Festival Dongeng Internasional 2026 - Isfahan

Dongeng Membentuk Cakrawala Spiritual dan Intelektual Anak

| dilihat 339

ISFAHAN | Hamed Allamati, direktur Institut Pengembangan Intelektual Anak dan Remaja Iran (IIDCYA), menggarisbawahi peran mendasar dari mendongeng dalam membentuk cakrawala spiritual dan intelektual anak-anak.

Pernyataan tersebut dikemukakannya pada penutupan Festival Mendongeng Internasional ke-27 yang berakhir pada hari Senin (16/02/26), di kota Isfahan, Iran tengah.

Pada kesempatan tersebut diumumkan para pemenang festival edisi tahun ini.

Dalam pidatonya tersebut, Allamati mengemukakan, "Cerita dan mendongeng bukanlah alat dekoratif dalam pendidikan berbasis agama, melainkan media fundamental untuk pembentukan makna pada diri seorang anak."

Pada cerita terdapat dialog yang bermakna. "Tanpa dialog, sebuah cerita tidak lengkap; tanpa konflik, cerita itu tidak mendidik; dan tanpa kemungkinan untuk memilih, iman tidak akan terbentuk," tambahnya.

Merujuk pada fokus Kanoon selama tiga dekade, ia menggambarkan, festival tersebut sebagai buah dari keputusan visioner yang diambil bertahun-tahun lalu untuk menghidupkan kembali tradisi budaya yang mendalam ini.

Allamati juga mengingat aksentuasi yang diberikan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, bahwa bercerita merupakan sarana untuk menanam benih iman di hati anak-anak.

Pada festival tersebut, 61 pendongeng berkompetisi di sembilan kategori, termasuk dongeng klasik, mendongeng dengan peralatan, dengan beragam tema, seperti:  Pengorbanan dan Kepahlawanan, Religius, Bahasa Isyarat, Puitis, Cerita Baru, Ritual - Tradisional, dan dongeng pilihan tahun sebelumnya.  Festival Mendongeng tersebut diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Masyarakat dan Urusan Internasional Institut Pengembangan Intelektual Anak dan Remaja - Kanoon.

Berdasarkan keputusan juri, terpilih para pemenang yang beroleh piala dan hadiah, yaitu : Forouzan Hosseini dari Kermanshah memenangkan piala di kategori Religius untuk ceritanya bertajuk "Selamat Tinggal Naneh Rasouleh."

Sogol Baqeri dari Alborz dinobatkan sebagai pemenang pada kategori Cerita Baru untuk dongeng bertajuk, "Bon Appétit Naneh." Sedangkan  Sogand Mirzai, juga dari Kermanshah, menerima penghargaan pada kategori Pengorbanan dan Perlawanan untuk ceritanya bertajuk "Zhivar."

Integrasi Tradisi Mendongeng di Sekolah

Di kategori Ritual-Tradisional, Ali Mehdi dari Khuzestan dan Mojgan Kadkhodai dari Isfahan mendapat penghargaan dan meraih piala untuk kategori "Klasik."

Peraih penghargaan lainnya adalah Leila Ebrahimi dari Qazvin, yang memenangkan kategori Promotor Bercerita, Parnia Rezai dari Yazd pada kategori "Puitis," dan Masoumeh Pour Emam Ali dari Teheran pada kategori "Bahasa Isyarat."

Selanjutnya, Mohammad Sepahvand dari Lorestan menerima penghargaan untuk "Cerita 90 Detik," dan Zahra Ettehadi dari Yazd dinobatkan sebagai pemenang di kategori "Podcast."

Allamati mendefinisikan pendidikan berbasis agama sebagai proses yang mengubah sifat bawaan anak yang mencari Tuhan menjadi identitas yang sadar dan stabil yang selaras dengan kebenaran, melalui penguatan kognisi, pendalaman pengalaman emosional, dan praktik tindakan yang benar.

"Jika kita menghidupkan kembali tradisi bercerita, kita akan meletakkan dasar bagi pendidikan berbasis agama di negara ini," tegasnya.

Lebih lanjut, dalam pesan video, Menteri Pendidikan Alireza Kazemi menggambarkan kisah Iran sebagai "kisah terbaik yang akan diceritakan di abad-abad mendatang" dan menekankan perlunya mengintegrasikan tradisi mendongeng ke dalam kehidupan sekolah dan siswa.

Ia menyoroti tradisi Al-Quran dalam menyampaikan petunjuk melalui cerita dan menggambarkan hubungan antara cerita dan pendongeng sebagai sesuatu yang tak terpisahkan.

Kazemi juga memuji festival tersebut sebagai acara budaya yang menjaga agar hari-hari polos masa kanak-kanak tetap hidup dan berterima kasih kepada Kanoon karena telah mempertahankan gerakan otentik ini.

Pada upacara penutupan juga disajikan klip video yang menampilkan pencerita kisah-kisah dalam Al-Quran, Mohsen Qaraati. Disampaikan pula penghormatan kepada perpustakaan Kanoon, pertunjukan kisah Nabi Yunus dan ikan paus, klip yang menghormati penulis Houshang Moradi Kermani, cuplikan pendongengan Pemimpin selama sesi membaca buku, dan narasi oleh Ayma Zeinali, putri seorang martir dari perang 12 hari belum lama berselang | jeahan  

Editor : delanova | Sumber : TehranTimes dan sumber lain
 
Humaniora
10 Mar 26, 09:41 WIB | Dilihat : 218
Mengenang Profesor Diraja Syed Muhammad Naquib Al Attas
18 Feb 26, 13:51 WIB | Dilihat : 565
Selamat Tiba Ramadan
04 Feb 26, 08:06 WIB | Dilihat : 318
Sebagai Agen Perubahan Guru Wajib Sejahtera
Selanjutnya
Polhukam
08 Mar 26, 01:02 WIB | Dilihat : 295
Sikap Inklusif dan Doa Syed Ali Khamenei
05 Mar 26, 18:40 WIB | Dilihat : 266
Gairah dan Ghirah Pejuang Iran Kian Membara
05 Mar 26, 03:35 WIB | Dilihat : 201
Jaga Persatuan Dunia Islam
Selanjutnya