Robot besutan perusahaan asal Jepang itu nyaris sempurna layaknya seorang perempuan. Sekilas melihat mimik dan gerak tubuhnya, Kanae akan dikira manusia.

Selama pameran itu, Kanae difungsikan sebagai pemandu pengunjung untuk memberikan pelayanan informasi. Robot ini memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pengunjung yang ingin mengetahui segala hal terkait pameran, mulai dari penunjuk arah hingga agenda acara pameran.

Untuk menggunakan robot ini cukup berkomunikasi layaknya tengah berkomunikasi dengan manusia. Kanae dapat merespon pertanyaan dengan cepat dan memberikan arahan secara jelas kepada pengunjung. Robot ini juga dapat merespon pertanyaan pengunjung dalam beberapa bahasa, seperti bahasa Jerman, Inggris, Jepang, Mandarin, bahkan bahasa isyarat.

Robot ini merupakan hasil penyempurnaan dari dua robot sebelumnya yang juga memiliki rupa fisik perempuan. Namanya Chihira Aico yang diperlihatkan pada pameran teknologi Japan's Ceatec tahun 2014 di Jepang. Lalu, pada Oktober 2015, Toshiba memasang robot kembangannya bernama Chihira Junko di salah satu pusat pertokoan Toko sebagai pemberi informasi. Kanae merupakan versi penyempurnaan dari kedua robot tersebut.

Hitoshi Tokuda, Kepala Spesialis Pusat Penelitian dan Pengembangan Toshiba, mengatakan, robot Kanae dilengkapi dengan pengembangan perangkat lunak dan keras dari robot sebelumnya, Aico dan Junko. “Kami telah mengembangkan perangkat lunak dan kerasnya agar dapat menambah kemampuan sistem tekanan udaranya. Dengan begitu, gerakannya menjadi lebih halus (dari robot sebelumnya),” ujar Tokuda.

Soal tujuan pengembangan robot itu, Tokuda menjelaskan, pihaknya membuatnya sebagai upaya pengenalan teknologi robotik pada generasi tua yang biasanya masih canggung dengan kehadiran robot. “Kami membuat Chihira Kanae (robot) berbentuk seperti manusia agar lebih ramah untuk didekati, khususnya oleh generasi tua,” katanya.

Kanae dan robot pendahulunya diciptakan untuk memberikan pelayanan. Soal di mana robot ini akan difungsikan, Tokuda mengatakan, Kanae akan difungsikan di sektor pariwisata, sebagai penyedia informasi, dan industri pelayanan lainnya. Ke depan, robot ini akan difungsikan di rumah sakit untuk melayani pasien di rumah sakit.

Kehadiran robot ini mengundang decak kagum para pengunjung. Bagi masyarakat Jepang, kehadirannya merupakan suatu hal yang lumrah. Prof Noel Sharkey, pakar robotika Universitas Sheffield, berpandangan, meski berpenampilan seperti manusia, robot tersebut masih terasa seperti sebuah robot dan sebagian besar orang masih merasa tidak nyaman berdekatan dengan robot itu. “Sebagai sebuah robot, kehadirannya memang bagus, namun penampilannya masih seperti psycho killer,” ujarnya.

Pandangan itu, menurut Sharkey, berhubungan dengan kultur teknologi yang berbeda dengan masyarakat Jepang. “Dalam sebuah survei yang dilakukan di Jepang dan Amerika Serikat (AS), masyarakat Jepang lebih menginginkan robot dengan bentuk yang menyerupai manusia. Namun, di AS dan sebagian negara Barat, masyarakat lebih nyaman berurusan dengan robot dengan bentuknya seperti saat ini (masih dengan bentuk mekanik),” ungkapnya.

Pandangan itu kiranya ada benarnya, karena di AS, robot sudah diaplikasikan sebagai penyedia informasi, seperti yang diterapkan oleh Hilton Hotels & Resorts di Virginia. Di hotel tersebut, Hilton menggunakan robot bernama Neo, yang juga buatan Jepang, dengan perangkat lunak dari IBM berbentuk robot mungil untuk memberikan saran dan informasi kepada pengunjung. Kehadiran robot mungil itu menjadi atraksi tersendiri dan disukai oleh para pengunjung.

Bila disuruh memilih, Sharkey mengatakan, dirinya akan lebih memilih robot yang masih berbentuk mekanik seperti yang sudah ada. “Secara personal, saya lebih memilih berhadapan dengan robot dengan bentuk yang sudah saya akrabi dari pada sebuah mesin dengan rupa menipu (seperti manusia). Ini soal kepercayaan,” pungkasnya.

Kehadiran teknologi robotika dengan fisik menyerupai manusia memang sebuah terobosan baru, khususnya dalam melayani informasi. Di sisi lain, kehadiran robot seperti Kanae dapat dipastikan merebut fungsi pekerja penyedia informasi atau bagian pelayanan. Bila diterapkan secara luas, perlu aturan tersendiri agar bidang kerja penyedia informasi tidak begitu saja diserahkan pada robot. Karena, bila tanpa aturan, akan banyak pekerja di bidang pelayanan, seperti resepsionis ataupun pusat informasi yang akan diberhentikan sehingga menimbulkan masalah pengangguran.

Belum lagi, bila dilihat dari sistem teknologinya, penerapan robot penyedia informasi semacam Kanae akan membutuhkan ongkos perawatan yang tinggi. Ongkos itu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi sebuah perusahaan untuk menggunakan teknologi robot penyedia informasi.

Belum lagi, perlu pendalaman dalam penanganan komplain dan pendekatan kepada konsumen, khususnya bila konsumen dalam keadaan emosi. Pemetaan pembacaan emosi manusia untuk teknologi robotika masih belum sempurna. Apalagi, robot itu mengalami error, maka akan memancing emosi pelanggan bisa berujung pengerusakan robot tersebut.

Soal aturan, ongkos, dan kemampuan menghadapi emosi pelanggan, perlu menjadi perhatian bagi para pengembang teknologi robotika. Dengan formula yang tepat, bukan tidak mungkin, robot Kanae akan menjalani tugasnya dengan sempurna.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : BBC
 
Budaya
20 Jul 20, 00:16 WIB | Dilihat : 243
Dimensi Kata di Tangan Sapardi Djoko Damono
06 Jul 20, 09:30 WIB | Dilihat : 363
Puisi, Pandemi dan Kisruh Logika Publik
Selanjutnya
Seni & Hiburan
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 340
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
22 Mei 20, 05:26 WIB | Dilihat : 773
Refleksi Lagu Kanyaah Indung Bapak
19 Mei 20, 09:55 WIB | Dilihat : 633
Selamat Jalan Alex Aman Chalik
18 Mei 20, 05:02 WIB | Dilihat : 289
Pandemi dan Ramadan dalam Puisi Gus Nas
Selanjutnya