Tsunami Dahysat Pernah Hantam Mars

| dilihat 2633

AKARPADINEWS.COM | TSUNAMI dahsyat (mega tsunamis) diketahui pernah menghantam Planet Mars. Adalah sekelompok peneliti luar angkasa dari Amerika Serikat (AS) yang menemukan adanya tsunami di planet berwarna merah itu.

Alexis Palmero Rodriguez dan timnya dari Planetary Science Institute di Tuscon, Arizona, yang berhasil menemukan bekas tsunami tersebut dari pemantauan dan analisis data fotografi permukaan Mars yang direkam satelit. Rodriquez dan timnya menemukan sisa tsunami itu di antara dataran tinggi Arabia Terra dan dataran rendah Chryse Planitia di atas permukaan Mars.

Di tengah-tengah dua daerah itu terdapat benjolan yang cukup unik, yang diduga menjadi saksi bisu peristiwa tsunami dahsyat di Mars. Rodriguez dan timnya pun menyimpulkan jika di permukaan Mars telah terjadi dua tsunami besar. Mereka memperkirakan, peristiwa tsunami raksasa itu terjadi sekitar 3,4 miliar tahun yang lalu. Hipotesis itu berdasarkan serangkaian geologi fotografik permukaan dari benjolan tersebut.

Menurut Rodriquez, dari struktur geologi di benjolan tersebut, diperkirakan tsunami pertama terjadi karena terjatuhnya sebuah bongkahan batu besar, yang diperkirakan sebuah meteor, dengan ukuran kurang lebih 10 meter ke laut Mars. Peristiwa itu kemudian membuat gelombang besar tsunami yang menghantam dataran tinggi Arabia Terra.

Temuan itu menjadi jawaban atas pertanyaaan apakah Mars pernah memiliki lautan atau tidak? Sebab, tsunami terjadi akibat pergesekan permukaan air laut. Dengan demikian, dapat dikatakan, Mars pernah memiliki lautan.

Air laut Mars kembali ke lautan dan menyisakan benjolan di antara Arabia Terra dan Chryse Planitia. Gelombang tsunami ini cukup tinggi. Rodriguez mengatakan, tinggi gelombang itu mencapai 120 meter dari permukaan daratan. “Coba bayangkan gelombang tsunami setinggi 120 meter menghantam daratan. Itu menjadi peristiwa yang spektakuler,” ungkapnya.

Lalu, peristiwa tsunami kedua terjadi sekitar jutaan tahun kemudian. Rodriguez memperkirakan, pada peristiwa tersebut, tempratur Mars jauh lebih dingin sehingga Mars diselimuti es.

Kejadian pada peristiwa kedua ini tidak jauh berbeda. Hanya saja, pada temperatur yang rendah, air laut yang terhempas oleh gelombang tsunami, tidak kembali ke lautan Mars, melainkan membeku sehingga membentuk sedimentasi geologis.

Kedua meteor yang jatuh dan menyebabkan tsunami dahsyat di Mars itu meninggalkan lubang dengan diameter 30 kilometer. Kedua lubang tersebut menjadi pintu masuk bagi Rodriguez dan timnya untuk melakukan simulasi guna mendapatkan data akan terjadinya peristiwa tsunami.

Rodriguez memperkirakan, dampak tsunami tersebut sangat luas. Pada peristiwa tsunami raksasa pertama, diperkirakan dampaknya mencapai 800 ribu kilometer persegi. Sedangkan pada peristiwa kedua, dampaknya mencapai 1 juta kilometer persegi.

Tak hanya berhasil menemukan bukti pernah terjadinya tsunami raksasa di Mars, Rodriguez dan timnya juga berhasil mengumpulkan bukti bahwa planet itu pernah memiliki musim tsunami. Diperkirakan, Mars pernah memiliki musim tsunami yang terjadi setiap 3 juta tahun sekali atau lebih. Hipotesis itu didasari oleh temuan beberapa sedimen tanah yang memiliki unsur garam seperti yang terdapat pada lautan di Bumi.

Temuan garam itu pun menjadi titik terang perihal misteri ada atau tidak kehidupan di Mars. Kandungan garam itu ditemukan pada permukaan yang diperkirakan dahulu merupakan bongkahan es. Menurut Alberto Fairen, peneliti dari Universitas Cornel dan anggota penelitian tsunami Mars, garam merupakan salah satu unsur yang dapat membuat es tersebut dapat cair dan dapat mempertahankan bentuk cairnya.

Hal itu menunjukkan bahwa Mars memiliki kemungkinan terdapat kehidupan. Karena, air merupakan salah satu elemen penting untuk kehidupan. “Untuk mengetahui kehidupan ada atau tidak di Mars, maka sedimen bongkahan es tersebut dapat menjadi objek penelitian untuk mencari biosignature-nya,” ujarnya.

Melalui penelitian biosignature, maka dapat diketahui seperti apa kehidupan yang ada di planet Mars. Tak hanya itu, data yang diperoleh dari penelitian itu pun akan memberikan fakta-fakta baru apakah suatu saat nanti Mars dapat ditinggali manusia dan dilahirkan kehidupan-kehidupan lainnya seperti yang ada di Bumi.

Penemuan pernah terjadinya tsunami dahsyat di Mars ini membuka lembaran baru dunia sains. Pasalnya, penelitian ini menjadi titik terang perihal wacana membuat koloni di Mars (baca: Mimpi Menghuni Planet Mars). Dari penemuan bekas tsunami ini, kemungkinan besar para peneliti akan meneliti ruang lingkup kemungkinan adanya kehidupan purba di Mars, sekaligus mengungkap misteri lainnya di Mars.

Bahkan, penelitian luar angkasa nantinya bukan hanya menyoroti soal unsur-unsur yang terkandung dalam sebuah planet lainnya melainkan juga perihal kehidupan luar angkasa. Semakin terungkapnya satu persatu misteri tata surya, akan semakin membulatkan kesimpulan, manusia tidak hidup sendirian di sistem tata surya. Ada kemungkinan kehidupan lain di luar sana.

Muhammad Khairil

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Nature/Gizmodo/Silicon Republic
 
Polhukam
01 Mar 21, 11:09 WIB | Dilihat : 148
Fenomena Politik Miras
02 Feb 21, 19:50 WIB | Dilihat : 223
Penguasa Militer Myanmar Tak Peduli Ancaman Joe Bieden
01 Feb 21, 00:29 WIB | Dilihat : 195
Hari Hijab Nasional Filipina Mulai 1 Februari 2021
Selanjutnya
Budaya
26 Feb 21, 10:56 WIB | Dilihat : 106
Alor, Aku Berguru Kepadamu
11 Feb 21, 09:24 WIB | Dilihat : 152
Allah Menyapa
01 Feb 21, 00:45 WIB | Dilihat : 252
Adzan Maghrib Kali Ini
09 Jan 21, 00:30 WIB | Dilihat : 602
Berpegang Adab dan Etika Hidupkan Kolaborasi
Selanjutnya