Setop Berdebat, Lakukan Aksi Nyata

| dilihat 2829

WAKIL PRESIDEN Republik Indonesia (2004-2009) Muhammad Jusuf Kalla (panggil saja Pak JK) kembali mengingatkan elemen bangsa ini, khasnya para petinggi (saya sebut begitu, karena sedikit sekali elite di negeri ini) untuk berhenti berdebat soal bencana. Apalagi bila perdebatan itu tak menimbulkan aksi nyata di lapangan karena sibuk mencari ‘ketiak ular.’

Saya sepaham dengan pandangan  Pak JK. Tak ada gunanya berdebat yang tak perlu, seperti bocah mengecipak air yang hanya menimbulkan pendaran belaka. Setuju atau tidak dengan kepemimpinan Jokowi, Sinyo Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara), dan Gatot (Gubernur Sumatera Utara), yang kudu kita lakukan kini memang menemukan solusi permanen terhadap persoalan asasi negeri ini terkait bencana.

Media massa, semestinya menempatkan diri sebagai fasilitator untuk memberikan titik temu pemikiran yang mampu melahirkan sinergi positif mengatasi masalah.

Tak ada di antara kita yang menghendaki petaka. Oleh sebab itu, perlu kesadaran kolektif. Termasuk mengambil aksi nyata. Jokowi, Sarundajang, Gatot dan para wakilnya, saya yakini sudah berusaha menemukan solusi.  Demikian juga dengan Ahmad Heryawan. Khusus tentang ikhtiar mengatasi banjir, rapat koordinasi Jokowi dengan Ahmad Heryawan, Bupati Bogor dan Walikota Bogor di Katulampa, patut ditiru oleh para Bupati dan Walikota lain, agar berpikir lebih luas.

Bahkan hal itu juga perlu dicontoh oleh Menteri Keuangan dan Menteri Pekerjaan Umum agar tidak engkel-engkelan melaksanakan instruksi Presiden tahun lalu untuk membangun sodetan Ciliwung – Kanal Banjir Timur. Berbagai solusi yang mereka tempuh jelas arahnya. Ada komitmen yang jelas.

Beberapa pemikiran Pak JK juga konkret. Misalnya, bagaimana menggunakan dana subsidi BBM untuk mewujudkan segera pembangunan infrastruktur yang mampu mencegah banjir, termasuk merecovery kehidupan sosial masyarakat korban bencana alam lainnya (erupsi gunung Sinabung, misalnya). Juga solusi-solusi lain, seperti yang disepakati oleh Jokowi dan Gubernur Jawa Barat untuk membangun waduk di Kabupaten Bogor.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang banyak diserang, pun sudah menegaskan, tak perlu takut menggunakan dana untuk mengatasi bencana, sepanjang sistem dan prosedurnya benar.

Sudah saatnyalah kita berhenti menjadi pengepul keuntungan politik di balik bencana. Tak elok dan tak manusiawi, sekaligus tak ada manfaatnya sama sekali.

Membangun sinergi positif mengatasi dan menanggulangi bencana adalah pilihan paling tepat. Untuk itu memang diperlukan tak hanya kecerdasan, melainkan juga kearifan dalam memandang masalah. Perdebatan, apalagi debat kusir, hanya akan membuat rakyat kehilangan simpati dan kepercayaan. Tidak hanya kepada kurban hujatan, melainkan juga kepada para penghujat.

Bagi kita yang bergerak di lapangan, hujat menghujat dan kilah berkilah di tengah derita bencana, sungguh menyebalkan. Sama menyebalkan dengan kecenderungan memanfaatkan bencana untuk mendulang keuntungan politik.

Kita berharap, semua petinggi politik menyadari benar, kini rakyat membuka mata cermat dan cerlang melihat dan menilai mereka. Termasuk menilai perilaku politik mereka. Rakyat akan terus bersimpati kepada para pemimpin yang bertindak konkret, antara lain dengan menghemat kata-kata dan menabung kesabaran untuk mendapatkan solusi terbaik. Termasuk menyadari, bencana yang terjadi kini menunjukkan ada kesalahan kolektif yang kita lakukan.

Seterusnya mulailah berpikir bagaimana membangun bangsa ini berbasis akhlak terhadap sumberdaya alam. Pembangunan yang mampu menyelaraskan hajat hidup untuk mencapai kesejahteraan kolektif dan pemuliaan terhadap alam.

Setop berdebat. Lakukan aksi konkret.. | 

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
05 Sep 26, 11:26 WIB | Dilihat : 358
Hutan Kalimantan Membara Jerebu Kepung Sarawak
24 Agt 26, 19:51 WIB | Dilihat : 393
Angin Selatan Hantar Jerebu ke Serawak dan Brunei
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 674
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 769
Jakarta Baur Budaya
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1299
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3446
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya