Memilh Rumah - Properti

Jangan Mudah Terpikat Promosi Pengembang

| dilihat 3133

AKARPADINEWS.COM | BERAGAM cara pengembang menawarkan produk rumah yang dibangunnya dengan jurus-jurus pemasaran yang begitu memikat. Sebagai konsumen, jangan lekas terpikat. Banyak pengembang menawarkan produk rumah dan permukiman mereka, termasuk ‘kota baru’ dengan cara berlebihan. Termasuk pariwara televisi.

Meskipun mencari rumah bukan seperti mencari jodoh, dan relatif tak sulit-sulit amat, mencari rumah yang pas perlu kecermatan. Apalagi ketika rumah itu memang diniatkan untuk dihuni untuk waktu yang sangat lama.

Banyak nasihat yang menyatakan, faktor pertama yang harus menjadi pertimbangan dalam membeli rumah adalah lokasi, yang kedua dan ketiga juga lokasi. Kita boleh sependapat dengan pandangan ini. Karena itu, ketika sudah membayangkan lokasi dengan segala pertimbangan (traffic jam, efektivitas dan efisiensi), yang mesti dilakukan adalah menghadapkan lokasi tersebut dengan rencana tata ruang wilayah.

Tidak sedikit lokasi strategis kompleks permukiman yang sudah dibangun, tiba-tiba berbenturan dengan rencana pemerintah untuk membangun infrastruktur. Antara lain, jalan tol, yang bisa-biasa akan berada di sebelah rumah, bahkan akan menggusur rumah tersebut. Oleh karena itu, tanyakan kepada pengembang secara detil tentang rencana tata ruang wilayah – kabupaten, kota, provinsi, dan nasional.  Pasalnya, kita tinggal di sebuah negeri yang sangat mudah mengubah rencana tata ruang dan wilayah berdasarkan aneka kepentingan.

Dalam hal memilih lokasi rumah, juga harus sesuai dengan kepentingan dasar kita, yaitu keamanan dan kenyamanan, termasuk prosespeknya jauh ke depan. Perhatikan dengan seksama, bagaimana relasi lokasi dengan sentra-sentra pelayanan publik, seperti sekolah, rumah sakit, sarana ibadah, pusat perbelanjaan, pemakaman umum, akses dengan pusat aktivitas kita dalam mencari nafkah (mulai dari jalan akses sampai jalan utama, ragam moda transportasi yang tersedia dan direncanakan akan tersedia). Yang tak kalah penting juga, prospek lokasi itu dalam perkembangan ke depan sebagai suatu habitus sosial yang sesuai dengan tumbuh kembang anak, dan keperluan sosialisasi.

MEMBELI RUMAH HARUS CERDAS, CERMAT, DAN SEDIKIT REWEL UNTUK BERTANYA DAN MEMPERTANYAKAN BANYAK HAL |

Dalam konteks perkembangan lingkungan alam, juga mesti dipertimbangkan dengan mendalam, apakah lokasi tersebut – paling tidak 20 tahun ke depan—masih konsisten mempertahankan kondisi lingkungan fisik yang membuat hidup lebih nyaman. Termasuk kualitas sumber air tanah, dan lainnya. Apalagi, terlalu banyak lokasi permukiman yang dibangun di atas tanah rawa dan sawah.

Setelah mempertimbangkan lokasi, yang harus pertama dicermati adalah apakah pengembang sebagai pihak penjual properti, khususnya rumah yang akan anda beli, merupakan pengembang yang terpercaya. Terjamin kualitas produknya, kualitas pelayanan terhadap konsumennya, dan sungguh merupakan pengembang yang memang tak punya cacat. Kalau perlu, telusuri informasi, bagaimana dan darimana pengembang tersebut memperoleh sumberdana untuk membangun rumah atau properti yang ditawarkannya. Apakah mereka mendapatkan dana melalui bank lokal – nasional, bank asing, atau sumber pembiayaan lainnya. Tak apa-apa rewel sedikit untuk mengetahui, sang pengembang sekadar pengembang – kepanjangan tangan bank – atau dia sungguh yang menjadi subyek.

Selepas itu, pertimbangan aspek-aspek yang terkait dengan produk yang akan kita beli. Mulai dari desain, kualitas bahan, kualitas bangunan, dan siapa pula kontraktor yang dipakai oleh pengembang dan bagaimana reputasinya. Hal ini penting untuk mengetahui, seberapa lama properti – rumah yang akan kita beli tidak mengalami perubahan berarti. Termasuk kemudahan bila kita akan melakukan renovasi rumah tersebut, sesuai dengan perkembangan fungsi rumah. Termasuk perubahan selera yang sesuai dengan perkembangan waktu. Tanyakan pada pengembang kemungkinan mereka membangun rumah berdasar desain yang kita pilih sendiri. Termasuk keterlibatan kita ikut campur dalam melakukan kontrol proses pembangunan, sampai rumah itu jadi, dan serah terima kunci.

Nah, bila hal-hal tersebut sudah terpenuhi, barulah perhatikan dengan seksama berbagai fasilitas yang diberikan oleh pengembang kepada konsumen. Terutama berkaitan dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum, termasuk fasilitas pemakaman umum. Terlalu banyak pengembang membangun rumah tetapi tidak menyediakan lahan khusus untuk pemakaman umum. Padahal, pemakaman umum sangat penting sebagai pelayanan khas kepada konsumen.

KEASRIAN LINGKUNGAN JUGA MESTI MENJADI PERTIMBANGAN, KARENA PERMUKIMAN HARUS MENJADI HABITUS SOSIAL |

Berdasarkan semua itu, baru perhatikan dengan seksama tentang harga rumah. Ketika mendapatkan harga rumah, dengan pertimbangan lokasi dan fasilitas yang menyertai rumah atau properti yang akan kita beli, hitung dengan cermat proyeksinya ke depan, minimal sepuluh tahun ke depan. Tentu dalam hal harga, kita juga harus mempertimbangkan dengan kondisi keuangan yang mungkin sesuai dengan perkembangan kemampuan. Artinya harga dipertimbangkan selaras dengan perkembangan kemampuan keuangan, dan skema pembiayaan untuk membeli rumah atau properti tersebut.

Selepas itu, cari tahu dengan cermat, sumber pembiayaan dan skema pembayarannya. Bila harga tersebut terjangkau dengan kemampuan keuangan, usahakan membeli rumah dengan cash, supaya tidak pusing di belakang hari. Tentu dengan meminta berbagai keringanan yang tak sama dengan cara pembayaran lain.

Dalam hal dana terbatas dan harus mencari cari pembayaran lain, usahakan menggunakan skema pembayaran secara langsung kepada pengembang. Pengembang yang bonafid dan terpercaya akan merespon keinginan ini, dan tak akan menganjurkan konsumen memilih cara pembayaran lain, misalnya melalui KPR (kredit perumahan rakyat) melalui bank.  Membeli rumah dengan skema KPR dalam banyak hal, akan menjadi persoalan dan beban di kemudian hari. Terutama, ketika terjadi pembayaran tidak tepat waktu (ingat saja cara menggunakan kartu kredit).  Bila sudah tercapai kesepakatan, jangan lupa untuk mengasuransikan rumah tersebut sesuai dengan proyeksi waktu yang tepat.

Selain itu semua, hal penting yang harus menjadi pertimbangan utama adalah kelengkapan surat-surat rumah tersebut, termasuk kualifikasi akte kepemilikan, baik tanah maupun bangunan, terkait dengan status tanah tersebut. Jangan ragu untuk menanyakan hal tersebut kepada pengembang dan notaris. Usahakan seluruh proses jual beli tercatat secara notarial.

Hal lain yang harus diingat berulang-ulang adalah : jangan mudah terbujuk dan percaya dengan ujaran petugas marketing pengembang, sampai sungguh-sungguh kita yakin, bahwa rumah atau properti yang akan kita beli sungguh aman, nyaman, menguntungkan, dan membawa manfaat di kemudian hari.. | JM Fadhillah

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
14 Agt 26, 09:40 WIB | Dilihat : 401
Hentikan Perusakan Demokrasi dan Politik
08 Agt 26, 19:13 WIB | Dilihat : 252
Negara Utang Budi kepada Rakyat
05 Agt 26, 20:16 WIB | Dilihat : 411
Rakyat Negeri Sembilan Bagi Kuasa kepada BN & PN
15 Jul 26, 23:02 WIB | Dilihat : 536
Merawat Kepercayaan Rakyat
Selanjutnya
Energi & Tambang
18 Agt 26, 18:17 WIB | Dilihat : 274
PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional
17 Jul 26, 17:25 WIB | Dilihat : 357
Monetisasi Gas Sengeti Dorong Investasi Baru di Jambi
28 Jun 26, 06:57 WIB | Dilihat : 410
Talenta Mutu Pertamina Gerakkan Transformasi
Selanjutnya