Perdana Menteri Ajak Rakyat Tolak Politik Buta Tuli

Anwar Ibrahim Sengat Muhyiddin Yasin di Tengah Pandemi Wabah

| dilihat 343

Haedar

Siang yang panas menyengat Kuala Lumpur. Di Hotel Le Meridien ibukota Malaysia, itu Ketua Pembangkang (oposisi), Anwar Ibrahim yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) menyampaikan maklumat panas, tengah hari Rabu - 23 September 2020.

Dato Seri Anwar Ibrahim yang biasa dipanggil DSAI mengumumkan, dirinya beroleh dukungan mayoritas kukuh (solid) dari anggota parlemen (Dewan Rakyat) untuk segera membentuk pemerintahan baru. Termasuk dukungan mayoritas melayu dan Islam.

Lantang dia katakan, dengan dukungan itu, serta merta pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yasin, tumbang.

"Dengan sokongan mayoriti kukuh dan meyakinkan, bermakna pada saat ini kerajaan pimpinan Tan Sri Muhyiddin Yassin telah jatuh,” katanya didampingi istrinya Wan Azizah Wan Ismail dan Sekretaris Jendral Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Saifuddin Nasution, disambut tepukan para pendukungnya.

Segera setelah itu, merespon maklumat DSAI, indeks FBM KLCI anjlok 2 persen menjadi 8,32. Bursa Kuala Lumpur Stock Exchane (KLSE) membuka perdagangan saham pukul 8.50 pagi waktu setempat.

DSAI mengatakan, maklumat dan langkah selanjutnya akan dimaklumkan selepas beliau bertemu Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dalam masa terdekat. Belum dipastikan, kapan dia akian menghadap Yang di-Pertuan Agong, yang hingga kini masih dirawat di Pusat Jantung Nasional (PJN), Kuala Lumpur sejak kemarin.

DSAI mengatakan, dirinya sudah menelepon Yang di Pertuan Agong dan mendoakan kesembuhan dan kesehatan Sultan Abdullah. Klaim DSAI ini sempat menyengat pemerintahan Muhyiddin Yasin (Perikatan Nasional), tapi direspon santai oleh Menteri Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Khairy Jamaluddin (KJ), tokoh muda UMNO/Barisan Nasional.   

KJ yang dalam pemerintahan sebelumnya -- pimpinan Mohammad Najib Tun Razak -- menjabat Menteri Belia dan Sukan (Pemuda dan Olah Raga), usai sidang kabinet di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, KJ lewat akun twitter-nya langsung berkicau dan mengatakan, "Mesyuarat Kabinet berjalan seperti biasa hari ni, walaupun Anwar mendakwa mendapat sokongan yang mencukupi untuk membentuk kerajaan baharu." Dia melanjutkan, "Tidak ada apa-apa yang tumbang atau jatuh.”

Selepas itu dia menganjurkan DSAI menghadap Yang di-Pertuan Agong, bila apa yang dia nyatakan benar. Anggota parlemen dari Rembau, itu juga mempertanyakan, karena DSAI tak mengumumkan jumlah kursi yang mendukung dirinya untuk menyatakan sungguh telah mendapat dukungan mayoritas yang kukuh.

DSAI hanya mengatakan, dirinya tak hanya mendapatkan tambahan dukungan 5 atau 10 kursi, tapi dapat dukungan penuh dari kalangan Melayu dan Islam. Tetapi, Tuan Ibrahim Tuan Man, Timbalan Presiden PAS kepada Free Malaysia Today (FMT) memastikan 15 anggota parlemen dari partainya, tak seorang pun yang mendukung DSAI.  Tuan Ibrahim mengatakan, partainya akan membuat pernyataan resmi.

Merespon pernyataan itu, Presiden Partai Amanah, Mohamad Sabu meyakinkan, bahwa 11 anggota parlemen dari partainya, sepenuhnya akan mendukung DSAI.

Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yasin sendiri akan berbicara dalam siaran langsung pukul 2.30 lepas tengah hari atau pukul 15.00 waktu Indonesia Barat, seperti yang sudah dipromokan sejak dua hari berselang.

Sejak pandemi Covid-19, selain kerap melaporkan kinerja pemerintahannya kepada Yang di-Pertuan Agong setiap pekan, dia juga menyampaikan berbagai perkembangan mutakhir kondisi negara kepada rakyat secara terbuka melalui siaran langsung televisi.

Dapat dipastikan Muhyiddin tak akan mengumumkan pemerintahannya tumbang, karena pernyataan penting semacam itu harus seizin Yang di-Pertuan Agong.

Dalam programa Perutusan Khas yang ditayangkan RTM, Bernama dan beberapa saluran televisi, Muhyiddin menyerukan rakyat Malaysia, menolak tindakan membuta=tuli segelintir ahli politik yang sengaja mau mengganggu stabilitas politik dan rencana pemulihan (kesehatan, sosial, dan ekonomi) di negara itu. Dia mengatakan, yang menjadi prioritas saat ini adalah pemerintahan yang stabil dan teguh dengan dukungan rakyat.

Muhyiddin juga mengemukakan, dukungan rakyat amat penting, supaya lebih banyak inisiatif untuk memulihkan ekonomi dan membantu rakyat kebanyakan yang dilaksanakan secara bersungguh-sungguh oleh pemerintah.

Dia berharap, seluruh warga bangsa Malaysia dapat merasakan kehidupan lebih baik dari semalam (masa sebelumnya). "Saya yakin dan percaya kepada kekuatan semangat kita sebagai rakyat Malaysia. Marilah kita bersama-sama mendoakan kemakmuran negara kita dan kesejahtyeraan seluruh rakyat," ungkap putra seorang ulama di Johor, itu.

Muhyiddin diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia, Maret 2020 setelah Yang di-Pertuan Agong Malaysia Sultan Abdullah, memanggil dan mewawancarai satu persatu anggora parlemen dan memastikan, Muhyiddin memperoleh dukungan 114 kursi parlemen, separuh dari jumlah anggota parlemen. Termasuk dari pimpinan PKR yang diberhentikan DSAI.

Akibatnya DSAI hanya memperoleh dukungan sekitar 99 kursi. Akan halnya Tun Dr. Mahathir Muhammad (Tun M) yang urung beroleh dukungan dari kalangan BN (UMNO, MCA, MIC, GERAKAN), PAS, dan PPBM, akhirnya bertahan di parlemen bersama pendukungnya dan seorang wakil rakyat bebas (independen), sebanyak 9 kursi.

Sungguhkah Tun M yang kini membentuk Partai Pejuang bersama pengikutnya dan seorang anggota parlemen independen memberikan suaranya kepada DSAI?

Bila betul dan merupakan perjuangan akhir Tun M melakukan balas aksi atas Muhyiddin, mungkinkah ada anggota parlimen dari PPBM pimpinan Muhyiddin dan UMNO pimpinan Zahid Hamidi membelot dalam jumlah besar untuk menambah dukungan kepada DSAI, sekaligus menggerogoti Muhyiddin Yasin?

Tapi, pada awal bulan ini (Kamis, 3 September 2020) ketika melancarkan Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang), Tun Dr. M mengatakan, partainya ini bercita-cita memenangi sekitar 30 kursi pada pilihan raya ke-15 dan menjadi king maker dalam pemerintahan baru kelak.

Tun M, ketika itu juga mengatakan, bahwa partainya mendapat dukungan dari anggota parlemen yang mewakili Kalimantan Timur.

"Kami adalah parti bebas dan kami tidak terikat dengan kedua-dua belah pihak politik. Tetapi apa yang kita tahu ialah parti kecil dapat memainkan peranan besar. Sekiranya kita dapat hanya 30 kerusi (di parlimen), saya rasa kita akan dapat bergabung dengan kedua-dua gabungan itu. Kami akan memberi mereka syarat kami dan jika mereka bersetuju dengan syarat kami maka kami akan melihat.

Kala itu juga Tun M mengklaim, telah mempunyai sekitar 18 Anggota Parlimen (MP) dari Sabah dan Sarawak yang bukan dari Pejuang tetapi bersahabat dengan partai ini dan percaya pada prinsip yang sama. Selain itu kami berharap di semenanjung akan ada cukup banyak orang untuk menyokong kami, ”katanya.

Inikah ekoran dari pernyataan Zahid Hamidi (Presiden UMNO) dan Hadi Awang (Presiden PAS) yang kian mengokohkan koalisi Muafakat Nasional yang sedang bersemangat memenangkan Pilihan Raya Kecil (PRK) yang sedang berlangsung di beberapa negeri dan Sabah?

Inikah yang lantas diklaim DSAI tentang dukungan mayoritas bagi dirinya, termasuk sikap UMNO dan PAS yang berkoalisi membangun Muafakat Nasional, sehingga kekuatan berserak dan terserak.

DSAI yang memang berambisi merebut kursi Perdana Menteri Malaysia -- mimpi lama -- seperti ungkap banyak kalangan di Malaysia, memang piawai bersiasat dan mengumbar retorika politik. Dia punya daya pikat sebagai orator.

Penampilannya saat menyampaikan maklumat panas, di Meridien Hotel, itu memang penuh retorika. Dia menyatakan, pentadbiran ini (pengabdian pemerintahan yang akan dia bentuk), pastinya mewakili semua rakyat, dengan majoriti Melayu-Bumiputra dan perwakilan saksama semua kaum di negara ini.

DSAI mengungkap, dia dan pemerintahan yang akan dia bentuk, tetap menjunjung prinsip-prinsip perlembagaan yang mengiktiraf kedudukan Islam, kedaulatan Raja-raja Melayu, memartabatkan kedudukan Bahasa Melayu sebagai Bahasa rasmi serta kedudukan istimewa Melayu-Bumiputera, di samping jaminan tegas mempertahankan hak warga pelbagai kaum lain.

Dia juga bermohon kepada seluruh rakyat supaya bersabar dan mendoakan kesembuhan segera Tuanku Yang di-Pertuan Agong.

“Saya berjanji akan membentuk sebuah kerajaan dengan tatakelola berintegriti dan komited untuk menangani krisis yang melanda negara, menghentikan amalan rasuah dan membela nasib rakyat. Insya-Allah saya akan tunaikan janji saya untuk menjadikan Malaysia sebuah negara yang makmur, aman dan adil untuk seluruh rakyatnya,” ungkapnya.

Di awal penyampaian maklumatnya, dengan percaya diri, DSAI mengatakan, rakyat Malaysia berhak mendapatkan sebuah kerajaan yang kukuh dengan kepemimpinan yang cekap dan yakin, untuk mengurus krisis ekonomi dengan bijaksana dan tuntas.

Adalah menjadi tanggungjawab kita semua untuk menyelamatkan negara ini daripada menghadapi kemelesetan ekonomi yang dibimbangi boleh menimbulkan ketegangan hubungan kaum.

"Alhamdulillah kini saya telah mendapat sokongan yang kukuh dan menyakinkan daripada Ahli Ahli Parlimen untuk saya persembahkan kepada Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Agong. Ingin saya nyatakan di sini majoriti yang menyokong saya ialah Ahli Parlimen Melayu dan Islam," tegasnya secara aksentuatif.

"Kala kita sedang menata diri mengakhiri sengatan pandemi Covid-19, politisi sibuk saling sengat dan melemahkan negara ini," ungkap seorang pensyarah di salah satu kampus perguruan tinggi di Bangi, yang enggan disebutkan identitasnya. |

Editor : Sem Haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Seni & Hiburan
31 Jul 21, 04:03 WIB | Dilihat : 182
Mata Maut
03 Mar 21, 06:38 WIB | Dilihat : 422
Industri Game Naik Saat Pandemi
Selanjutnya
Lingkungan
27 Sep 21, 12:15 WIB | Dilihat : 358
Selamatkan Kebun Raya Bogor
10 Sep 21, 14:55 WIB | Dilihat : 203
Ida Mengamuk Sejumlah Kota Amerika Serikat Berantakan
01 Agt 21, 09:31 WIB | Dilihat : 196
Membaca Sinyal Presiden Joe Biden tentang Jakarta
Selanjutnya