Korupsi

Wow Asia Selatan Negara Paling Korup!

| dilihat 1398
 
 
AKARPADINEWS.Com - Lembaga Transparancy International merilis laporan “Fighting Corruption in South Asia: Building Accountability,” yang  menyebutkan bahwa Asia Selatan adalah wilayah yang paling korup di dunia.  Di mana negara-negara yang mengalami masalah serius mengatasi korupsi adalah Bangladesh, India, Maladewa, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka.
 
Organisasi pengawas korupsi nonpemerintah tersebut menyatakan pemerintah pemerintah harus memperkuat lembaga antikorupsi mereka untuk mencegah campur tangan politik dan melindungi para pengungkap kasus korupsi.
 
"Berdasarkan penelitian kami, Asia Selatan sekarang merupakan wilayah terburuk di dunia dalam penanganan korupsi," kata Direktur Regional Transparency International untuk Asia Pasifik, Srirak Plipat, seperti dilansir AP, Rabu (21/5).
 
Keenam negara tersebut sebenarnya mempunyai lembaga pemberantasan korupsi. Sayangnya, kekuasaan itu terbentur oleh kontrol politik dalam penunjukan pegawai dan anggaran. "Kurangnya kemauan politik dari pihak pemerintah untuk memastikan aturan hukum dijalankan sama artinya dengan penumpasan korupsi yang sia-sia," begitu tertulis dalam laporan.
 
 
 Organisasi yang berbasis di Berlin itu menemukan bahwa  pihak-pihak dari keenam negara itu, yang hendak melaporkan, mengungkap atau menyelidiki korupsi “menghadapi banyak hambatan hukum, tentangan politik dan ancaman sehingga penyuapan, transaksi rahasia dan penyalahgunaan wewenang tidak terkendali.”
 
 Transparency International  juga menyatakan korupsi terus meningkat di Asia Selatan, di mana ke-enam negara itu mendapat skor dibawah 40 dari total skor 100
 Dalam pernyataannya Plipat mengatakan “bagaimana mungkin sebuah kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang begitu kuat mengalami tingkat kemiskinan yang sangat tinggi?”
 
Kelompok ini mendesak pemerintah dari enam negara untuk memperkuat lembaga antikorupsi dan peradilan. Caranya dengan memastikan janji, pemindahan dan pemberhentian ketua lembaga antikorupsi dilakukan secara independen.
 
Di Nepal pada 2013 hakim agung Khil Raj Regmi dari Mahkamah Agung diangkat menjadi perdana menteri. Menurut Transparency International, hal itu mengaburkan batas antara kekuasaan eksekutif dan yudikatif. Dia tidak mengundurkan diri dari posisi hukumnya meski ia berhenti menangani kasus hukum. Di Bangladesh pemerintah menunjuk 48 hakim untuk ditempatkan di Mahkamah Agung sejak 2009.Pakistan membahas hukum hak atas informasi. Sri Lanka tidak membahas hal itu. Laporan mengatakan India telah berupaya mencairkan haknya atas hukum informasi yang saat ini merupakan salah satu yang terkuat di dunia.
 
Plipat mengatakan Transparency International akan memantau pemerintah terpilih India untuk melihat apakah akan menepati  janjinya membersihkan korupsi. Dia mengatakan pemerintah India harus menerapkan UU Ombudsman yang disahkan oleh Parlemen tahun lalu dan mendorong UU antikorupsi yang lain, termasuk mengubah undang-undang untuk melindungi pengungkap kasus korupsi di sektor swasta.
 
Editor : Nur Baety Rofiq | Sumber : AP, Berbagai Sumber
 
Sporta
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 882
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1724
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1415
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
Selanjutnya
Lingkungan
04 Apr 20, 21:16 WIB | Dilihat : 34
Gubernur Anies Serukan Warga Pakai Masker
03 Apr 20, 15:51 WIB | Dilihat : 53
Melawan Virus dengan Lembu Akalang
22 Mar 20, 20:46 WIB | Dilihat : 81
Konferensi Virtual Bahas Covid 19
22 Mar 20, 19:06 WIB | Dilihat : 215
Aromaterapi dan Parfum Pernah Dipakai Melawan Wabah
Selanjutnya