MENDUNG MENGGAYUT DI HAMPAR HARAPAN

| dilihat 1087

Tanah sudah diolah. Musim Tandur sudah tiba. Hujan mulai turun. Sebagian benih telah ditandur bersama harapan petani yang berubah menjadi buruh tani.

Di tengah beragam kebijakan negara yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani dan buruh tani, pupuk yang tak mudah diperoleh karena subsidi lebih berpusat kepada industri pupuk yang melemahkan akses petani atas pupuk, awan mendung di atas hamparan sawah laksana awan yang menggayut di hampar harapan.

Bagi mata, hijaunya sawah yang menandai tanah negeri kita adalah tanah yang subur. Bagi buruh tani, hijaunya sawah adalah peluh yang tak cukup menghilangkan keluh.

Siapakah kelak, pemimpin yang sungguh akan menjadikan amanah dan wewenang yang rakyat berikan kepadanya akan sungguh berpihak kepada petani?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita - rakyat - khasnya petani di pedesaan, kudu teliti.. Jangan lagi tertipu oleh muslihat politisi yang setiap lima tahun sekali datang dengan janji dan iming-iming kepeng dan bantuan sosial yang sesungguhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan hak rakyat.. |

Narasi dan Foto: Bang Sèm |

Pesawahan jalur utara antara Jawa Tengah dan Jawa Timur

 
Polhukam
01 Mei 26, 16:27 WIB | Dilihat : 107
Jurnalisme Tengah Dicekik
27 Apr 26, 01:51 WIB | Dilihat : 197
Trump Anggap Penyerangnya Preman Sakit
22 Apr 26, 08:30 WIB | Dilihat : 212
Langkah Australia Hadapi Ketidakpastian Energi
18 Apr 26, 09:49 WIB | Dilihat : 305
ISWAMI Imbau Media Sajikan Narasi Harmonis
Selanjutnya
Sporta