PANDEGLANG pernah berjuluk kota santri yang dihuni kaum sarungan. Sejarah membuktikan, tak hanya itu yang harus dikenangkan. Pandeglang adalah bumi tempat ulama besar pernah dilahirkan. Mulai dari Kyai Maulana Mansyuruddin - Cikadueun, Kyai Asnawi di Caringin, sampai Kyai Dhimyatie. Pandeglang juga pernah beken, lantaran bupatinya kala itu (Dimyatie Natakusumah) digaduhkan bermesra cinta dengan seorang gadis belia. Yang pasti, Pandeglang punya yang unik. Ada Keceprek terbuat dari tepung beras - ketan, ada Empng Menes yang terbuat dari Melinjo, ada Otak-Otak Labuan, Serondeng Jiput, ada pula lembaga pendidikan tertua di Banten - Mathla'ul Anwar di Menes. Pandeglang juga punya garis pantai yang lumayan panjang dari Tamanjaya sampai ke Carita berbatasan dengan Kota Cilegon. Dalam banyak Pandeglang dikunjungi orang untuk berziarah. Tidak sempurna pergi ke Banten bila tak mengunjungi kesultanan Banten di desa Banten, Banten Girang di kota Serang, Cikadueun - Labuan - Caringin dan Sumur di Pandeglang. Di Kabupaten yang terletak tak jauh dari Jakarta ini (tak lebih dari 120 kilometer) dan masih tetap terbelit kemiskinan, banyak dilahirkan cerdik pandai dan orang-orang ternama. Ada yang senang kembali ke kampung halaman, tapi lebih banyak yang enggan pulang alias "jarang datang." | foto akarpadi - semh@esy