Rakyat Tak Bingung Melihat Mereka Bergaduh

Semangat Gaduh Kabinet Kerja

| dilihat 2248

AKARPADINEWS.COM |  SETIDAKNYA ada dua hal menarik dari reshuffle kabinet kerja yang dilakukan Presiden Jokowi. Yakni, dirombaknya tiga Menteri Koordinator dan tak tersentuhnya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dari perombakan itu.

Masuknya Darmin Nasution, mantan Gubernur Bank Indonesia spontan disambut positif oleh pasar. Darmin memang menjanjikan ‘harapan’ bisa intens berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Marto mengatasi posisi Rupiah yang tak lagi bermarwah. Termasuk menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter untuk menstabilkan ekonomi.

Masuknya Rizal Ramli (RR) dalam kabinet dan memangku jabatan sebagai Menko Maritim dan Sumberdaya, terbilang paling mengejutkan. RR tak tunggu waktu lebih lama, usai dilantik, lewat beberapa media dia kontan angkat bicara.

Mengeritik kebijakan tentang 32.000 MW listrik yang menurutnya tak masuk akal – meski merupakan materi kampanye dan janji Jokowi – JK. Juga tentang pembelian pesawat Airbus 350 oleh Garuda untuk melayani rute yang tak lagi menarik.

Sikap RR yang menerjang Menteri BUMN Rini Soewandi dan menyinggung Wakil Presiden Jusuf Kalla, itu kontan mendapat reaksi balik dari JK. Wakil Presiden yang ‘pensiunan’ pengusaha itu spontan bereaksi.

Dia meminta RR tak sembarang ngoceh, sebelum mempelajari dulu apa yang dia komentari. Anggota Wantimpres – Soeharso Monoarfa pun angkat bicara, seolah ingin menasihati RR agar tak berpolemik di depan publik.

Alih-alih bungkam, RR malah menantang JK berdebat di depan publik. Ah.. kumaai. Media, yang dituding Jokowi hanya memikirkan rating, pun spontan menyambar situasi yang paling ditunggu itu.

Sejumlah politisi PDIP dan relawan Jokowi pun angkat bicara. Apalagi ketika isu soal pembangunan pembangkit listrik 32.000 MW itu telah bergeser begitu cepat menjadi isu konflik kepentingan sejumlah orang yang berkontribusi pada kampanye Jokowi – JK.

Bila RR hanya bicara soal ‘tidak masuk akal’-nya kebijakan itu, kini isu yang berkembang adalah siapa mendapat apa, di mana dan kapan terkait megaproyek yang dirancang untuk masa berkuasa Jokowi 10 tahun.

Para sahabat RR pun nimbrung bicara. Mereka menuding, kegaduhan tak akan terjadi, bila Jusuf Kalla menanggapi ocehan RR dengan ‘biasa-biasa’ saja. Tapi, seperti kata Adhie Massardi ketika dihubungi TVOne, karena JK bukan negarawan dan menanggapi pernyataan RR secara emosional, maka terjadilah kegaduhan itu. Sebaliknya, pihak JK dan politisi PDIP memandang, RR tak cukup etis bersikap semacam itu. Khasnya menantang Wapres berdebat di muka umum.

Jokowi pun buru-buru mengambil langkah, mempertemukan para pegaduh melalui sidang kabinet. Lalau dilanjutkan dengan ‘rapat koordinasi’ para menteri koordinator di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum & Keamanan, Luhut B Panjaitan – yang juga Kepala Staf Kepresidenan itu.

Semangat gaduh kabinet Kerja Jokowi – JK, naga-naganya tak akan berakhir begitu saja. Apalagi di luaran berkembang juga aneka rumors. Terutama ihwal pergantian Menteri Perencanaan Pembangunan / Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago yang tak wajar, karena baru saja ditambahi wewenangnya oleh Wakil Presiden JK beberapa hari sebelum diganti.

Kembali ke soal program pembangkit listri 35 ribu MW, pernyataan RR sudah mendapat reaksi dari Menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang akan tetap melaksanakan program tersebut, sesuai dengan rencana awal pemerintahan Jokowi – JK. Artinya, dia tak akan mendengar omongan RR.  Persis seperti Menteri BUMN Rini Suwandi yang menganggap omongan RR seperti ocehan sambil lalu.

Soeharso Monoarfa, anggota Wanmtimpres dari Partai Persatuan yang berhenti dari posisi Menteri Perumahan lantaran beristeri lagi memandang kegaduhan kabinet yang dipicu RR itu mestinya tak terjadi.

“Kalau di antara menteri di kabinet saling mengeritik, ungkapkan saja di dalam, jangan ngomong di luar. Itu tidak baik untuk Presiden,”kata anggota Wantimpres bidang Ekonomi itu. Dia mengatakan, RR tak semestinya mengeritik kebijakan pemerintah, karena sekarang dia berada di dalam kabinet.

“Kalau mau kritis terhadap sub ordinatnya, boleh-boleh saja, tapi kalau dia kritis terhadap pemerintah, padahal dia ada di dalamnya, lantas gimana?”

Belakangan RR yang doyan bicara di media, rada mengendalikan dirinya. Usai rapat kabinet terbatas di Istana, dia berusaha bungkam menghadapi wartawan yang memburunya. Teten Masudi, tim komunikasi Presiden Jokowi mengatakan, Jokowi sudah mengingatkan RR. Khasnya terkait dengan langkah RR yang ingin membatalkan rencana pembelian pesawat Airbus 350.

Menurut Teten, Jokowi sudah menelepon Rizal. “Jokowi meminta para menteri kabinet kerja untuk menyampaikan segala kritik dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah secara internal. “Bukan diumbar di media, karena nanti masyarakat yang akan bingung,” kata Teten, seraya menjelaskan, Jokowi menghendaki kritik menteri yang satu ke yang lain bagus dalam hal koreksi, tapi tak elok disampaikan lewat media. Kegaduhan antarpersonil dalam kabinet itu, kata Teten, berpotensi mengganggu usaha intensif pemerintah dalam menggaet investor ke tanah air.

Tapi, sungguhkah rakyat bingung melihat menteri bergaduh?

“Nggak, kita nggak bingung tuh. Presiden ama menterinya yang bingung kali?”jelas Mang Opan, pemangkas rambut asal Garut di Rawabelong.

Menurut Opan, yang bingung justru para petinggi negeri. “Kan menteri-menteri lagi pada bingung tuh gak bisa ngendaliin rupiah yang terus merosot. Termasuk ngendaliin harga daging sapi. Untung ada polisi yang cepet nyatronin tempat penggemukan sapi di Tangerang,”sambung Opan.

Menurut lelaki asal Wanaraja itu, kebingungan petinggi negeri terlihat dan terasakan sekali dalam mengatur harga. “Saya dapet kabar dari sodara di kampung, harga tomat sekarang jatoh dari lima ribu jadi 300 perak,”ujarnya. Akibatnya, para petani tomat membuang hasil produksi mereka di selokan, karena kadung kesal dan marah. “Saking bingungnya, bapak-bapak di Istana itu malah gampang banget bilang rakyat bingung.”

Tentang semangat gaduh kabinet kerja, Opan hanya bilang, ngapain sih pada gaduh sendiri. Daripada gaduh, pikirin rakyat yang semakin blangsak daya belinya.. | JM Fadhillah

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 560
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 672
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 670
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 968
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
08 Agt 26, 19:08 WIB | Dilihat : 253
Bukan Karena Wangsit
28 Jul 26, 00:07 WIB | Dilihat : 512
Destry Pjs Gubernur BI
22 Jul 26, 23:27 WIB | Dilihat : 450
AirBorneo Kebanggaan Rakyat Negeri Sarawak
Selanjutnya