MENDUNG MENGGAYUT DI HAMPAR HARAPAN

| dilihat 1209

Tanah sudah diolah. Musim Tandur sudah tiba. Hujan mulai turun. Sebagian benih telah ditandur bersama harapan petani yang berubah menjadi buruh tani.

Di tengah beragam kebijakan negara yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani dan buruh tani, pupuk yang tak mudah diperoleh karena subsidi lebih berpusat kepada industri pupuk yang melemahkan akses petani atas pupuk, awan mendung di atas hamparan sawah laksana awan yang menggayut di hampar harapan.

Bagi mata, hijaunya sawah yang menandai tanah negeri kita adalah tanah yang subur. Bagi buruh tani, hijaunya sawah adalah peluh yang tak cukup menghilangkan keluh.

Siapakah kelak, pemimpin yang sungguh akan menjadikan amanah dan wewenang yang rakyat berikan kepadanya akan sungguh berpihak kepada petani?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita - rakyat - khasnya petani di pedesaan, kudu teliti.. Jangan lagi tertipu oleh muslihat politisi yang setiap lima tahun sekali datang dengan janji dan iming-iming kepeng dan bantuan sosial yang sesungguhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan hak rakyat.. |

Narasi dan Foto: Bang Sèm |

Pesawahan jalur utara antara Jawa Tengah dan Jawa Timur

 
Lingkungan
05 Sep 26, 11:26 WIB | Dilihat : 415
Hutan Kalimantan Membara Jerebu Kepung Sarawak
24 Agt 26, 19:51 WIB | Dilihat : 411
Angin Selatan Hantar Jerebu ke Serawak dan Brunei
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 707
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 788
Jakarta Baur Budaya
Selanjutnya
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1320
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3459
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya