Kesehatan

Vaksin Ebola di Uji Coba Awal Tahun 2015

| dilihat 2248
 
WASHINGTON, AKARPADINEWS,Com - Peningkatan tajam jumlah pasien Ebola  di negara-negara Afrika Barat, membuat para periset bergerak cepat untuk menguji obat percobaan pada manusia. Sejumlah percobaan klinis dilakukan dengan laju yang lebih terukur namun proses dapat terasa sangat lama karena baru akan diuji coba pada awal tahun depan.
 
Satu obat yang diperkirakan ampuh, dan sedang dites di Mali, dan akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu percobaan klinis pada manusia, paling cepat awal tahun depan, kata seorang periset vaksin terkemuka.
 
Tahapan ini lebih banyak menguji keamanan obat dan keampuhannya mencegah Ebola. Tidak ada penderita Ebola yang dilaporkan di Mali. Percobaan vaksin diduga melibatkan warga Guinea, yang berbatasan dengan Mali, dimana wabah tidak terkendali.
 
Mike Levine, Direktur Pusat Pengembangan Vaksin Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, membantu mengawasi studi percobaan vaksin Ebola pada manusia di Mali.
 
Sesudah cukup jumlah orang yang divaksinasi untuk percobaan ini,  Levine mengatakan tahap kedua yang melibatkan pekerja kesehatan dapat menjadi penghambat penyebaran lokal virus mematikan itu  dengan melakukan imunisasi terhadap orang yang berdekatan dengan para pasien Ebola.
 
“Jika vaksin ini bisa bermanfaat pada manusia, seperti telah terbukti pada hewan primata, maka kita bisa mengurangi penyebaran ini secara tajam – bahkan mungkin menghentikan, penyebaran secara lokal, melalui imunisasi orang-orang yang terlibat kontak dengan pasien dan para pekerja kesehatan," ujarnya.
 
Di laboratorium, vaksin itu efektif 100 persen melindungi kera dari infeksi virus Ebola  dan tidak menimbulkan efek samping.  Pada tahap pertama, para  analis sekarang mempelajari apakah vaksin ini aman dan bisa digunakan pada manusia.
 
 
Levine menegaskan bahwa vaksin percobaan yang dikembangkan periset dari Lembaga Kesehatan Nasional Amerika dan produsen obat Inggris GlaxoSmithKline itu, bukan untuk menyembuhkan dari penyakit Ebola.  Namun obat ini  mungkin mencegah orang-orang yang telah terpapar virus mematikan ini menjadi terinfeksi.
 
“Satu hal yang belum kita ketahui sekarang ini  adalah apakah, sebagaimana dengan vaksin cacar, kita bisa mencegah Ebola walaupun seseorang sudah melalui masa inkubasi selama dua atau tiga hari," ujarnya.
 
Setelah tahap studi kedua, kata Levine, vaksin ini harus melalui tahap percobaan klinis ketiga, dimana vaksin diberikan kepada sejumlah besar orang,  untuk memastikan efektifitasnya, sebagai persiapan untuk mendapat pengesahan dari pihak berwajib. Belum ada perkiraan mengenai kapan percobaan final akan dilakukan.
 
Sebuah vaksin percobaan lain juga sedang menjalani tes keamanan pada manusia minggu ini di Walter Reed Army Institute of Research, Maryland, demikian voa.
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sporta
Polhukam
14 Agt 26, 09:40 WIB | Dilihat : 397
Hentikan Perusakan Demokrasi dan Politik
08 Agt 26, 19:13 WIB | Dilihat : 249
Negara Utang Budi kepada Rakyat
05 Agt 26, 20:16 WIB | Dilihat : 410
Rakyat Negeri Sembilan Bagi Kuasa kepada BN & PN
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 536
Merawat Kepercayaan Rakyat
Selanjutnya