
N. Syamsuddin Ch. Haesy
INOVASI merupakan proses panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Bagi Pertamina yang di punggungnya terpikul amanah mengelola bisnis migas di hulu dan hilir, inovasi adalah kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai BUMN yang berkomitmen untuk tumbuh berkembang sebagai world class company, inovasi menjadi pasangan paling klop dari transformasi.
Kepada sejumlah teman saya sering mengajak, mendorong – dorong Pertamina untuk menambah beban di bahunyaBUMN satu ini punya pengalaman panjang. Sejak musim nasionalisasi digerakkan Presiden Soekarno dan musim transformasi digerakkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tempo hari. Dan, Pertamina terus melakukan metamorfosa. Apalagi di jaman pertumbuhan ekonomi lamban dan rupiah limbung, di awal pemerintahan Jokowi – JK.
Celakanya, selalu ada peluang ‘salah paham’ menimpa Pertamina, sebagai BUMN yang tak pernah bisa mengelak untuk bergerak cepat mengatasi masalah, ketika dana APBN tak selancar angan. Bahkan tak jarang, Pertamina secara sengaja atau tak sengaja, diposisikan laksana cindai yang dicabik, ditisi, dikoyak, dan akhirnya disulam oleh generasi demi generasi. Terutama mereka yang direkayasa seolah-olah memperoleh amanat nyata rakyat untuk mengelola kekuasaan.
Pertamina tak pernah istirahat, meski sejenak.
Kini, ketika produksi minyak dan gas bumi menurun dan kegaduhan di luar ladang dan sumur minyak terdengar lebih nyaring, Pertamina kembali ambil posisi: berkarya, berinovasi, dan bertransformasi, saat orang lain baru menyeru: ayo kerja ! Membentuk ‘barisan tak bergenderang’ menyalakan tekad dan semangat terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi rakyat. Sekaligus memberi kontribusi bagi penguatan kondisi perekonomian bangsa.

TRANSFORMASI PERTAMINA DITOPANG MODAL INSAN YANG MUMPUNI |
Boleh jadi inovasi dalam proses transformasi yang dilakukan Pertamina tak semenonjol BUMN lain. Dalam banyak hal, managerial dan leadership di Pertamina harus memilih jalan harmoni, memadu padan kecerdasan nalar, kepekaan naluri, kedalaman rasa, dan keteguhan indria. Lalu memelihara creative kick off perubahan, sampai ke titik paling strategis : mengibarkan innovation breakthrough. Tak hanya dalam konteks manajemen, technology, human capital, produk manufaktur, dan lain-lain untuk merambah bisnis global.
Inovasi Pertamina, pada masanya harus menembus dimensi ruang dan waktu, mempertemukan kesadaran konsumsi migas dengan ketersediaan deposit yang tak selamanya berada dalam lingkup empirisma manusia.

SAINS - TEKNOLOGI DAN NASIONALISME DASAR TRANSFORMASI |
Melihat, mencermati, mempertimbangkan, dan bahkan memperlakukan Pertamina secara wajar dan menyeluruh, semestinya mempertimbangkan banyak aspek secara multi – dimensi. Karena, meskipun eksistensinya merupakan entitas bisnis, pada dasarnya Pertamina merupakan salah satu dari sedikit simbol penting nation dignity bangsa ini. Siapapun Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, mau yang serius atau senang cengengesan, boleh berseru: "Sebagai Kepala Negara, saya ingin dalam usaha minyak dan gas di negeri ini bendera Pertamina makin berkibar, disusul perusahaan minyak dalam negeri yang lain."
Harapan itu sejalan dengan harapan rakyat, menghendaki Pertamina lebih mandiri dan lebih meningkat daya saingnya, dan sebagai perusahaan yang efisien, produktif, dan inovatif. Tentu, harus pula menjadi captain of industry di sektor migas.
Ekspektasi seluruh warga bangsa terhadap kualitas pelayanan Pertamina, sangat diperlukan dan dinanti. Oleh sebab itu, transformasi Pertamina mesti seperti mata air yang tak pernah kering. Sekaligus menjadi sumber inspirasi kemajuan bagi seluruh elemen bangsa.
Kita melihat dengan jernih bagaimana proses perubahan transformatif itu sudah dilakukan Pertamina. Berbagai pembenahan sistem, telah membuatnya terus mau dan mampu menyempurnakan tegaknya good governance. Dalam konteks itu, kita mengingatkan seluruh pengurus Pertamina meningkatkan kinerjanya.
Dalam konteks itu, Pertamina memang harus terus melakukan transformasi - penataan organisasi manajemennya; Terus meninggalkan paradigma dan mentalitas lama; Terus meninggalkan praktik-praktik bisnis yang menyimpang; terus menguasai teknologi tinggi yang mendorong efisiensi; dan Terus membangun kerjasama yang baik: proporsional, profesional, dan fungsional dengan semua pihak, sesuai dengan prinsip-prinsip utamanya sebagai entitas bisnis. Pertamina dapat menjadi lokomotif transformasi bangsa pada saatnya. Arah jalannya sudah tepat. | [Pernah dimuat ENERGIA - PERTAMINA ]