Piala Thomas dan Uber 2014

Optimisme Tim Thomas dan Tim Uber Indonesia untuk Lolos ke Semifinal

| dilihat 1048
 
 
NEW DELHI, AKARPADINEWS.Com -  Tim Thomas dan Uber Indonesia optimis lolos ke semifinal, meskipun mendapat lawan-lawan yang berat pada perempatfinal kejuaraan bulu tangkis beregu Piala Thomas dan Piala Uber 2014 di New Delhi pada Kamis malam ini. Tim Thomas Indonesia akan bertemu Korea dan Tim Uber akan bertemu tuan rumah India. 
 
Berdasarkan hasil undian yang dilakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) usai babak penyisihan, Kamis dinihari, Pada Piala Thomas, tim putra Indonesia yang merupakan juara grup A akan menghadapi Korea Selatan, sedangkan pada Piala Uber tim putri Indonesia sebagai runner up grup X akan ditantang tuan rumah India.Berdasarkan aturan BWF, babak perempatfinal dilakukan undian penentuan tim-tim runner-up untuk mendapatkan lawan di antara empat tim juara grup.
 
Hasil undian untuk babak perempat final yang akan dimainkan Kamis pagi dan malam adalah: Piala Thomas: Indonesia vs Korea; Cina vs Thailand; Jepang vs Perancis; Denmark vs Malaysia.Sedangkan Piala Uber: Cina vs Inggris; Korea vs Thailand; Indonesia vs India; Denmark vs Jepang.
 
"Kita tidak bisa pilih-pilih lawan, inilah hasil undian yang harus diterima," kata manajer tim Piala Thomas Indonesia Christian Hadinata usai menyaksikan undian yang dilakukan di Siri Fort Sports Complex, New Delhi.
 
Pelatih putra dan putri Indonesia mengaku optimis melihat hasil drawing tersebut. Meskipun lawan-lawan mereka tak bisa dianggap enteng. Seperti pengakuan Christian, yang  menganggap Korea patut diwaspadai lantaran  memiliki pebulutangkis  kelas dunia.
 
"Kami siap mau melawan siapa saja, karena memang inilah hasil undian. Runner up memang larinya bisa kemana saja. Kami bisa menilai permainan tim Korea, begitu juga sebaliknya. Korea adalah salah satu negara bulutangkis yang kuat di Asia selain Cina, Indonesia dan Jepang. Tim Korea punya kekuatan yang merata, tim kami juga tidak bisa dibilang lebih dominan," kata Christian.
 
Dijelaskan  Christian dilansir PBSI, di babak perempatfinal akan menggunakan sistem gugur, semua ditentukan oleh performa pemain di lapangan. Saat ini pihaknya belum memikirkan babak semifinal karena yang penting bisa menang atas Korea dulu. 
 
 
Tim Thomas Korea menyandang predikat runner up grup, pada pertandingan penyisihan grup C, Korea secara mengejutkan dikalahkan oleh Malaysia, 2-3. Sedangkan tim Thomas Indonesia merupakan juara grup A dengan merebut kemenangan atas Thailand 4-1, Singapura 5-0 dan Nigeria 5-0.
 
Sementara itu, harapan tim Uber Indonesia untuk terhindar dari Cina akhirnya terkabul. Putri-putri Indonesia dipertemukan dengan tim India yang dimotori oleh Saina Nehwal.
Meski begitu, India yang memiliki peringkat di bawah tim Uber Indonesia, dikatakan pelatih tim putri Indonesia Eng Hiang, tetap harus diperhitungkan terutama karena faktor sebagai tuan rumah.Di mana dukungan suporternya tentu berpengaruh bagi mereka. Namun, Eng Hiang yakin pemain-pemain Indonesia bisa mengatasi hal tersebut."Kalau dilihat dari peringkat umumnya, saya optimis," katanya. 
 
Berikut hasil pertandingan penyisihan grup X antara tim Uber Indonesia vs Korea (1-4) , Rabu (21/5):
 
Linda Wenifanetri vs Sung Ji Hyun 12-21, 18-21
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari vs Jang Ye Na/Kim So Young 21-12, 18-21, 18-21
Maria Febe Kusumastuti vs Bae Yeon Ju 13-21, 10-21
Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah vs Jung Kyung Eun/Kim Ha Na 22-20, 20-22, 19-21
Adriyanti Firdasari vs Kim Hyo Min 21-15, 21-13
 
Hasil pertandingan penyisihan grup A antara tim Thomas Indonesia melawan Thailand (4-1), Rabu (21/5):
 
Tommy Sugiarto vs Boonsak Ponsana 21-14, 13-21, 17-21
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Wannawat Ampunsuwan/Nipitphon Puangpuapech 21-15, 21-14
Dionysius Hayom Rumbaka vs Suppanyu Avihingsanon 21-17, 21-19
Angga Pratama/Rian Agung Saputro vs Maneepong Jongjit/Patiphat Chalardchaleam 21-14, 22-20
Simon Santoso vs Thammasin Sitthikom 21-13, 21-13
 
 
Editor : Nur Baety Rofiq
 
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 1051
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1462
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 648
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 1074
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya
Polhukam
01 Apr 20, 12:34 WIB | Dilihat : 87
Pemimpin
11 Mar 20, 09:35 WIB | Dilihat : 149
Kabinet Muhyiddin Perlu Paham Anomali Iklim Politik
Selanjutnya