Johan Cruyff Wafat

Sepakbola Dunia Berduka

| dilihat 2385

AKARPADINEWS.COM| SEPAKBOLA dunia berduka atas wafatnya Johan Cruyff. Legenda sepakbola asal Belanda itu wafat pada Kamis (24/3) di Barcelona, Spanyol. Cruyff tak kuasa bertahan setelah sekian lama berjuang melawan kanker paru-paru. Kabar duka itu pertame kali mengudara melalui situs resmi pribadinya.

Cruyff yang wafat di usia 68 tahun merupakan sosok yang turut andil dalam perkembangan sepakbola duna. Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 25 April 1947 itu, memulai karir sepakbola tatkala bergabung dengan akademi klub Ajax Amsterdam di usia 10 tahun. Cruyff memulai debutnya sebagai pesepakbola professional di tim senior Ajax pada tahun 1964.

Pada tahun 1965, Cruyff dipercaya sebagai pemain utama. Di bawah asuhan Rinus Michels, pelatih Ajax era 1965-1971, Cruyff menjadi pesepakbola handal, yang kerap piawai mengocek bola di lapangan hijau. Dia dikenal gesit, mengelabuhi pertahanan lawan. Dan, Cruyff melegenda karena gaya menggiring bola khasnya yang diberi nama Cruyff Turn.

Di era kejayaannya, Cruyff yang bermain sebagai gelandang serang, terkadang juga penyerang, mempersembahkan enam kali piala Liga Eridivisie Belanda, dari tahun 1965 hingga 1973. Cruyff juga mempersembahkan Piala Eropa, yang kini dikenal dengan nama Piala Champions Eropa, sebanyak tiga kali secara beruntun dari tahun 1971 hingga 1973. Pada masa itu, Cruyff begitu berjaya di Ajax. Di klub kebanggaan masyarakat Belanda itu, Cruyff tampil sebanyak 240 laga dan menyarangkan 190 gol. Dia pun ditasbihkan sebagai pesepakbola ternama Eropa yang pertama.

Sebagai selebritas di lapangan hijau, Cruyff juga dikenal karena sepatu Puma dan nomor punggung 14 yang melekat padanya. Setelah bersinar di Ajax, Cruyff hijrah ke Barcelona pada tahun 1973. Di klub asal Catalan ini, Cruyff bereuni dengan mantan pelatihnya Michels yang lebih dulu bergabung dengan Barca pada tahun 1971.

Di balik kepindahannya menuju Barcelona terdapat cerita menarik. Pihak manajemen Ajax sebenarnya menginginkan Cruyff pindah ke Real Madrid. Namun, Cruyff menolaknya dan lebih memilih seteru abadi Madrid itu sebagai klub pelabuhannya di La Liga Spanyol.

Di Barca, cahaya kebintangan Cruyff bersinar lebih benderang. Tahun pertamanya bergabung dengan klub yang bermarkas di Nou Camp itu, Cruyff mempersembahkan gelar juara La Liga pertama setelah 13 belas tahun tidak merasakan juara. Dan, karena Cruyff, Barcelona untuk pertama kalinya berhasil menang telak di laga El Clasico melawan Real Madrid, dengan skor 5-0.

Selama lima tahun bersama Barcelona, Cruyff membantu perkembangan permainan Barca. Meski sebagai pemain, Cruyff memiliki pengaruh besar dan menjadi motor pergerakkan tim. Karenanya, Cruyff pun dipercaya mengenakan ban kapten.

Meski mengalami musim-musim yang baik di Barcelona, kebersamaannya dengan klub berjuluk Blaugrana tersebut harus berakhir. Dia pisah dengan Barcelona pada tahun 1978. Sebelum berpisah dengan Barcelona, Cruyff mempersembahkan gelar juara Copa Del Rey kepada Barca pada tahun 1978. Bersama Barca, Cruyff tampil sebanyak 143 laga dan mencetak 48 gol.

Setelah berpisah dengan Barca, Cruyff pernah merasakan bermain di liga Amerika selama dua musim di dua klub berbeda, yakni Los Angeles Aztec pada musim 1979-1980 dan Washington Diplomats di musim 1980-1981.

Setelah itu, ayah dari Jordi Cruyff tersebut kembali ke benua biru dan bergabung bersama Levante pada tahun 1981. Di klub tersebut, Cruyff hanya bermain sebanyak 10 laga. Dan, di tahun yang sama dia kembali ke Ajax. Selama dua musim bersama Ajax, tahun 1981 hingga 1983, akhirnya Cruyff bergabung ke klub terakhirnya, yakni Feyenord, selama semusim.

Selain aktif bermain di klub sepakbola, pemain bernama lengkap Hendrik Johannes Cruyff ini juga dikenal aksinya dalam Tim Nasional (Timnas) Belanda. Dia mulai membela Timnas Negeri Kincir Angin tersebut sejak tahun 1966. Pada tahun 1974, Cruyff menjadi sosok pemain yang memimpin Belanda hingga menuju final Piala Dunia, meski kalah oleh Timnas Jerman Barat dengan skor 2-1.

Meski demikian, Cruyff menjadi pemain yang memperkenalkan permainan “Total Football” khas Tim Orange, julukan Timnas Belanda. Selama berseragam jingga, Cruyff tampil sebanyak 48 penampilan dan menyarangkan 33 gol ke jala lawan.

Pada tahun 1984, Cruyff memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola. Saat itulah, dia menempuh karir sebagai pelatih. Tahun 1985, Cruyff resmi menjadi pelatih Ajax. Selama menukangi tim yang berkandang di stadion Amsterdam Arena itu, memang belum sempat memberikan gelar juara Liga Eridevisie. Tetapi, selama lima tahun bersama, Cruyf membawa permainan Ajax stabil dan bertahan sebagai runner up juara liga.

Meski belum sempat mempersembahkan piala liga, Cruyff tetap membubuhkan prestasi selama melatih Ajax. Dia berhasil membawa Ajax menjuarai Piala Belanda, atau dikenal KNVB Beker, dua kali berturut-turut, yakni tahun 1986 dan 1987. Setelah itu, pada tahun 1988, Cruyff kembali dipinang Barcelona sebagai pelatih.

Kala menukangi Blaugrana inilah, Cruyff mulai menunjukkan kejeniusannya meracik strategi permainan. Formasi yang menjadi favoritnya ialah 4-3-3, dengan satu orang gelandang bertahan yang berfungsi sebagai jenderal pertahanan belakang sekaligus melakukan penyerangan.

Dari segi filosofi permainan, Cruyff mengedepankan permainan umpan-umpan pendek terarah sehingga memunculkan peluang mencetak gol. Untuk menyempurnakan strategi besutannya ini, Cruyff membujuk talenta muda Barcelona Josep Guardiola untuk mengubah posisi permainannya dari sayap menjadi gelandang bertahan, terkadang pemain bertahan. Permainan jenis ini kemudian dikenal sebagai permainan khas Barca, yakni tiki-taka.

Bersama nama-nama beken Barca kala itu, seperti Michael Laudrup, Hristo Stoichkov, dan Ronald Koeman, Cruyff mempersembahkan banyak gelar kepada manajemen Barcelona.

Selama ditukangi Cruyff, Barca menjuarai La Liga Spanyol sebanyak empat kali berturut-turut dari tahun 1991 sampai dengan 1994. Selain itu, dia mempersembahkan piala Copa Del Rey pada tahun 1990 dan tiga Piala Super Spanyol pada tahun 1991, 1992, dan 1996.

Selain menjadikan Barcelona sebagai tim yang ditakuti di Spanyol, Cruyff berhasil mengangkat nama Blaugrana di ranah Eropa. Dia mengantarkan Barca menjuarai Piala UEFA Winners Cup tahun 1989, Piala Champions Eropa pada tahun 1992, dan Piala Super Eropa tahun 1992.

Sayangnya, ketika Cruyff ada di puncak karir kepelatihannya, dia harus menjalani operasi jantung. Cruyff mengidap penyakit jantung karena kebiasaan merokok akutnya. Setelah itu, Cruyff berpisah dengan Barca pada tahun 1996 dan dikenang sebagai pelatih tersukses yang pernah melatih Barcelona.

Meninggalnya sosok karismatik legenda Belanda tersebut, membuat Ajax dan Barcelona berduka lewat laman daring dan media sosialnya. Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) juga ikut memberikan ucapan bela sungkawa.

Para pesepakbola dunia pun ikut mengucapkan belasungkawanya atas kepergian Cruyff. Lionel Messi, punggawa Barcelona, dalam akun twitter pribadinya, menulis, “RIP Johan Cruyff. Warisanmu akan hidup selamanya.”

Sergio Ramos, punggawa Real Madrid juga menulis ucapan bela sungkawa. “Selamat jalan kepada salah seorang legenda sepakbola sepanjang masa. Pemain dan pelatih terbaik pada masanya. RIP Johan Cruyff,” tulisnya.

Beberapa pelatih ternama, salah satunya Jurgen Klinsmann, mantan pelatih Jerman merasa sedih dan berduka. “Berita sangat sedih tentang berpulangnya sang legenda, Johan Cruyff. (Dia) seorang pemain, pelatih, guru, dan manusia yang luar biasa,” ungkapnya.

Kepergian Cruyff yang mendadak ini memang menjadi duka mendalam bagi dunia sepakbola dunia. Sosok pria Belanda itu begitu melekat dengan label juara, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Sebagai pribadi professional di dunia sepakbola, dia berupaya memberikan yang terbaik dalam bersepakbola.

Karena, Cruyff pernah mengatakan, bermain sepakbola itu sederhana, namun susah untuk bermain sederhana. Dengan pandangan itu, dia mencoba untuk tidak pernah meremehkan sepakbola, meski sudah menjadi bintang.

Sepakbola modern ini berkembang dengan pandangan sederhananya itu dan melahirkan banyak talenta muda lainnya yang mampu menampilkan permainan-permainan cantik laiknya Cruyff. Selamat jalan Johan Cruyff, dunia sepakbola akan merindukanmu.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Dail Mail/BBC/The Guardian
 
Ekonomi & Bisnis
31 Agt 21, 19:09 WIB | Dilihat : 348
Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Lokal
14 Mar 21, 23:46 WIB | Dilihat : 421
Sindroma Ambivalensia
16 Des 20, 07:56 WIB | Dilihat : 596
Peta Bank Syariah di Indonesia Berubah
Selanjutnya
Energi & Tambang
29 Mar 21, 20:15 WIB | Dilihat : 367
Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman
28 Jan 20, 13:31 WIB | Dilihat : 1210
Komitmen Budaya pada Reklamasi Pertambangan
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 1464
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
Selanjutnya