Voyo, Bikin Kendaraan Jadul Jadi Pintar

| dilihat 2026

AKARPADINEWS.COM | SEIRING makin canggihnya kendaraan, bermunculan pula teknologi sempalan untuk meningkatkan kinerja kendaraan jadul yang masih dioperasikan pemiliknya. Salah satunya adalah Hum.

Kelahiran Hum (Baca: Hum Membesut Mobil Jadi Pintar) kiranya telah menjadi awal pengembangan teknologi sempalan untuk membuat mobil biasa menjadi luar biasa. Teknologi ini amat membantu pemilik mobil murah, dapat beroperasi laiknya mobil pintar. Kini, telah lahir pula kompetitor Hum di pasar teknologi portabel pembesut mobil menjadi pintar, yakni Voyo.

Piranti yang diproduksi oleh Voyomotive tersebut memaksimalkan fungsi otomatisasi kendaraan. Dengan memasangkan alat ini ke dalam kendaraannya, pemilik kendaraan dapat mengatur sistem komputerisasi di dalamnya. Sistem itu dapat diakses dan dikontrol melalui aplikasi Voyo dalam ponsel pintar.

Kelebihan utama Voyo ialah piranti ini akan selalu memperbaharui informasi kendaraan dalam bentuk data yang disimpan dalam sistem penyimpanan cloud atau awan milik Voyomotive.

Untuk mengirimkan data ke sistem penyimpanan awan, piranti Voyo menggunakan bluetooth 4.0. Seri terbaru bluetooth ini hemat energi sehingga tidak akan menguras baterai piranti ini. Dengan begitu, data yang dikirim akan tersimpan aman dan dapat diakses dimanapun dengan menggunakan ponsel pintar.

Soal keamanan dan privasi data yang disimpan, pemilik kendaraan dapat mengatur sepenuhnya seberapa privasi data itu. Dengan begitu, kekhawatiran akan data itu dilihat pengguna piranti Voyo lainnya amat minim.

Selain itu, sistem pendataan Voyo memanfaatkan sistem GPS dengan sistem on board diagnostic II atau OBD II dalam kendaraan. Dengan begitu, Voyo akan memberikan informasi kepada pemilik kala berkendara, jalan mana saja yang lancar dan tengah macet. Tak hanya itu, melalui sistem ini, Voyo dapat memberitahu jalan mana saja yang berbahaya atau jalan yang dalam proses perbaikan kepada pemilik. Dengan demikian, pemilik akan memiliki alternatif jalur yang akan dilaluinya kala berkendara.

Untuk tipe standarnya, piranti Voyo ini dilengkapi dengan fitur penguncian kendaraan melalui ponsel. Melalui fitur ini, pemilik kendaraan dapat langsung mengunci kendaraannya kala ada yang berhasil menjebol atau membuka kendaraannya. Bila pencuri berhasil mengakali sistem penguncian kendaraan, maka piranti ini akan memberikan pemberitahuan kepada pemilik dan merekomendasikan untuk mematikan kendaraan dari jarak jauh.

Piranti ini juga memungkinkan ponsel menjadi pembuka bagasi secara otomatis. Dengan begitu, ketika tangan pemiliknya memegang banyak barang untuk ditaruh di bagasi maka dengan piranti ini bagasi dapat terbuka otomatis, tanpa harus membuka manual dengan tangan.

Sistem pengamanan lainnya yang ditawarkan piranti ini ialah fitur peringatan kewaspadaan. Peringatan ini akan berbunyi tatkala pemilik mengendarai kendaraannya dengan urakan atau tengah dalam keadaan mengantuk. Dengan begitu, pemilik akan diingatkan untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan demi keselamatan dalam berkendara.

Sebagai otak baru kendaraan, Voyo memiliki fitur untuk mengecek kondisi kendaraan. Melalui perintah dari aplikasinya, pemilik kendaraan dapat memonitor keadaan kendaraan. Aplikasi Voyo akan memberitahukan kapan kendaraan harus dirawat dan mendapatkan perawatan untuk mengobati bagian yang rusak.

Sedangkan untuk Voyo versi advance,  fitur keamanannya ditambah dengan mesin otomatis untuk mematikan kendaraan. Untuk menghidupkannya, aktivasi staternya harus mendapat perintah terlebih dahulu dari aplikasi Voyo dari ponsel pemiliknya. Dengan begitu, kendaraan tidak akan dapat dicuri ataupun digunakan oleh sembarangan orang tanpa izin pemiliknya.

Fitur unik yang diberikan Voyo tipe advance ialah pemilik kendaraan dapat mengatur kapan saja kendaraan dapat diaktifkan. Sehingga, pemilik kendaraan memiliki kontrol penuh atas kepemilikan kendaraannya.

Selain itu, piranti ini memungkinkan kendaraan yang dipasangkan alat ini dapat mematikan mesin sementara ketika sedang berhenti, seperti berhenti kala lampu merah. Melalui teknologi ini, Voyo memungkinkan kendaraan menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi dari emisi kendaraan. Voyomotive memberi nama teknologi ini EcoStart.

Teknologi pengecekan kondisi kendaraan pada tipe ini memiliki fitur tambahan. Fitur itu ialah pemberian data kondisi kendaraan lebih akurat. Data itu menyangkut bagian-bagian terkecil kendaraan yang kiranya harus mendapat penanganan segera dari para mekanik. Dengan demikian, mekanik akan mudah merawat atau membetulkan bagian-bagian yang disinyalir akan mengalami kerusakan.

Untuk dapat memasang Voyo ke dalam kendaraan, pemilik kendaraan harus merogoh kocek sebesar US$ 100 atau setara dengan Rp. 1,3 juta untuk tipe standar. Dengan harga itu, pemilik kendaraan akan mendapatkan piranti utama Voyo yang harus dipasang ke dalam sirkuit OBD II dalam kendaraan. Selain itu, ponsel pintar pemilik kendaraan akan dipasang aplikasi Voyo.

Bila ingin mendapatkan tipe advance, pemilik kendaraan harus menambahnya dengan harga US$ 50 atau setara dengan Rp. 662 ribu. Harga tersebut merupakan harga untuk pemasangan relay dalam sirkuit kendaraan. Dengan begitu, fitur otomatisasi Voyo akan dapat dimaksimalkan dalam kendaraan.

Biaya pemasangan itu memang terbilang murah untuk piranti teknologi secanggih Voyo. Namun, untuk memiliki akses pada awan penyimpanan Voyomotive, pemilik kendaraan harus membayar lagi biaya sewa penyimpanan sebesar US$ 30 atau setara dengan Rp397 ribu tiap tahunnya untuk paket penyimpanan awan. Atau, pemilik kendaraan dapat langsung membayar sebesar US$50 atau setara dengan Rp662 ribu untuk paket tiga tahunan.

Sayangnya, tidak semua tipe kendaraan dapat diinstalasikan teknologi ini. Kendaraan minimum harus keluaran tahun 1996 untuk dapat dipasangkan teknologi Voyo. Hal itu disebabkan sirkuit OBD II belum terinstalasi pada kendaraan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentunya menjadi kelemahan pertama Voyo.

Selain itu, dengan biaya sewa yang harus dibayarkan pengguna tiap tahunnya untuk fitur penyimpanan data kiranya menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Karena, bila pemilik kendaraan tidak dapat membayar biaya sewa, maka data kendaraan tidak akan dapat diakses.

Pemasangan piranti tambahan berupa riley dalam kendaraan untuk memaksimalkan otomatisasi kendaraan juga menjadi kekurangan Voyo. Pasalnya, perlunya riley itu menunjukkan teknologi Voyo tidak sederhana dan piranti ini masih membutuhkan alat tambahan. Hal ini berbeda dengan Hum, yang memasang alatnya sederhana ke dalam kendaraan.

Meski demikian, keberadaan Voyo sebagai kompetitor Hum menunjukkan teknologi baru dapat berpadu dengan teknologi lama. Sehingga, untuk memilik kendaraan pintar, masyarakat tak melulu harus membeli kendaraan baru. Kemunculan Hum dan Voyo juga menjadi pelunag bisnis yang menumpang industri otomotif.

Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti, teknologi serupa tidak hanya memberikan otak kepada kendaraan lama, namun juga dapat memodifikasi bentuk fisik kendaraan secara otomatis. Bisa saja, nanti akan ada kendaraan jadul yang mampu terbang selaiknya mobil berteknologi tinggi.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Techco/Voyomotive/CNBC/Biz Journals
 
Seni & Hiburan
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 341
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
22 Mei 20, 05:26 WIB | Dilihat : 775
Refleksi Lagu Kanyaah Indung Bapak
19 Mei 20, 09:55 WIB | Dilihat : 633
Selamat Jalan Alex Aman Chalik
18 Mei 20, 05:02 WIB | Dilihat : 289
Pandemi dan Ramadan dalam Puisi Gus Nas
Selanjutnya
Lingkungan
17 Jul 20, 00:15 WIB | Dilihat : 202
Budaya Pesisir dan Budaya Sungai Bertemu di Ancol
11 Jul 20, 20:32 WIB | Dilihat : 365
Nikmati Ancol, Cocol yang Ngocol
21 Jun 20, 12:43 WIB | Dilihat : 302
Jangan Lelah Mewujudkan Jakarta Tangguh
04 Apr 20, 21:16 WIB | Dilihat : 434
Gubernur Anies Serukan Warga Pakai Masker
Selanjutnya