Australia Sengaja Sadap HP Bu Ani

| dilihat 1469

JAKARTA, AKARPADINEWS. Akhir pekan yang memancing kejengkelan. Sabtu (14/12) The Australian menyiarkan berita ihwal alasan Australia menyadap telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Penyadapan itu dilakukan pada tahun 2009, sebagai kelanjutan dari tindakan intelijen yang dilakukan di masa pemerintahan Presiden SBY – Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Badan Intelijen Australia, menurut media tersebut, telah menargetkan penyadapan pesawat telepon Ibu Negara hanya berdasarkan presumsi, bahwa Bu Ani merupakan penasihat paling berpengaruh terhadap Presiden SBU. Penyadapan itu juga dilakukan, karena presumsi, Ibu Ani tengah menyiapkan proses suksesi, dengan menyiapkan putera sulungnya Agus Harimurti, yang ketika itu berpangkat Kapten TNI AD.

Penyadapan itu dilakukan secara sengaja dan merupakan bagian dari strategi yang sangat diperhitungkan. Terutama untuk mempelajari secara mendalam tentang pergeseran keseimbangan kekuasaan di lingkungan petinggi pemerintaha dan politik di Indonesia. Keputusan untuk menyadap handphone Bu Ani, diyakini oleh media tersebut, didukung oleh menteri yang relevan dalam kabinet PM Kecin Rudd. Karenanya penyadapan dilakukan oleh the Defence Signals Directorate. Artinya hasil penyadapan itu dilaporkan kepada Rudd selaku Kepala Pemerintahan.

Kesengajaan untuk menyadap dilakukan, lantaran Pemerintah Australia kuatir, suksesi pemerintahan Indonesia akan berpengaruh banyak terhadap situasi di Indonesia dan konteksnya dengan hubungan bilateral kedua negara.

Sebelumnya, penyadapan sudah dilakukan. Persisnya, tiga hari menjelang kampanye Pemilu Federal Australia. Persisnya 17 Oktober 2007. Melalui cable berkode ‘rahasia’ yang dikirim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk diplomat Amerika di Canberra dan CIA di Amerika. Isinya, rencana untuk mengatur kegiatan penyadapan terhadap Ibu Negara, yang akhirnya menjadi skandal paling kontroversial dari hubungan Indonesia – Australia.

Cable ‘rahasia’ itu menyampaikan informasi tentang dinamika baru keseimbangan kekuatan politik Indonesia, munculnya seorang pemain yang dicurigai sebagai penasihat Presiden SBY yang paling berpengaruh. “Bukan wakil presiden (JK), juga bukan anggota kabinet inti SBY. Melainkan, Kristiani Herawati, istri Presiden, yang dinegaranya dikenal sebagai Ibu Ani,” ungkap cable diplomatik rahasia itu.

Kabel berisi gunjingan para diplomat itu juga menuliskan informasi yang amat mengerikan. “First Lady di Indonesia itu telah memperluas pengaruhnya atas istana dan muncul sebagai penasehat Presiden yang tak terbantahkan,” tulis kabel itu lagi. Selanjutnya, isi kabel diplomat itu mencurigai Bu Ani memanfaatkan aksesnya untuk membantu teman-temannya, dan meremehkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang disebut sebagai ‘musuhnya’ oleh para diplomat tak beradab itu.

Lembaga mata-mata australia (Defence Signal Directorate) yang kini bernama Australian Signals Directorate (ASD), itu terus melakukan aksinya karena sejak masa pemerintahan pertama Presiden SBY (2004-2009) sudah disibukkan dengan presumsi, bahwa Bu Ani ‘yang lebih didengar’ oleh Presiden SBY dalam membahas masalah negara. Presumsi itu berubah dan mereka yakini benar, bahwa Bu Ani, kemudian, sebagai satu-satunya orang yang paling didengar dan tak terbantahkan ‘nasihat’-nya. | Bang Sem

 

 

Editor : N Syamsudin Haesy
 
Sainstek
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 411
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 842
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1663
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2581
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
09 Okt 19, 08:57 WIB | Dilihat : 419
Langkah HK Membentang Masa Depan di Sumatera
04 Okt 19, 22:49 WIB | Dilihat : 181
Suap Menyuap Direksi BUMN
10 Sep 19, 14:32 WIB | Dilihat : 368
Atmosfir Pelayanan di Hutama Karya
08 Sep 19, 20:57 WIB | Dilihat : 220
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Akselerasi Pasar Keuangan
Selanjutnya