Tanggung Jawab Budaya Perusahaan

BNI Terus Mendukung Industri Kreatif

| dilihat 3143

Bang Sem

SIANG sedang beranjak, ketika adzan Dzuhur kumandang di Kampung Melayu – Banjarmasin. Di jalan kecil yang disebut Jalan Seberang Masjid, sejumlah pengrajin sasirangan, batik khas banjar, sedang sibuk mewarnai kain aneka jenis menjadi sasirangan. Itulah kampung para pengrajin, yang sejak beberapa waktu terakhir disebut Kampoeng BNI.

Sejak tahun 2010 kampung para pengrajin tradisional, itu dimasukkan ke dalam agenda wisata. Kampoeng BNI Sasirangan, merupakan salah satu sentra pengrajin binaan Unit Corporate Community Responsibility. Selain kampung di tepian sungai Martapura, itu BNI melakukan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan mikro di berbagai daerah lain. Tercatat, kini sudah 27 Kampoeng BNI tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Antara lain, Kampoeng BNI Songket di Ogan Komering Ilir Palembang, Kampoeng BNI Perikanan di Muara Angke, Kampoeng Batik Tulis di Wiradesa – Pekalongan, Kampoeng BNI Batik Tulis Lasem di Rembang, Kampoeng BNI Imogiri di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan lainnya.

Selain itu masih ada Kampoeng BNI Budidaya Jagung di Ciamis, Kampoeng BNI Nelayan di Lamongan, Kampoeng BNI Seni Kamasan di Klungkung Bali, Kampoeng BNI Karebosi Makassar, Kampoeng BNI Bandeng Karawang, Kampoeng BNI Pandai Singkek – Sumatera Barat, Kampoeng BNI Tenun Silungkang Sumatera Barat, Kampoeng BNI Pisang di Lumajang, Kampoeng BNI Sutera Sengkang – Sulawesi Selatan, Kampoeng BNI Ikan Nila Ponorogo, Kampoeng BNI Wisata Borobudur, Kampoeng BNI Taspi di Lampung, Kampoeng BNI Tenun Ikat Sumba – Waingapu, dan lainnya.

Kepada N. Syamsuddin Ch. Haesy dari akarpadinews.com, Direktur Utama BNI – Gatot M. Suwondo menjelaskan, Kampoeng BNI merupakan wujud komitmen BNI terhadap pengembangan industri kecil dan menengah sebagai bagian dari dukungan konkret untuk mengembangkan industri kreatif.

Gatot menjelaskan, industri kreatif merupakan salah satu potensi konkret pilar perekonomian nasional. Industri kreatif dihidupkan oleh kalangan yang berani hidup, mempunyai mental kuat dalam menjalani usaha kreatif mereka, dan unik. Termasuk dalam mencari, menemukan, dan menggunakan pendekatan baru dalam mengembangkan industri yang ramah lingkungan. Misalnya, mengolah zat pewarna batik dari bahan flora yang terdapat di lingkungan sekitar hutan.

Kampoeng BNI menurut Gatot didirikan dan dibangun sebagai inisiatif BNI untuk menegaskan tidak hanya corporate community responsibility, melainkan juga corporate cultural responsibility. Khasnya dalam mengembangkan kearifan dan kecerdasan lokal. Dengan cara ini, BNI berusaha memelihara dan mengembangkan gairah masyarakat untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia di ke pentas dunia. Karenanya, selain menggelar ajang pameran berskala nasional, pada momen-momen tertentu, BNI mempromosikan karya industri kreatif Indonesia pentas dunia.

Di New York dalam suatu pertemuan berskala internasional, BNI yang mempunyai kantor cabang di ‘ibu kota bisnis dunia’ itu mengedepankan karya kreatif Kampoeng BNI dari Palembang dan Yogyakarta melalui fashion show. BNI mendatangkan pengrajinnya, termasuk memperkenalkan musik kayu dari Bali.

Selama ini, kata Gatot, program corporate community responsibility BNI fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster di suatu kawasan pedesaan. Namun, tak hanya itu yang dilakukan. BNI juga melakukan capacity building sebagai bagian integral dari praktik community development. Karenanya, Kampoeng BNI bersifat menyeluruh.  Selain memberikan kredit lunak, BNI juga membangunkan show room, packing house, sarana sosial kemasyarakatan, dan promosi.

Belakangan BNI juga mendorong perkembangan industri kreatif di sektor film televisi dan kreatif lainnya. “Sebagai bank pertama yang dilahirkan Pemerintah Republik Indonesia, BNI terus tumbuh dan berkembang bersama rakyat Indonesia, mendorong daya saing agar berdikari di sektor ekonomi dan unggul di sektor budaya,” ungkap Gatot.. |

Editor : Web Administrator
 
Seni & Hiburan
16 Nov 25, 10:19 WIB | Dilihat : 1178
Hazieq Rosebi Berjenaka dengan Nurlela
19 Nov 24, 08:29 WIB | Dilihat : 3320
Kanyaah Indung Bapak
Selanjutnya
Budaya
23 Jun 26, 22:10 WIB | Dilihat : 677
Jakarta Ruang Lebih Luas Bagi Budaya dan Seni
01 Jun 26, 21:47 WIB | Dilihat : 622
AGI Sosok Artistik yang Bergerak
20 Mar 26, 08:16 WIB | Dilihat : 588
Budaya Betawi Mesti Jadi Cover Budaya Jakarta
Selanjutnya