Iran versus Israel

Dampak Kontras Perang Dua Belas Hari

| dilihat 1083

Perang Iran dengan zionis Israel telah berlangsung selama 12 hari yang menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil keputusan gegabah menyerang tiga pusat pengayaan uranium di Iran, berdampak kontras.

Serangan zionis Israel itu dibayar kontan oleh Iran, dengan mengirim langsung rudal-rudalnya ke Tel Aviv dan Haifa, sehingga dua kota tersebut babak belur. Serangan balasan Iran tersebut berhasil menjebol iron dome, sistem pertahanan Israel. Sekaligus memicu kemarahan rakyat Israel kepada pemerintahan Netanjahu.

Sebaliknya, di Iran serangan ke ibu kota Israel Tel Aviv dan kota Haifa tersebut justru mendulang simpati dan dukungan rakyat Iran kepada kepemimpinan Ayatollah Syed Ali Khamenei.

Serangan balasan Iran membuktikan ketangguhannya. Selama ini, zionis Israel merasa bangga dan naik angin seolah-olah mempunyai sistem pertahanan yang tak bisa ditembus lawan.

Dengan serangan balasan Iran, ternyata apa yang dinyatakan zionis Israel dan dibesar-besarkan media Barat tentang sistem pertahanan mereka, biasa-biasa saja. Sistem pertahanan iron dome zionis Israel hanya bisa melindungi diri mereka dari serangan proxy Iran, Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza dan Houthi di Yaman.

Di AS, meski mengaku sudah memberi tahu petinggi Partai Republik, Trump langsung mendapat serangan senator independen gaek Bernie Sanders. Anggota DPR Ro Khanna, D-Cliff juga mengecamnya.

Dalam kecamannya, Bernie Sanders mempertanyakan wewenang Trump memerintahkan pasukan AS mengirim tujuh pesawat pengebom B-2 menyerang Fordow, Natanz dan Isfahan. Perintah Trump itu, menurut Sanders dan Cliff melanggar konstitusi.

Kecaman terhadap Trump juga dilancarkan oleh politisi Partai Demokrat dari Virginia, Don Beyer. Trump tak punya kewenangan konstitusional membawa AS ke dalam perang yang tak kan berujung tersebut, hanya untuk membela kepentingan zionis Israel. Utamanya Perdana Menteri Benjamin Netanjahu yang salah memilih lawan dengan menyerang Iran, sebelumnya (Senin, 13/6/25).

Dukungan Rakyat Menguat

Kepiawaian badan intelijen zionis Israel Mossad dengan aksi teror dan memelihara penghianat di Iran dengan dukungan putera Shah Reza Pahlevi untuk menjatuhkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Syed Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pazeshkian, juga mulai dikuak Iran. Tiga pengkhianat agen Mossad sudah dicokok dan segera mendapatkan ganjaran.

Tak keliru bila analis politik dan keamanan Lebanon Ali Rizk menyatakan, Iran menunjukkan kepada sekutu-sekutunya di kawasan itu seberapa jauh mereka siaga dan siap bertarung dalam aksi militer.  

Iran membuktikannya. Pada hari ketika tiga pusat pengayaan nuklirnya diserang tiba-tiba oleh Amerika Serikat (AS), Iran membalas dengan kontan. Iran tidak diam. Melainkan menyerang balik pangkalan militer AS di al-Udeid, Qatar (Senin, 23/6/25).

Kendati serangan tersebut tidak sepenuhnya berhasil, namun Iran berhasil memberi isyarat kepada para sekutunya, terutama Russia dan Tiongkok, bahwa Iran berbeda dengan zionis Israel yang merengek bantuan AS.

Dukungan rakyat kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Syed Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pazeshkian, serta dukungan Presiden Rusia Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping, menguatkan keyakinan Iran menghadapi zionis Israel dan bahkan AS.

Di dalam negeri, dukungan terhadap pemerintah kian menguat, meliputi seluruh kalangan. Tanpa kecuali kaum perempuan yang mempunya pengaruh pada ketahanan pasukan, pejuang Iran.

Dukungan Putin dan Xi Bukan Main-main

Dukungan Presiden Putin dan Presiden Xi bukan dukungan basa-basi, melainkan dukungan yang nyata. Di sisi lain, aksi diplomasi Iran sebagaimana dilakukan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dengan Komisi Eropa dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menunjukkan, Iran punya daya di jalur diplomatik.

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani tak kalah uletnya menghadapi kepongahan Duta Besar zionis Israel, Amerika Serikat, dan sekutu lainnya di Sidang Dewan Keamanan PBB yang terus memainkan isu tentang pengayaan nuklir Iran yang ditujukan untuk kepentingan sipil dan ilmu pengetahuan.

IAEA (International Atomic Energy Agency) menambah persoalan karena merasa tak mendapatkan akses yang leluasa untuk melakukan kontrol.  Mereka terus menolak fakta, bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Syed Ali Khamenei melarang pengayaan nuklir untuk senjata.

Parlemen Iran pun mengambil keputusan (Selasa, 24/6/25), menangguhkan menangguhkan kerja sama dengan IAEA. Keputusan parlemen menunjukan, Iran sedang mempertimbangkan pemikiran ulang strategis mengenai diplomasi nuklir.

Rencana Undang Undang yang harus disahkan oleh Dewan Wali Iran untuk menjadi undang-undang, menetapkan bahwa setiap inspeksi di masa mendatang oleh IAEA akan memerlukan persetujuan dari pejabat keamanan senior Iran. Militer 'dapat bertahan dan membalas' setiap serangan.

Sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), parlemen menegaskan, Iran memiliki hak kedaulatan untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.

Rakyat Iran Bersenang-senang

Serangan mendadak AS atas tiga situs pengayaan nuklir Iran tak sebagaimana dibayangkan AS dan zionis Israel. Tak ada radiasi. Rakyat yang tinggal di kota-kota yang berdekatan dengan tiga situs nuklir tersebut, beberapa jam setelah penyerangan, kembali ke kehidupan sehari-hari.

Toko-toko buka, rakyat memenuhi kembali pedestrian dan taman-taman kota tempat mereka biasa melakukannya. Stasiun kereta bawah tanah juga tetap melayani mobilitas penduduk.

Di beberapa pedestrian kota, anak-anak muda dan orang dewasa terlihat bersenang-senang. Mereka bernyanyi, baca puisi (sesuai kebiasaan) dan juga menari mengungkapkan sukacita. Tak ada rakyat yang tergopoh-gopoh menyeret kopor pakaian dan perlengkapan lain untuk mengungsi, seperti yang terlihat di Tel Aviv dan Haifa.

Dari berbagai sumber dan media diperoleh informasi, perang 12 hari antara zionis Israel dan Iran diperkirakan menelan biaya puluhan miliar shekel.  Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat serangan rudal Iran.

The Marker mengabarkan, pengeluaran pertahanan pada tahun 2025 telah melampaui anggaran yang disetujui negara. Diperkirakan mencapai antara 20 dan 30 miliar shekel, menyusul eskalasi dengan Iran dan yang sedang berlangsung di Gaza.

Kementerian Pertahanan zionis Israel memproyeksikan pengeluaran akan naik sebesar 25 hingga 30 miliar shekel tambahan pada tahun 2026. Dampaknya, Kementerian Keuangan Israel mengambil kira defisit anggaran Israel dalam lima bulan pertama tahun 2025 adalah 15,9 miliar shekel ($4,56 miliar).

Netanjahu, semula merasa senang, ketika serangan yang dilakukannya pada tanggal 13 Juni, yang menargetkan fasilitas nuklir dan menewaskan komandan militer senior dan ilmuwan. Sebagai balasan, Iran menembakkan ratusan rudal balistik ke Israel, dan menghunjam ke 63 lokasi.

Kehancuran Apokaliptik di Israel

Kementerian kesehatan Israel melaporkan bahwa serangan Iran, itu menewaskan 29 warga Israel tewas, dan 3.238 terluka. TheMarker menggambarkan serangan rudal Iran tersebut sebagai penyebab kehancuran “apokaliptik”, dengan kerugian diperkirakan sedikitnya 5 miliar shekel.

Setelah gencatan senjata mulai berlaku pada hari Selasa, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan: "Tidak diragukan lagi bahwa pagi ini meninggalkan rasa pahit dengan semua kesedihan."

Smotrich sedang kewalahan menghadapi protes dan kritik rakyat di Tel Aviv dan Haifa karena keterlambatan kompensasi bagi orang-orang yang 'terusir' dari rumah mereka. Jumlah pengungsi yang kesal dan marah itu mewakili sekitar 15.000 warga Israel terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena kerusakan, dengan banyak yang pindah ke hotel di seluruh negeri. Biaya akomodasi hotel mereka saat ini diperkirakan sekitar 100 juta shekel ($29 juta).

TheMarker mewartakan, yang akan terjadi mulai sekarang adalah rumah-rumah sebagian besar pengungsi itu telah dijadwalkan untuk dihancurkan. Akan butuh waktu sebelum rumah-rumah yang rusak parah dapat dibangun kembali sehingga layak huni.

Artinya, negara zionis Israel harus membayar sewa untuk jangka waktu yang tidak diketahui kepada ratusan atau ribuan keluarga. Beberapa di antaranya jangka panjang, bertahun-tahun, hingga bangunan yang runtuh dibangun kembali.

Data dan informasi mutakhir dari koran sayap kanan Israel Hayom menunjukkan 41.000 klaim telah diajukan ke Dana Kompensasi Pemerintah. Dari jumlah tersebut, sekitar 33.000 klaim adalah untuk kerusakan bangunan, lebih dari 8.000 terkait dengan kerusakan kendaraan, properti, dan peralatan. Mayoritas klaim yang diajukan penduduk Tel Aviv - sekitar 26.000.

Israel juga telah mengeluarkan biaya tidak langsung yang signifikan, karena hanya pekerja penting yang diizinkan bekerja selama perang. Kaum pekerja menuntut pemerintahan Netanjahu segera mengumumkan program dukungan bagi pekerja dan pemilik bisnis yang terkena dampak konflik, dengan perkiraan biaya 2 hingga 3 miliar shekel.

Dampak baik serangan balik Iran ke Israel adalah kecenderungan untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza. | jeahan

Editor : delanova | Sumber : Al Jazeera, TheMark, dan berbagai sumber
 
Energi & Tambang
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 255
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 356
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
28 Jun 26, 06:57 WIB | Dilihat : 405
Talenta Mutu Pertamina Gerakkan Transformasi
Selanjutnya
Humaniora
23 Agt 26, 12:57 WIB | Dilihat : 113
Keterbatasan Bukan Penghalang
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 474
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
06 Jul 26, 09:02 WIB | Dilihat : 410
Ragam Gaya Retorika Presiden
Selanjutnya