Memperingati Hari Kanker Sedunia

Kanker, Lonceng Kematian dan Harapan

| dilihat 2388
 
 
AKARPADINEWS.COM |  Tanggal 4 Februari diperingati sebagai hari kanker sedunia. Kisah-kisah inspiratif tentang  penderita kanker dalam memperjuangkan hidup dan kontribusi bagi  sesama menjadi konsumsi media dalam berbagi inspirasi. Salah satunya kisah, He Yue, gadis berusia 12 tahun didiagnosa menderita kanker otak stadium akhir.
 
He Yue, selama  delapan bulan berjuang dengan penyakitnya hingga menghembuskan nafas terakhir pada 16 November 2012. Sebelum meninggal, He Yue berpesan kepada orang tuanya untuk mendonorkan organ tubuhnya. Selama di rumah sakit, dengan mata sendiri ia melihat banyak orang meninggal. He Yue ingin membantu mereka sekalipun dirinyasudah tiada. Sehari setelah meninggal, ginjal He Yue di transplantasi ke pemuda Tibet yang menderita sakit ginjal. Ginjal satunya lagi di tranplantasi untuk pemuda Guilin dan pada hari yang sama hati He Yue dikirim ke Shanghai dan berhasil ditransplantasikan kepada penderita gangguan hati. 
 
Dalam memperingati  hari kanker sedunia setiap 4 Februari, kisah He Yue berhasil diunduh ke media sosial dan acara televisi di  Cina dan menjadi inspirasi tentang pengorbanan pada penonton dan masyarakat yang menyaksikan kisah hidupnya. Ketika kematian telah bercengkrama dengan dirinya, jiwa He Yue terpanggil untuk memberikan bantuan bagi manusia lain yang masih hidup. Usai He Yue pergi, sang Ayah  pun turut mengikuti jejak He Yue utuk mendonorkan organ tubuhnya dan berharap ketika dia bisa bertemu kembali dengan He Yue, sang Ayah akan berkata bila dirinya mampu seperti He Yue. 
 
Kanker otak yang dialami He Yue adalah salah satu jenis kanker yang sulit untuk disembuhkan. 58 persen pasien yang didiagnosis dengan kanker otak meninggal dalam waktu satu tahun karena minimnya informasi tentang penyakit dan otak merupakan lokasi yang sulit dijangkau, bahkan dengan bantuan alat-alat canggih dan kemoterapi. Operasi pada otak juga berisiko dan sulit dilakukan tanpa melukai pasien. Selanjutnya bagaimana dengan kanker-kanker yang lain dan bagaimana para pasien bertahan untuk menggugah empati kita.
 
 
Sejarah hingga Perkembangan Kanker
 
Berawal dari istilah Yunani, “Karsinoma” adalah istilah medis tumor ganas yang selanjutnya menjadi “carcinos” atau kanker dalam bahasa latin yang berarti kepiting. Nama ini merujuk pada tampilan permukaan potongan tumor ganas solid, dengan "urat-urat membentang di semua sisi seperti kepiting. Ilmuwan kedokteran, Hippocrates hanya menjelaskan dan membuat gambar dari tumor yang terlihat pada kulit, hidung, dan payudara. 
 
Deskripsi tertua dan pengobatan bedah kanker ditemukan di Mesir sekitar 1600 SM. Terdapat pula penemuan kanker prostat pertama kali yang ditemukan pada fosil berusia 2.700 tahun milik seorang raja yang berasal dari Rusia. Kondisi masa lalu tentu jauh dnegan kehidupan industri dan gaya hidup seperti masa modern, sehingga kanker juga memiliki kaitan dengan genetik.
 
Data yang dilansir situs WHO (World Health Organization) hari ini mencatat ada lima jenis kanker yang paling sering menyerang dan membunuh laki-laki dan perempuan. Kaum lelaki harus mewaspadai kanker paru-paru, kanker lambung, kanker hati, kanker kolorektal (usus besar), dan esofagus (tenggorokan). Pada perempuan, kanker payudara masih mendominasi diikuti kanker paru-paru, lambung, kolorekta, dan serviks (leher rahim).
 
Tingkat keberhasilan pengobatan dan kelangsungan hidup penderita mengacu pada tingkat stadium. Kemajuan ilmu kedoktran dan pengobatan, menjadikan angka kematian akibat kanker terus menurun. Saar ini pasien kanker diberikan dua obat: obat kemoterapi dan terapi sasaran. Kunci utama kemenangan melawan kanker adalah mengenali gejalanya dan melakukan terapi sedini mungkin
 
Hari Kanker Sedunia mengajak semua orang untuk lebih peduli dan meningkatkan pengetahuannya akan penyakit kanker.Jangan langsung menyimpulkan bila kanker adalah lonceng kematian, masih selalu ada harapan untuk sembuh, selain kebanyakan pasien kanker menjadi lebih dekat kepada Tuhan dan menghargai kehidupan. Karena sebenarnya hidup bukan diukur dari lamanya usia, tapi dari kedalaman dan apa yang bisa diberikan. | Ratu Selvi Agnesia
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 515
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 610
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 583
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 934
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya
Polhukam
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 388
Merawat Kepercayaan Rakyat
08 Jul 26, 09:08 WIB | Dilihat : 400
Ekspresi Cinta dan Duka untuk Ayatollah Ali Khamenei
28 Jun 26, 09:30 WIB | Dilihat : 593
Hukum Merupakan Fondasi Keadilan dan Harmoni Negara
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 756
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
Selanjutnya