Anies Baswedan Pemimpin WOW

| dilihat 1815

Bang Sem

PANDANGLAH kening Anies Baswedan, bakal kandidat Capres 2014 dari ajang Konvensi Partai Demokrat, lantas perhatikan sorot matanya. Bandingkan dengan para peserta konvensi lain. Kening Rektor Universitas Paramadina itu menegaskan kecerdasan yang menyimpan kearifan. Matanya menampakkan dirinya sebagai sesosok manusia yang penuh percaya diri dan visioner.

Sebagai imagineer yang mendalami imagineering dan lama berkecimpung di dunia media (baik cetak, radio, maupun televisi dan film) saya menyebut sosok anak muda ini bagian dari kaum indigostar. Yaitu, kelompok insan pilihan yang diberikan energi dari dalam dan dari luar dirinya, termasuk ‘ilmu laduni’ yang memungkinnya menjadi seorang yang visioneer.

Dari paparannya ketika menyampaikan visi dalam forum meet the press di kantor Komite Konvensi Capres 2014 Partai Demokrat beberapa waktu lalu, dan perangainya terhadap orang tua, isteri, dan anak-anaknya, nampak dia sosok yang arif dan tumbuh berkembang dari garba kasih sayang insani. Dan, pilihannya menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama untuk membangun bangsa ini, jelas dia figur pemimpin yang mempunyai intuitive reason laiknya pendaki gunung, penempuh rimba, dan diver.

Artinya sebagai sesosok pemimpin, Anies bukan pemimpin flamboyan. Dia, the real leader yang sesuai dengan proses transformasi zaman yang akan membawa bangsa ini dari information era ke conceptual era. Ia akan menempatkan Indonesia dalam konstelasi bangsa-bangsa yang mempunyai (tidak hanya) national identity dan nation dignity, tetapi bahkan menyiapkan landasan yang kokoh bagi tumbuhnya politik kebangsaan berbasis kerakyatan. Apalagi, di dalam dirinya mengalir darah nasionalis religius yang deras, baik dari Allahyarham kakeknya, maupun dari ayah dan ibunya.

Dalam usia muda, Anies sudah berinteraksi dengan dunia internasional dan eksistensinya diakui sedemikian terhormat, justru ketika sebagian besar petinggi negeri ini (termasuk beberapa peserta konvensi) menjadi kepentingan asing. Artinya, Anies mempunyai daya kuat untuk melakukan transformasi minda (mindset transformation) untuk menyempurnakan tata kehidupan bangsa ini. Termasuk mempercepat pencapaian cita-cita para pendiri republik.

Saya melihat Anies mempunyai focal concern yang jelas terhadap bangsa ini, yang rakyatnya memerlukan pondasi kuat dalam pendidikan (yang berorientasi pada percepatan civilisasi), spiritualitas, ekonomi, dan kesehatan paripurna. Dengan begitu, bisa diduga, orang muda ini dalam kapasitasnya sebagai leader dapat mengelola secara efektif dan efisien sumberdaya alam sebagai modal dasar yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran rakyat seluas-luasnya.

Belajar dari bangsa-bangsa: Jepang dan Korea yang diwarisi spirit bangsa Kildan, keempat focal concern itu merupakan modal dasar. Khasnya untuk bangkit sebagai bangsa yang mampu memanifestasikan sains dan memberi manfaat teknologi bagi kehidupan kemanusiaan. Apalagi, secara alamiah, sejak perjuangan kemerdekaan, bangsa ini sudah diberikan driving forces untuk pembangunan. Mulai dari sumberdaya alam dengan beragam varian potensinya, dimensi nilai budaya dan agama, sains dan teknologi, kearifan dan kecerdasan lokal, sampai financial viability.

Lihat kening dan sorot mata Anies Baswedan dan tuturnya dengan logika bahasa yang kuat, pelajari dengan seksama dinamika kepribadiannya. Saya berkeyakinan, ia sesosok pemimpin dengan tipologi ENTP (extravert, instink, think, dan perceiving) yang kuat. Artinya, sebagai pemimpin, Anies memperoleh sumber dominan dari luar dirinya (ini yang diperlukan rakyat agar aspirasi dan inspirasinya terakomodasi), intuition auciliary berbasis intraverted thinking (mempunyai tata pikir dan struktur logika khas: original dan genuine), tertiary: extraverted feeling (mampu mengelola pemerintahan secara modern), dengan basis inferior: intraverted sensing (berperasaan kuat untuk menegakkan Hukum, HAM, dan berjuang habis-habisan untuk kesejahteraan kolektif).

Itulah sebabnya, Anies tak terbiasa menjelek-jelekkan keadaan dan orang lain. Dia tak bertopang pada belanja kampanye dan fasilitas yang ‘wuih,’ tapi berpijak pada kekuatan transformasi yang wow. Jadi, boleh menyebut dia pemimpin wow yang bisa bikin Indonesia menjadi WOW ! | 

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
Humaniora
27 Mei 20, 07:27 WIB | Dilihat : 43
Serangan COVID-19 Merusak Paru Paru secara Abadi
22 Mei 20, 08:48 WIB | Dilihat : 430
Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma dalam Kenangan
21 Mei 20, 00:28 WIB | Dilihat : 86
Ke Mana Nalar Keadaban
15 Mei 20, 04:27 WIB | Dilihat : 94
Khalwat
Selanjutnya