Audit Seluruh Proyek Infrastruktur

Cukuplah Dianti Menjadi Korban

| dilihat 1419

Opini Haedar

UDARA kota Serang – Banten, Selasa (6/2/18), biasa-biasa saja. Murung tertampak di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cengkong, yang terletak, persis di sebelah kantor Wali Kota Serang.

Sebelumnya, airmata bersimbah di sebuah rumah di Kompleks Perumahan Permata Hijau. Airmata itu, mengantar kepergian Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri.

Gadis cantik yang periang dan rajin beribadah, itu telah sampai di batas kehidupannya sebagai syahidah, setelah sebelumnya, selama 10 jam mempertahankan hidup di bawah reruntuh tembok dan longsoran tanah underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta – Tangerang.

Senin sore, karyawati Garuda Maintenance Facility (GMF), itu pulang kerja seperti biasa, bersama Muthmainah – sahabatnya. Keduanya tak menyangka, musibah akan menimpanya.

Begitu mobil yang ditumpanginya baru saja beberapa meter lepas dari underpass jalan kereta bandara Soekarno – Hatta, tetiba tembok roboh, tak kuasa menanggung beban tanah yang beberapa jam sebelumnya diguyur hujan.

Bagi Dianti dan Muthmainah, peristiwa dahsyat yang dialaminya, bertahan hidup di dalam mobil yang tergencet tembok tebal dan tumpukan longsoran tanah, adalah takdir. Termasuk kepergiannya di rumah sakit, setelah terevakuasi dari kepengapan.

Musibah yang tak pernah dibayangkan keduanya. Tapi, bisa diprediksi bakal terjadi, ketika underpass itu dibangun terburu-buru untuk memenuhi hasrat membangun infrastruktur serba cepat a la Sangkuriang.

Tak hanya Dianti yang menjadi korban aksi pembangunan infrastruktur yang dilakukan tergesa-gesa. Seperti kejadian yang dialami Dianti, Heri Isnandar, tewas ketika beton girder flyover tol Pasuruan – Probolinggo, roboh pada Minggu (29/10/17). Pada peristiwa yang terjadi di desa Cukurgondang- Grati, Pasuruan itu dua korban lain (Sugiono dan Nurdin) luka parah.

Tak hanya di jalan tol Pasuruan – Probolinggo, beton girder tol Antasari – Depok juga roboh pada Selasa (2/1/18). Pun demikian halnya dengan box girder jalan layang untuk LRT (Light Rail Transportation) di Simpang Kayu Putih.

Beberapa waktu sebelumnya, pagar beton jalan layang untuk busway, jatuh di Warung Buncit dan pembatas fly over MRT (Mass Rapid Traffic) di jalan Wijaya, menimpa seorang pengendara sepeda motor.

Belakangan, empat korban tewas ketika crane pembangunan rel kereta double track di Jatinegara.

Semua insiden proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan terburu-buru, mengejar tenggat sebelum Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019, bak menyimpan rahasianya sendiri.

Wajarlah, Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon bereaksi. Fadli Zon sama menduga, banyaknya kecelakaan itu disebabkan oleh faktor manusia, karena proyek dikerjakan terburu-buru, untuk mengejar tahun politik.

Mantan jurnalis itu menduga, semua pembangunan infrastruktur itu dikebut untuk dijadikan etalase keberhasilan. Tentu, dengan mengabaikan faktor keselamatan kerja dan keselamatan orang lain, khasnya, rakyat yang melintas di sekitaran pembangunan proyek itu.

Kepada juruwarta, Fadli Zon mengatakan, pengerjaan pembangunan infrastruktur itu, tak bisa digesa-gesa untuk memburu Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Terutama, karena akan dipergunakan untuk waktu yang lama.

Intinya, Fadli Zon mengingatkan, agar pembangunan infrastruktur yang baik niatnya, itu dikerjakan secara normal, wajar-wajar saja, sehingga kelak bermanfaat untuk rakyat banyak. Tak usah diburu-buru pun, rakyat akan tahu, di era siapa insfrastruktur itu dibangun.

Lebih dari itu, Fadli Zon memberi isyarat, agar proyek pembangunan infrastruktur dikerjakan untuk sesuatu yang lebih besar dan minim korban. Dan dibiayai tidak dengan utang yang bakal membebani rakyat di kemudian hari.

Lepas dari soal itu, dari seluruh peristiwa yang menewaskan beberapa korban dan menghilangkan nyawa itu, perlu dilakukan audit teknik untuk pekerjaan sipil, mulai dari konstruksi sampai pekerjaan lainnya. Termasuk cetak beton girder.

Lakukan audit total seluruh proyek pembangunan infrastruktur itu, dan hasil auditnya disampaikan kepada publik, agar masyarakat tahu bahwa seluruh proyek itu dikerjakan prosedur yang memastikan semua pekerjaan yang telah selesai memang dikerjakan secara akurat.

Audit teknik semacam ini merupakan standar yang berlaku umum di seluruh dunia untuk pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur.

Audit yang dilaksanakan dengan benar menyimpan catatan sebagai referensi di kemudian hari, sekaligus melindungi Negara dari berbagai klaim. Termasuk klaim akibat jatuhnya korban yang tidak semestinya.

Paling tidak, prosed audit teknik itu meliputi beberapa tahap: Inisiasi Proyek. Catatan Proyek Records, Pra-Audit Record Review, Audit proyek record, sampai Review Pengawas, Final Estimate Process, dan Project Records Wrap-Up.

Tentu dalam melakukan audit tekni proyek-proyek tersebut tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan spot atau tinjauan sepintas.

Alhasil, semua proyek pembangunan infrastruktur harus diaudit teknik secara simultanl, supaya tak jatuh lagi korban di hari esok, ketika infrastruktur itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Cukuplah Dianti, Muthmainah, Heri Isnandar, Sugiono, dan Nurdin yang menjadi martir pembangunan proyek infrastruktur yang banyak menyedot kepentingan politik dan ekonomi, itu.. |

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Budaya
04 Apr 18, 14:35 WIB | Dilihat : 2489
Budaya Tanding dari Wine ke Bir Pletok
06 Mar 18, 09:59 WIB | Dilihat : 1606
Jangan Sembarangan Nyomot Betawi
23 Feb 18, 17:28 WIB | Dilihat : 1565
Bang Udin Raje Pantun Betawi
Selanjutnya
Energi & Tambang
05 Des 17, 20:09 WIB | Dilihat : 482
Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 886
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
15 Des 16, 21:23 WIB | Dilihat : 1142
Pertamina Serius Investasi di Hulu
Selanjutnya