Anak Muda Indonesia yang Mendunia

| dilihat 2306

AKARPADINEWS.COM | “BERIKAN kepada ku 10 pemuda, maka akan aku ubah dunia.” Pernyataan yang disampaikan Presiden Soekarno itu mengandung makna betapa besar peran pemuda dalam mendorong perubahan.

Soekarno menyakini, pemuda mampu membuat dunia tercengang dengan Indonesia. Tentu, pemuda yang menjadi motor perubahan itu adalah adalah mereka yang memiliki semangat, pekerja keras, kreatif, inovatif, dan memegang teguh idealisme.

Di negara ini, begitu banyak pemuda yang membanggakan. Mereka yang berprestasi itu tersebar di berbagai bidang dan profesi. Ada di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni budaya, industri kreatif, dan sebagainya. Dan, ada juga yang sukses dalam berbisnis dan menjadi menjadi pimpinan tertinggi (CEO) sebuah perusahaan yang didirikan dan dikelola sendiri.

25 Februari 2016 lalu, majalah bisnis dan finasial terkemuka di dunia, Forbes melansir daftar 30 anak muda tersukses di bawah usia 30 tahun di Asia. Dan, yang mengejutkan, di antara 30 anak muda tersukses tersebut, ada 17 anak muda yang berasal dari Indonesia.

Bahkan, Indonesia menyumbang paling banyak entrepreneur di daftar anak muda yang dilangsir Forbes. Mengutip laman Forbes, dalam waktu berbulan-bulan, 23 koresponden Forbes yang tersebar di berbagai negara, mencari 300 anak muda terbaik dan tercerdas, yang dianggap dapat membawa perubahan pada bangsanya.

30 anak muda tersukses itu tersaring dari ribuan nominasi, yang kemudian diseleksi menjadi ratusan untuk dinilai oleh 30 dewan juri. Dari 300 nominasi tersebut, akhirnya juri dari berbagai bidang itu membagi 10 kategori, lalu menentukan siapa yang masuk 30 anak muda terbaik di bawah usia 30 tahun di Asia.

17 anak muda Indonesia yang masuk ke dalam daftar anak muda yang membanggakan itu antara lain, Joey Alexander Sila, musisi, 12 tahun (Entertainment & Sports), Peggy Hartanto, desainer, 27 tahun, desainer (Art), dan Helga Angelina Tjahjadi, Cofounder Burgreens, 25 tahun. Untuk kategoi Retail & Ecommerce antara lain: Carline Darjanto, Entrepreneur, 28 tahun,  Merrie Elizabeth, CEO & Creative Director BloBar Salon, 28 tahun, Yasa Paramita Singgih, Founder & President Men’s Republic, 20 tahun, dan Ferry Unardi, Cofounder & CEO Traveloka, 28 tahun. Sedangkan untuk kategori Finance & Venture Capital antara lain: Moses Lo, Founder & CEO Xendit, 27 tahun dan Abraham Viktor, Cofounder & CEO Taralite, 23 tahun.

Lalu, Abraham Ranardo, Cofounder Mailbird, 25 tahun untuk kategori Entreprise Tech. Sedangkan Consumer Tech diraih Kevin Aluwi, Cofounder & Chief Financial Officer Gojek, 29 tahun, Benny Fajarai, Cofounder Qlapa dan Kreavi, 25 tahun, dan Arief Widhiyasa, Cofounder Agate Studio, 28 tahun.  

Lalu, untuk Social Entrepreneurs antara lain: Heni Sri Sundani Jaladara, Founder Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community, 28 tahun dan Muhammad Alfatih Timur, Cofounder & CEO KitaBisa, 24 tahun. Sementara untuk Healthcare & Science antara lain: Mesty Ariotedjo, Cofounder WeCare.id, 26 tahun, dan Leonika Sari Njoto Boedioetomo, Founder & CEO Reblood, 22 tahun.

Dari kategori bidang entertainments dan sport diwakili oleh musisi jazz, Joey Alexander Sila. Di usia 12 tahun, nama Joey melambung hingga menembus ajang Grammy Awards 2016. Penampilannya sebagai musisi termuda di acara prestisius tersebut memukau berbagai musisi, termasuk para tamu Grammy Awards.

Mewakili bidang Arts (seni), karya desainer Peggy Hartanto, cukup digemari sejumlah selebritis dunia. Lulusan Raffles College of Design and Commerce, Australia ini meluncurkan produknya di Jakarta pada tahun 2011 dan labelnya saat ini tersebar di sejumlah negara di Asia.

Selanjutnya, Helga Angelina Tjahjadi, seorang vegetarian sejak tahun 2007. Baginya, kebiasaan makan menjadi faktor untuk menentukan tingkat kesehatan seseorang sehingga Helga mendirikan bisnis catering Bugreens tahun 2013 di Jakarta dengan 3 pekerja dan berencana akan membuka restoran lainnya.   

Di kategori Retail & E-Commerce, wirausahawan muda Carline Darjanto adalah pendiri Brand Cotton Ink sejak 2008. Ia memasarkan produknya lewat media sosial hingga meluncurkan e-commerce dan toko pribadinya di Jakarta pada 2015. Setiap bulan brand ini memproduksi 7.000 sampai 8000 pakaian ke berbagai negara Asia hingga Eropa, termasuk melayani 280 ribu followernya di media sosial.

Merrie Elizabeth  adalah CEO dan Creative Director Blobar Salon. Ia merintis bisnisnya sejak tahun 2014, dalam bentuk usaha layanan kecantikan dengan harga murah. Merrie pun mendirikan salon di Kemang, Jakarta Selatan. 

Bagi para traveler tentu mengenal situs traveloka yang memberikan jasa pencarian pesawat dan hotel. Pendirinya adalah Ferry Unardi. Ia mendirikan traveloka setelah lulus dari Sekolah Bisnis Harvard. Saat ini, traveloka dikunjungi sekitar 7,5 juta pengguna dalam sebulan. 

Di usianya ke 20 tahun, Yasa Paramita Singgih menjadi pendiri dan president dari produk fashion merek Men’s Republic. Ia meluncurkan produknya di usia 16 tahun. Saat ini, produknya dapat menghasilkan ribuan dolar AS per bulan.  

Forbes menempatkan Yasa sebagai wirausahawan termuda dalam daftar 30 Under 30 Asia. Ia pun dianggap memiliki daya juang serta kemampuan merancang strategi yang baik, dalam memasarkan produknya lewat media sosial hingga menjangkau pasaran Asia. Selanjutnya di kategori Finance & Venture Capital, Moses Lo mendirikan Xendit sebagai aplikasi pembayaran berbasis P2P (person to person).

Layanan transfer uang ini beroperasi di negara-negara Asia Tenggara dan sudah diunduh lebih dari 50.000 pengguna di Google Play Store.  Sedangkan Abraham Viktor, merupakan Cofounder & CEO Taralite, perusahaan yang memberikan pinjaman lunak untuk pernikahan. Ide Abraham mendirikan perusahaan ini muncul karena biaya pernikahan di Indonesia dikategorikan cukup mahal.  

Satu-satunya anak muda yang masuk kategori Entreprise Tech adalah Abraham Ranardo, Cofounder Mailbird. Ranardo mengembangkan aplikasi yang bisa membantu orang mengatur surat elektronik. Ia memulai bisnisnya pada tahun 2012 lalu. Saat ini aplikasi Mailbirdnya bekerjasama dengan Dropbox, Evernote, dan WhatsApp.

Selanjutnya Benny Fajarai, mendirikan Qlapa untuk menggabungkan passionnya di bidang komputer dan seni menjadi sebuah bisnis.  Arief Widhiyasa adalah Co-founder Agate Studio sebagai perusahaan pengembang game di Indonesia. Perusahaan ini digawangi 18 anak muda dan Arief pendirinya, peluncuran game agate sukses diakses jutaan pemain.

Di bidang Social Entrepreneurs, Heni Sri Sundani Jaladara, adalah pendiri gerakan anak petani cerdas. Heni memulai pekerjaanya dengan menjadi buruh migran di Hong Kong sebagai asisten rumah tangga sampai menamatkan pendidikannya di jurusan manajemen di Saint Mary University Hong Kong dengan predikat cumlaude.

Setelah pulang ke kampung halamannya di Ciamis, dia membentuk Gerakan Anak Petani Cerdas. Sedangkan Muhammad Alfatih Timur, adalah Cofounder & CEO KitaBisa sebuah platform untuk masalah-masalah sosial di Indonesia. Selama ini kitabisa.com telah membantu 37 ribu orang dengan 590 inisiatif.

Di bidang Healthcare & Science, Mesty Ariotedjo, mendirikan WeCare.id untuk membantu kesehatan masyarakat pedesaan. Sebagai model, musisi, sekaligus dokter, Mesty mendapatkan pendanaan hingga US$200 ribu untuk mengobati pasien. Ia mendirikan WeCare.id pada 2012, setelah bekerja di wilayah pedesaan. Dirinya melihat begitu banyak masyarakat yang perlu diberikan bantuan kesehatan.

Sementara Leonika Sari Njoto Boedioetomo, Founder & CEO Reblood, mendesain aplikasi dan database untuk mempercepat pencarian darah bagi kepentingan medis. Dia pernah mendapatkan penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013.

Deretan prestasi dan kesuksesan mereka membuktikan jika minim pengalaman karena usia yang muda, bukan berarti tidak bisa berkarya. Mereka justru menciptakan karya yang mengagumkan. Mereka juga cerdas dalam melihat kebutuhan, memanfaatkan internet untuk wirausaha, inovator, berjiwa seni, menguasai teknologi dan pengetahuan, serta kreatif.

Kehebatan anak-anak muda itu, tidak hanya disebabkan oleh bakat, namun juga hasil jerih payah dan kebulatan tekad untuk melakukan hal terbaik dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Mereka dapat menjadi inspirasi bagi yang lain, untuk lebih berinovasi dalam ide, selain berjuang dalam mendorong perubahan bangsa agar menjadi lebih maju dan berkembang. 

Ratu Selvi Agnesia

Editor : M. Yamin Panca Setia
 
Polhukam
03 Agt 20, 17:51 WIB | Dilihat : 129
Jalan Buntu Demokrasi
28 Jul 20, 22:04 WIB | Dilihat : 124
Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur Hukum Najib 72 Tahun
13 Jul 20, 18:40 WIB | Dilihat : 191
Tuhan Kembali Disembah di Hagia Sophia
13 Jul 20, 08:25 WIB | Dilihat : 234
Hagia Sophia dan Politik di Turki
Selanjutnya
Energi & Tambang