MENDUNG MENGGAYUT DI HAMPAR HARAPAN

| dilihat 1129

Tanah sudah diolah. Musim Tandur sudah tiba. Hujan mulai turun. Sebagian benih telah ditandur bersama harapan petani yang berubah menjadi buruh tani.

Di tengah beragam kebijakan negara yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani dan buruh tani, pupuk yang tak mudah diperoleh karena subsidi lebih berpusat kepada industri pupuk yang melemahkan akses petani atas pupuk, awan mendung di atas hamparan sawah laksana awan yang menggayut di hampar harapan.

Bagi mata, hijaunya sawah yang menandai tanah negeri kita adalah tanah yang subur. Bagi buruh tani, hijaunya sawah adalah peluh yang tak cukup menghilangkan keluh.

Siapakah kelak, pemimpin yang sungguh akan menjadikan amanah dan wewenang yang rakyat berikan kepadanya akan sungguh berpihak kepada petani?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita - rakyat - khasnya petani di pedesaan, kudu teliti.. Jangan lagi tertipu oleh muslihat politisi yang setiap lima tahun sekali datang dengan janji dan iming-iming kepeng dan bantuan sosial yang sesungguhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan hak rakyat.. |

Narasi dan Foto: Bang Sèm |

Pesawahan jalur utara antara Jawa Tengah dan Jawa Timur

 
Budaya
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 457
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 497
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 520
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
Selanjutnya
Polhukam
28 Jun 26, 09:30 WIB | Dilihat : 343
Hukum Merupakan Fondasi Keadilan dan Harmoni Negara
13 Jun 26, 06:26 WIB | Dilihat : 558
Langkah Berani Dato Onn Hafiz
08 Jun 26, 09:46 WIB | Dilihat : 411
Gelombang Biru di Negeri Johor
03 Jun 26, 10:21 WIB | Dilihat : 350
Cabaran Kewartawanan Era Baru
Selanjutnya