
N. Syamsuddin Ch. Haesy
Siapapun kita, tua atau muda, petinggi negeri atau rakyat jelata, mari bersama-sama menjadikan tahun ini sebagai tahun untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Tahun untuk menyadari, bahwa ada 365 peluang (sejak saat ini) untuk sukses, ada 12 peluang untuk 52 peluang untuk menghasilkan karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi banyak orang, ada 12 peluang untuk membuat kebijakan yang membikin rakyat bahagia atau lingkungan sosial merasakan manfaat keberaadaan kita.
Bayangkan, Allah telah menyediakan begitu banyak waktu, 24 jam sehari. 8 jam untuk mencari nafkah halal, 8 jam untuk membaca kehidupan di mana saja (kepadatan lalu lintas, lintas jalur kereta api, di dalam kabin pesawat, di laut lepas, di rerimbunan hutan, di damai desa, dan lainnya), dan 8 jam untuk rehat memberikan hak atas tubuh. Di antara penggalan-penggalan waktu itu, Tuhan masih memberi ruang untuk menjumpainya, mengadu dan bermohon hanya kepada-Nya saja.
Bayangkan begitu sayangnya Allah. Ia menyediakan 1.440 menit setiap hari, yang boleh kita ambil 480 menit untuk berkonsentrasi menghasilkan karya kreatif dan menunjukkan, bahwa kita sungguh insan yang tahu diri dan pandai bersyukur, atas nalar, naluri, rasa, dan indria yang diberikannya. Kemudian, boleh kita ambil 480 menit untuk bersilaturahim menguatkan jejaring hidup, tempat Ia mengalirkan rejeki-Nya.
480 menit lainnya, selain untuk rehat, Ia memberi kebebasan kepada kita menggunakan 120 menit untuk mengeluh, mengadu, dan mencurahkan isi hati kepada-Nya. Untuk mengkaribkan diri kepada-Nya, untuk berlindung kepada-Nya. Maka jangan pernah ambil sedikitpun waktu untuk melakukan hal-hal yang buruk. Jangan pernah mengambil sedikitpun waktu di luar yang disediakan-Nya untuk meratapi nasib.

Jadikanlah waktu demi waktu yang disediakannya sepanjang 2015 untuk menjemput takdir kebaikan dan bukan takdir keburukan, yang tak pernah bisa dihindarkan ketika Ia memberikan. Janganlah, dengan perbuatan yang kita lakukan, meski tak pernah diucapkan, sesungguhnya kita telah meminta keburukan kepada-Nya.
Salah satu di antaranya adalah malas, bersungut-sungut, mencipta dan menebar ghibah (gosip), memproduksi buhtan, apalagi meningkatkan kualitas ghibah dan buhtan menjadi fitnah. Jangan pula pernah berbohong, meski hanya sekejap. Karena kebohongan yang kau tercipta akan menjelma menjadi kebohongan semesta.
Bagi petinggi negara yang sudah diberikan takdir olehnya untuk memimpin dan mengendalikan negara dan bangsa ini, manfaatkanlah waktu yang tersedia dari hari ke hari sungguh untuk melaksanakan amanah. Jangan bersekongkol dengan siapapun, tapi bangun kerjasama, sinergi, untuk berbuat hal terbaik bagi rakyat. Sedikit saja kalian mengkhianati rakyat, percayalah: azab akan datang menjelma. Dan, ketika azab itu tiba, tak siapapun kalian bisa mengatasinya.
Bagi para pedagang yang sudah diberikan begitu banyak waktu untuk memberi nilai atas tijarah, berlakukanlah perdagangan yang benar dan adil. Jangan curangi konsumenmu. Karena sedikit saja kau curangi konsumenmu, percahayalah, Tuhan akan mengambil banyak waktu untuk memberimu ujian dan bahkan dera yang sangat berat. Jangan bermain-main dengan konsumen, karena serupiah saja uang hasil kecurangan yang kau lakukan, masuk ke dalam perutmu dan perut anak isterimu atau sanak keluargamu, keburukan yang didapat darinya akan mengalir dalam aliran darah dan membuatmu nelangsa.

Begitu juga bagi para eksekutif profesional. Manfaatkanlah waktu demi waktumu untuk menghasilkan karya terbaikmu, karena dengan cara seperti itu, kalian akan memperoleh derajat dan rejeki lebih baik lagi. Sebaliknya, “sekali lamncung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.” Hal yang sama berlaku bagi para profesional atau pekerja seni.
Bagi para klerk, pegawai, di mana saja kalian bekerja. Segeralah buang kemalasan dan kedengkian di hatimu. Jangan pernah menghitung-hitung apa yang tak patut kau hitung, karena sesungguhnya kalian sulit menghitung betapa perbandingan kontribusi manajemen perusahaan dan kontribusi kalian atas laba tidaklah sebanding. Jangan-jangan yang kalian kontribusikan hanyalah penyebab kerugian perusahaan.
Alhasil, siapapun kita, manfaatkanlah waktu demi waktu sepanjang 2015, untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Ingat, bencana selalu menunggu momen untuk mendahului anugerah Tuhan menghampiri kita.. |