Profil

Sinar Simon Santoso

| dilihat 2559
 
AKARPADINEWS.Com- Minggu 13 April 2014, bagi pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Simon Santoso, adalah hari yang begitu dia tunggu dalam kariernya. Betapa tidak, pemilik peringkat empat nasional dan peringkat 52 dunia ini mampu tampil luar biasa ketika mempecundangi pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei dari Malaysia di ajang Singapore Open Super Series 2014.  Nama Simon pun kembali bersinar dan jadi buah bibir kembali setelah tak banyak di sebut media.
 
Prestasi pria kelahiran Tegal, 29 Juli 1985 ini sebenarnya mulai bersinar kembali di tahun 2014 ini. Terbukti, dua pekan lalu, dia mampu menjadi juara Malaysia Open Grand Prix Gold, setelah menang dari pebulutangkis India, Sourabh Varma,  15-21, 21-16, 21-19.
Tapi, kemenangan atas pemain nomor satu memang patut mendapat apresiasi tinggi, pasalnya tak hanya mengejutkan pecinta bulutangkis  Indonesia namun juga lawannya, Lee Chong Wei, yang harus bertekuk lutut dari Simon, 15-21,10-21.
“Saya cukup kaget dengan kebangkitan Simon. Ia tampil sangat percaya diri,” jelas Lee Chong Wei.
 
Simon dan Chong Wei, Minggu (13/4/2014) di Singapore Open. Foto: PBSI
 
Sementara atas prestasinya itu, Simon mengaku bangga dan berharap bisa berprestasi lebih bagus di turnamen-turnamen berikutnya. “Saya sangat senang dan bangga karena sudah lama tidak mengalahkan Lee Chong Wei. Saya berharap prestasi saya lebih stabil di waktu kedepan,” tutur Simon. 
 
Ini adalah kemenangan Simon ke-2 atas Lee Chong Wei dari 11 pertemuan mereka. Simon juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penonton, pelatih dan sponsor yang telah memberikan dukungan padanya.
 
Apresiasi juga diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono(SBY). Lewat akun twitternya, @SBYudhoyono memberikan selamat dan memuji sukses yang diraih Simon Santoso atas pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei."Kita bersyukur Simon Santoso juara Singapore Open. Melalui TV saya saksikan pertandingan hingga selesai," demikian ucap Presiden bertanda *SBY* tersebut, Minggu malam. Tanda *SBY* berarti Presiden Yudhoyono sendiri yang mengunggah kicauannya.
 
Tweet berikutnya, SBY berkata, "Permainan Simon luar biasa, hingga mampu mengalahkan Juara Dunia No 1 dari Malaysia Lee Chong Wei. Simon menang telak."
"Saya juga sempat bicara dengan Simon seusai pertandingan, sebagai rasa bangsa dan terima kasih kita semua. Selamat para pahlawan."
 
Masih dalam akun Twitter, presiden juga mengapresiasi keberhasilan ganda campuran Indonesia yang telah meraih emas dan perak dalam pertandingan all Indonesians final yang digelar sebelumnya, antara pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Riky Widianto/Puspita Richi Dili. Di mana pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menang atas pasangan Riky Widianto/Puspita Richi Dili 21-15, 22-20.
 
Simon adalah  putra dari pasangan S Hosea Lim dan Rahel Yanti, ia bernaung di klub Tangkas Spec, DKI Jakarta. Simon juga pernah beberapa kali memperkuat tim Thomas Cup Indonesia pada tahun 2004, 2006, 2008 dan 2010 dan juga pernah memperkuat tim Piala Sudirman. 
Jenjang kariernya yang cukup mumpuni itu, membuat pria berusia 28 tahun ini telah mengoleksi beberapa keping medali emas yang diraihnya di beragam kejuaraan multi event ketika memperkuat Indonesia di ajang SEA Games, di nomor tunggal putra di tahun 2009 dan 2011. Sedangkan di nomor beregu dia bersama tim menyumbangkan keping emas SEA Games di tahun 2003, 2007, 2009 dan 2011. Dan beberapa medali perunggu dan perak di ajang Asian Games untuk nomor beregu. Sayangnya, prestasinya meredup pada dua tahun terakhir, yang berujung pada hengkangnya pria berkulit putih ini keluar dari pelatnas sejak Januari 2014. Pun, dia tak masuk dalam tim Piala Thomas 2014.
 
Kini, dia berstatus atlet nonpelatnas, dan pada tiga bulan awal 2014 dia membuktikan mampu kembali bersinar lewat prestasi luar biasa, dengan merengkuh dua gelar juara. kita tunggu saja aksi dari Simon Santoso berikutnya. Semoga, dia bisa terus bersinar dalam turnamen-turnamen berikutnya dan bisa kembali menambah kekuatan baru bagi tim Indonesia di ajang nasional dan internasional maupun bisa memperkuat kembali tim Piala Thomas serta Piala Sudirman.
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Humaniora
11 Jul 26, 22:56 WIB | Dilihat : 465
Daya Cinta Rakyat kepada Ayatollah Ali Khamenei
06 Jul 26, 09:02 WIB | Dilihat : 380
Ragam Gaya Retorika Presiden
25 Jun 26, 00:19 WIB | Dilihat : 442
Duka Ashura
Selanjutnya
Lingkungan
19 Jun 26, 11:49 WIB | Dilihat : 552
Penang
07 Jun 26, 12:42 WIB | Dilihat : 658
Jakarta Baur Budaya
28 Apr 26, 14:29 WIB | Dilihat : 648
Jumhur Hidayat
03 Des 25, 18:35 WIB | Dilihat : 963
Jangan Pernah Menentang Semesta
Selanjutnya