Bugatti Chiron, Supercars Tercepat di Dunia

| dilihat 2330

AKARPADINEWS.COM | MEMPRODUKSI supercars tercepat di dunia merupakan impian pabrikan otomotif di dunia. Dari sekian banyak pabrikan, Bugatti menempatkan posisi puncak dalam memproduksi mobil supercepat. Di tahun 2005, pabrikan dari Perancis itu berhasil melahirkan supercars tercepat di dunia dengan nama Bugatti Veyron.

Mesin mobil itu berkekuatan 1.200 tenaga kuda. Kapasitas mesin itu mampu membuat Veyron menembus kecepatan dari 0-100 kilometer perjam hanya dalam waktu 2,5 detik.

Dengan kemampuan itu, Veyron dapat mencapai puncak kecepatan hingga 410 kilometer perjam. Rekor kecepatan itu sulit disusul oleh supercars dari pabrikan lainnya, seperti Ferrari, Lamborghini, hingga Maserati. Kini, rekor itu sudah dapat dipecahkan. Pemecah rekor itu lahir dari rahim yang sama dengan Veyron. Mobil itu bernama Bugatti Chiron.

Wolfgang Durheimer, Presiden Bugatti, mengatakan, penciptaan Chiron merupakan jawaban tantangan untuk menciptakan mobil yang lebih baik dari Veyron. Durheimer juga mengatakan, Chiron dibuat dengan melakukan banyak pengurangan massa kendaraan sehingga mobil ini jauh lebih ringan dari pendahulunya.

“Mobil ini (Chiron) dibuat lebih ringan dari Veyron, khususnya pada bagian mesin. Walaupun memiliki mesin yang lebih ringan, kapasitas mesin Chiron jauh lebih besar daripada pendahulunya. Kami membuatnya dengan penambahan tenaga kuda sebanyak 300 tenaga kuda dari mesin mobil sebelumnya dan kapasitas itu bisa ditambah sesuai dengan permintaan pembeli,” ujar Durheimer.

Mobil yang lahir pada tahun 2016 ini memiliki kapasitas mesin 1500 tenaga kuda. Dengan kapasitas tersebut, mobil ini dapat melaju dari 0-100 kilometer perjam di bawah 2,5 detik. Kecepatan itu dihasilkan oleh empat supercharger yang terdapat dalam mesinnya. Selain itu, mesih Chiron memiliki 16 silinder sehingga pembakaran pada mesin menjadi maksimum.

Untuk kecepatan maksimum, Chiron mampu digeber hingga kecepatan 420 kilometer per jam. Kecepatan ini sudah barang tentu di atas kakak kandungnya, Veyron. Kecepatan itu masih dapat lebih cepat apabila kapasitor pembatas kecepatan dalam mesinnya dicabut. Tanpa kapasitor pembatas, Chiron mampu menempuh 458 kilometer per jam.

Selain memiliki kapasitas mesin yang mumpuni, Chiron juga dilengkapi dengan teknologi aeridinamik pada bagian body untuk dapat memanfaatkan tenaga angin sebagai penambah daya kecepatannya. Teknologi ini merupakan penyempurnaan dari teknologi aerodinamis milik Bugatti Veyron.

Teknologi itu memungkinkan body mobil Chiron diatur, seperti memunculkan spoiler belakang atau merendahkan tinggi kendaraan, sehingga tubuh mobil menjadi lebih aerodinamis. Dengan begitu, mobil dapat memaksimalkan pemanfaatan angin untuk menambah kecepatan kendaraan.

Untuk memaksimalkan teknologi aerodinamik tersebut, Bugatti Chiron dilengkapi dengan mode berkendara. Ada lima buah mode berkendara yang dapat digunakan oleh pengendaranya, yakni Auto, Lift, Autobahn, Handling, dan Top Speed. Masing-masing mode tersebut memiliki karakteristik yang dapat mengakomodir kebutuhan pengendaranya.

Mode Auto merupakan mode yang akan memberikan keleluasaan kepada otak Bugatti Chiron untuk mengatur sistem dan teknologi aerodinamiknya pada performa terbaiknya. Lalu, mode Lift merupakan mode berkendara yang didesain untuk melalui jalan dengan polisi tidur atau jalanan berlubang. Bila mode ini aktif, kecepatan kendaraan dibatasi maksimal 50 kilometer perjam.

Mode ketiga ialah Autobahn. Mode ini akan aktif otomatis ketika kendaraan sudah melaju melampaui kecepatan 180 kilometer perjam. Dengan mode ini, kendaraan akan stabil dan mengurangi getaran-getaran pada kendaraan sehingga kendaraan melaju dengan halus.

Kemudian, mode Handling merupakan mode yang didesain untuk pengendara yang ingin sepenuhnya menguasai kendaraan mereka. Dengan mode ini, pengendara akan sepenuhnya memiliki kendali atas segala potensi kekuatan dan kecepatan Chiron. Adapun, mode ini tidak akan membatasi kecepatan dengan begitu pengendara harus memiliki kemampuan berkendara yang mumpuni.

Dan terakhir, mode Top Speed. Dengan mengaktifkan mode ini, maka Chiron akan bereaksi dengan merendahkan suspensi dan mengatur jalur angin sehingga dapat memberikan tambahan dorongan kecepatan. Mode ini merupakan ciri khas mobil besutan Bugatti, pertama kali diaplikasikan pada Bugatti Veyron. Dengan mode ini, pengendara dapat memacu kendaraannya hingga kecepatan tertinggi.

Kelima mode berkendara itu akan memberikan sensasi tersendiri bagi pengendara. Dengan begitu, pengendara dapat merasakan kenyamanan dan dapat memacu kendaraan hingga potensi maksimum Bugatti Chiron.

Dengan kecepatan yang luar biasa, Bugatti Chiron juga memiliki sistem pengereman yang pakem. Mobil ini memiliki cakram rem lebih besar 20 mm dan lebih tipis 2 mm ketimbang milik Veyron. Cakram rem yang terpasang pada keempat roda Chiron tersebut terbuat dari bahan carbon-silicon sehingga ringan dan memiliki daya cengkram lebih baik daripada cakram lainnya.

Soal pemilihan ban, Durheimer mengatakan, pihaknya tidak main-main dalam memilih ban yang cocok untuk Chiron. “Hal ini (soal ban) merupakan salah satu tantangan tersendiri. Seluruh performa kendaraan bergantung kepada daya cengkram ban terhadap jalanan. Kami sangat menyadari bila ingin lebih cepat maka kami membutuhkan jenis ban yang baru (berbeda dari sebelumnya),” ujarnya.

Untuk mendapatkan daya cengkram maksimal, pilihan ban jatuh pada ban produksi Michelin. Durheimer mengatakan, di antara sekian banyak jenis ban yang digunakan pada saat ujicoba Bugatti Chiron, hanya ban produksi Michelin saja yang berhasil bertahan dan mampu memberikan daya cengkram sesuai pada Chiron.

Pada tes kendaraan yang dilakukan pada landasan pacu pesawat terbang, Bugatti tidak hanya menguji daya tahan ban namun juga jenis ukuran velg yang sesuai agar dapat mengeluarkan potensi terbesar Chiron.

Dari hasil ujicoba tersebut, dipilihlah velg berukuran 14 persen lebih lebar pada ban depan dan 12 persen lebih lebar pada ban belakang dari velg pendahulunya. Dengan ukuran yang lebih lebar maka daya cengkram Bugatti Chiron lebih kuat, bahkan saat jalanan licin.

Kelebihan lain Bugatti Chiron juga dapat terlihat pada interiornya yang didesain dengan sangat mewah karena hampir semua bagian interiornya dibalut oleh material kulit. Dengan begitu, ketika masuk ke dalam kendaraan, kesan mewah itu begitu nampak dan melekat pada mobil ini.

Berbagai kemampuan tersebut, sudah pasti Bugatti Chiron tidak akan dibanderol murah oleh pabrikannya. Untuk dapat memiliki mobil tercepat tersebut, pecinta otomotif harus merogoh koceknya hingga US$ 2,6 juta atau setara dengan Rp. 33 miliar. Harga tersebut merupakan harga yang pantas agar dapat menikmati segala potensi Bugatti Chiron.

Kehadiran Chiron dapat menjadi ancaman serius bagi berbagai pabrikan supercars lainnya, seperti Ferrari, Lamborghini, dan Maserati. Pasalnya, dengan suguhan teknologi dan potensi kecepatannya, Chiron dapat menarik minat para pecinta otomotif dunia untuk berpaling padanya.

Akan tetapi, Bugatti membatasi jumlah produksinya hanya sebanyak 500 unit untuk penjualan ke seluruh dunia. Hal itu kemungkinan strategi pemasaran Bugatti agar kendaraan buah karyanya dapat menjadi salah satu kendaraan langka dan dapat mendongkrak harganya di masa yang akan datang. Sudah barang tentu, para pecinta otomotif dengan kocek tak terbatas pastinya akan berburu mobil ini. Bukan hanya soal kualitasnya semata, melainkan juga prestise atas kepemilikan kendaraan luar biasa ini.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Top Gear/Bugatti/Auto Express
 
Humaniora
29 Jul 20, 14:08 WIB | Dilihat : 110
Mencandai Masa Depan
29 Jul 20, 09:29 WIB | Dilihat : 93
Mengembalikan Pendidikan Pada Arahnya
22 Jul 20, 14:31 WIB | Dilihat : 223
Sultan Arief yang Arif itu Sahaja dalam Kemuliaan
Selanjutnya
Sporta
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 1146
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1996
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1676
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
Selanjutnya