Menanti Narasi Pernyataan Jokowi - Obama

Perkuat Struktur Kemitraan Indonesia - Amerika

| dilihat 2556

AKARPADINEWS.COM | PESAWAT Kepresidenan Republik Indonesia jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2), varian dari Boeing 737-800, yang membawa Presiden Jokowi, isteri dan rombongannya, akhirnya mendarat di Joint Base Andrews Air Platform – Maryland, di pinggiran Ibukota Amerika Serikat Washington DC.

Pesawat mendarat Senin (26/10) waktu setempat atau Minggu malam waktu Indonesia Barat, terlambat dua jam dari jadual yang direncanakan. Sebelumnya, pesawat kepresidenan, itu transit di Abu Dhabi – Uni Emirat Arab dan Schipool – Belanda.

Bandara militer Andrews Air Platform adalah bandara militer tempat pangkalan bagi seluruh pesawat kepresidenan Amerika Serikat, US Airforce 1. Pilihan mendarat di sini, sesuai dengan tradisi Amerika Serikat menerima tamu kenegaraan, sejak tahun 1959.

Tempat pendaratan ini, berbeda dengan JF Kennedy International Airports – New York, yang biasa dipergunakan sebagai tempat pendaratan ketika para kepala negara mengikuti Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meskipun tak sedikit pesawat – pesawat yang membawa para kepala negara peserta SU PBB, kemudian parkir di bandara Baltimore, yang lebih murah ongkos parkirnya, katimbang di JF Kennedy International Airports.

Ketika mendarat, Presiden Jokowi anya disambut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Budi Bowoleksono dan sedikit staf. Pemerintah Amerika Serikat, juga hanya mengirim seorang perwakilan setara Dubes.

JOKOWI - IRIANA DAN OBAMA KETIKA BERLANGSUNG KTT APEC DI BEIJING | FOTO ISTIMEWA

Presiden Barack Obama, sesuai protokol 1960 tidak menjemput tamunya, meski kunjungannya merupakan kunjungan kenegaraan. Presiden Obama pernah menyambut tamu negara di bandara militer ini, ketika menyambut Paus Francis – September 2015 lalu, sama seperti ketika Presiden George W. Bush menyambut Paus Benedictus tahun 2008.

Alhasil untuk kunjungan Jokowi, Presiden Barack Hussein Obama, tidak melakukan apa yang pernah dilakukannya terhadap Presiden Perancis  Francois Hollande, 2014 lalu. Kala itu, Obama memberi ‘arah’agar pesawat kepresidenan Hollande, terbang ke Charlotesville, lalu bertemu di kediaman Thomas Jefferson – Presiden ketiga Amerika Serikat di Monticello.

Dari bandara militer Andrews Air Platform, Jokowi akan bergerak ke Blair House, wisma bagi para tamu kenegaraan, yang tak jauh dari Gedung Putih.  Di sana Jokowi akan disambut staf yang juga akan menaikkan bendera merah putih di tiang bendera halaman depannya.

Sesudah itu, baru Presiden Jokowi akan berjumpa Barack Obama di Gedung Putih pada hari yang sama (Senin, 26/10). Agaknya, Obama dan Pemerintah AS tak lagi menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga, dan negara terbesar berpenduduk mayoritas Muslim. Meskipun, dia mengutus Menteri Luar Negeri John Kerry ke Indonesia beberapa waktu lalu, untuk melakukan kunjungan khas.

XI JIN PING, OBAMA, JOKOWI DALAM KTT APEC - BEIJING | FOTO ISTIMEWA

Xi Jin Ping dan Laut China Selatan

SEJAK pertemuannya dengan Jokowi di forum G20, hubungan Amerika Serikat – Indonesia nampak adem-adem saja. Sama seperti hubungan Indonesia dengan negara jiran se Asia Tenggara. Obama tak menanggapi dengan serius, ketika Indonesia mengeluarkan surat utang negara (SUN) untuk mengatasi kesulitan ekonomi beberapa bulan lalu. Hanya Presiden China Xi Jin Ping yang ambil peduli. Ini juga, yang nampak memengaruhi terlambatnya pemerintah Jokowi – JK mengeluarkan paket kebijakan mengatasi perlambatan ekonomi.

Presiden China Xi Jin Ping berkunjung ke Amerika Serikat 21-25 September 2015 lalu, selain untuk urusan bilateral dengan Obama, juga untuk pidato di Sidang Umum PBB. Pada kesempatan itu, Jokowi mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk pidato pada SU PBB yang membahas isu strategis tentang Sustainable Global Developments (SDG’s).

Dalam pembicaraannya dengan Obama, Xi Jin Ping, selain membahas isu tentang kelakuan China melakukan peretasan,  terkait dengan cyber security yang merupakan spionase saiber illegal. China mengaku tak terlibat dalam pencurian rahasia komersial Amerika Serikat. Hal itu, selain diungkapkan dalam pembicraan empat mata dengan Obama, juga dikemukakannya saat berjumpa para pebisnis dan teknologi Amerika Serikat di Seattle – Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Xi Jin Ping juga membahas tentang peran China di kawasan Laut China Selatan, termasuk aksi negaranya melakukan reklamasi di kawasan yang sesungguhnya menjadi simpul batas Vietnam, Malaysia, dan Indonesia itu.

Akankah Obama dan Jokowi membicarakan juga persoalan Laut China Selatan yang merupakan  ancaman di depan mata dengan aksi mereka yang hendak mencaplok Kepulauan Natuna? Termasuk pelemahan peran Indonesia atas ASEAN? Padahal, ketika kampanye Jokowi sangat menggebu-gebu bicara tentang poros maritim dunia.

JOKOWI SELFIE DENGAN WARGA NEGARA INDONESIA WASHINGTON DC | FOTO SEKRETARIAT KABINET

Tak ada informasi yang bisa diverifikasi soal itu. Kabar yang mengemuka adalah: Jokowi dan Obama akan fokus membahas upaya penguatan fondasi struktural kemitraan komperehensif AS – Indonesia. Termasuk memperdalam kerjasama pertahanan dan ekonomi, sekaligus merumuskan narasi baru hubungan Indonesia – Amerika, yang sudah terbangun baik selama satu dekade terakhir. Persisnya tahun 2010. Tentu dengan berbagai penyegaran terkait dengan perubahan lingkungan regional dan global yang akan mencerminkan perubahan signifikan dalam penguatan konstruksi kemitraan komprehensif.

Sejumlah pemerhati hubungan Indonesia – Amerika Serikat di Amerika, bahkan mengisyaratkan, Obama dan Jokowi akan sepintas membahas masalah pembakaran hutan dan bencana paparan asap yang merupakan kejahatan kemanusian dan ketidakmampuan Indonesia melakukan perlindungan lingkungan. Pembakaran hutan telah merontokkan seluruh komitmen dan mengubah narasi tentang komitmen Indonesia yang mengemuka dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB ke 15 di Kopenhagen (2011).

Sesuai konsep yang disiapkan timnya, Jokowi agaknya akan fokus pada peningkatan hubungan kerjasama sesuai keperluan utama yang diprioritaskan dalam pemerintahan Jokowi – JK.  Antara lain terkait dengan prioritas bilateral, regional, dan global yang lebih bersifat umum. Kecuali, terkait dengan hasil dialog strategis yang dibahas oleh para Menteri Luar Negeri kedua pemerintahan, dan tentang pertahanan, bila sejumlah isu penting terkait dengan bencana pembakaran hutan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi tak masuk dalam agenda dialog. Selebihnya adalah penguatan dukungan bagi kepentingan komunitas bisnis, khasnya terkait dengan saiber. Hal itu terbaca dengan agenda kunjungan Jokowi ke Silicon Valley, dan rencana pertemuannya dengan petinggi Apple Inc, Facebook, Google, dan lain-lain.

Artinya, selepas kunjungan kenegaraannya kepada Presiden Obama, Jokowi akan menjadi telangkai sejumlah pengusaha Indonesia untuk menunjukkan kesiapan diri sebagai pemain dalam ekonomi digital di Asia Pasifik. Termasuk mengemukakan startup Indonesia potensial di kancar unicorn company.

Itu sebabnya dalam kunjungan kali ini, diajak serta  Nadiem (GoJek), William (Tokopedia), Andrew (Kaskus), dan Ferry (Traveloka). Unicorn company merujuk pada stratup dengan nilai valuasi yang mencapai lebih dari 1 miliar USD atau sekitar Rp13 triliun. Itulah yang dimaksudkan dengan digital economy.

Kerjasama Ekonomi Digital

TERKAIT hal tersebut, titik beratnya pada peningkatan kerjasama bisnis (B to B) serta kolaborasi pada inovasi, teknologi informasi dan ekonomi kreatif, untuk memburu capaian investasi sebesar 20 miliar USD. Jokowi akan mengunjungi Silicon Valley pada perjalanannya, bertemu dengan perusahaan-perusahaan utama AS seperti Apple dan Google.

Kabar lain yang diterima akarpadinews.com, kunjungan Jokowi ke AS juga akan bicara investasi terkait dengan foreign direct investment berbasis 5 paket kebijakan ekonomi yang diterbitkan September – Oktober 2015. Kesemuanya dalam bingkai kerjasama perdagangan di sejumlah daerah tujuan investasi.  Secara sambil lalu juga akan mengemuka isu-isu tentang maritim, pendidikan, demokrasi dan pluralisme. Isu maritim akan menjadi pembahasan khas, terkait dengan ambisi besar menjadikan Indonesia sebagai titik tumpu maritim global, khasnya antara Smudera Hindia dan Pasifik.

Tentu, termasuk di dalamnya, terkait dengan manajemen sumberdaya dan infrastruktur maritim, termasuk dimensi pertahanan dan keamanan terkait dengan keberadaan Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) untuk mengkoordinasi pengamanan laut Indonesia. Terutama karena masih mengemuka persoalan-persoalan tentang batas kontinen dan illegal fishing yang lumayan kompleks dan rumit dalam konteks hubungan serantau ASEAN.

JOKOWI DAN JOHN KERRY (MENTERI LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT) DI ISTANA MERDEKA | FOTO ISTIMEWA

Dalam kaitan itu juga, agaknya, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, telah menyarankan kepada Washington untuk meningkatkan kekuatiran Amerika Serikat terkait dengan perilaku pemerintahan Jokowi – JK dalam konteks Poros Jakarta – Beijing, narrow nationalism (a la Megawati Soekarnoputri),  tentang perilaku nasionalistik yang mewujud dalam proteksionisme inklusif.

Akankah dibicarakan juga tentang perpanjangan kontrak karya Freeport tanpa mengikuti rezim perizinan yang dituntut UU No4/2009 tentang Minerba? Boleh jadi akan dibahas khusus dan tidak mengemuka dalam narasi yang akan disampaikan dalam pernyataan bersama Jokowi – Obama. Alasannya, persoalan Freeport Indonesia, sudah selesai di Jakarta.

Bagaimana narasi pembicaraan kedua pemimpin negara, itu dalam keseluruhan konteks perkembangan geopolitik – termasuk marine geostrategy kawasan Asia Pasifik? Kita tunggu saja perkembangannya.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, turut serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BKPM Franky Sibarani. Akan halnya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri ESDM Sudirman Said, dan lainnya sudah tiba lebih awal.. Begitu juga dengan staf ahli sejumlah menteri sudah ada di Washington DC sehari sebelum Jokowi tiba.| Bang Sem

Editor : sem haesy | Sumber : BERBAGAI SUMBER
 
Polhukam
Budaya
30 Agt 26, 07:03 WIB | Dilihat : 340
Menyambut Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
19 Agt 26, 19:43 WIB | Dilihat : 513
Gema Bumantara Siti Nurhaliza dan Refleksi Pemikiran STA
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 845
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 792
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
Selanjutnya